blog Halaman 123

Catatan Redaksi: Serunya Persahabatan Tim Jurnalis Malang Melawan Hotel The 1O1 OJ

Tim sepakbola Jurnalis Malang Raya atau yang dikenal dengan sebutan JMR FC adalah kelompok wartawan di Malang Raya yang memiliki hobi bermain bola.

Sore ini, Kamis (5/9) tim JMR menjalani ujicoba melawan tim dari Hotel The 1O1 Malang OJ. Ujicoba yang bisa yang bisa disebut ujicoba santai.

Bermain pada jam  16.30, kedua tim memainkan pertandingan 2×30 menit. Sayang sekali tim JMR menelan kekalahan dengan skor tipis 1-0 meskipun menguasai penuh jalannya pertandingan.

Tim JMR menyerang total terutama di babak kedua.
Tim JMR menyerang total terutama di babak kedua.

“Seperti Persija melawan Badak Lampung, Simic menyatakan gawang lawan ada hal gaib, ya mungkin kita lagi seperti itu,” ujar Ian Setiawan, wartawan dari Indosport.

Abi Yazid dari Goal.com menyatakan jika sepakbola selalu menjadi hiburan dari awak media di sela-sela sibuknya meliput kejadian di Malang Raya.

Sam Abi, 'head coach' tim JMR FC
Sam Abi, ‘head coach’ tim JMR FC

“Kami biasa latihan di Stadion UMM (Universitas Muhammadiyah Malang) tiap Kamis, jadi sekalian hari ini ujicoba mencari keringat. Alhamdulillah banyak teman-teman yang datang berekreasi sembari bermain bola. Lumayan menghilangkan penat,” ujar sosok yang biasa mengatur pemain JMR tetapi tidak mau disebut pelatih ini.

Sapuan Lucky, wartawan Vivanews.
Sapuan Lucky, wartawan Vivanews.

Sementara itu tim OJ 101 Hotel menyatakan jika pertandingan melawan JMR diharapkan menjadi tempat berkumpul dan bersilaturahminya karyawan mereka yang memiliki hobi sepakbola. Sehingga bisa memberikan kebugaran bagi Karyawan ditengah padatnya pekerjaan.

As'ad, dari Bolanet. Piawai di lini belakang.
As’ad, dari Bolanet. Piawai di lini belakang.

“Antusiasme kami besar sebelumnya di lapangan futsal sehingga skala lapangannya ditingkatkan yang lebih besar yaitu sepakbola. Ajang sepak bola ini bertujuan untuk membangkitkan semangat persaudaraan antara Hotel The 1O1 Malang OJ dan JMR FC, serta untuk meningkatkan kesehatan dan kebugaran para pesertanya” ujar Ledya Shelfy, Sales Marketing Manager Hotel The 1O1 Malang OJ

Tim JMR dan The OJ 101 Hotel
Tim JMR dan Hotel The 1O1 Malang OJ

“Harapan dari Hotel The 1O1 Malang OJ dan JMR FC, kegiatan kali ini bukan hanya sebatas pertandingan sekali saja, melainkan menjadi program berkelanjutan yang dapat meningkatkan tali silaturahmi dan kolaborasi antara kedua belah pihak, khususnya Hotel THE 1O1 Malang OJ dan media,” sambung Ade Sudrajat selaku General Manager Hotel.

Dua Keuntungan Arema Latihan di Pantai Balekambang

0

Ada dua keuntungan Arema latihan khusus di Pantai Balekambang, Sabtu (7/9/2019) pagi. Ada keuntungan secara teknis, ada pula keuntungan secara psikologis.

Awalnya, tim pelatih merencanakan sesi latihan khusus ini digelar di Kebun Raya Purwodadi, Pasuruan. Karena sesuatu hal, rencana latihan khusus ini kemudian dipindahkan ke Pantai Balekambang.

Asisten pelatih Arema, Kuncoro menyebut, sesi latihan khusus ini merupakan bagian dari persiapan menghadapi putaran kedua Liga 1 2019 yang segera dimulai. Pada pekan ke-18, Arema harus menjamu Borneo FC, Jumat (13/9/2019) malam.

“Arema latihan di pantai karena kami nilai kondisi di sana sangat mendukung, kami ingin menggelar sesi latihan fisik,” kata Kuncoro.

Bukan Cuma Baik untuk Fisik

Meski fokus menggembleng kondisi fisik pemain, Kuncoro mengungkapkan target tim pelatih bukan cuma itu. Latihan di pantai menurutnya juga bagus untuk mengasah psikologis penggawa Singo Edan.

Pria asal Gondanglegi, Kabupaten Malang itu menilai berlatih di pantai dapat mencuci otak para pemainnya. Setelah digembleng dengan menu latihan fisik, para pemain Arema bisa menyegarkan pikiran dengan melihat pemandangan alam di pantai.

“Dengan demikian, bukan cuma fisik yang terasah, melainkan pikiran juga segar, hal ini bagus bagi pemain, setelah itu kami kembali ke lapangan dengan tanpa beban,” tegasnya.

Arema Mengagendakan Latihan di Pantai Balekambang

0

Pelatih Milomir Seslija memastikan rencana menggelar latihan khusus di Kebun Raya Purwodadi bagi timnya batal. Sebagai gantinya, Arema mengagendakan latihan di Pantai Balekambang, Sabtu (7/9/2019) pagi.

Hingga akhir pekan ini, pelatih yang akrab disapa Milo itu memang fokus pada penggemblengan fisik pemainnya jelang bergulirnya putaran kedua Liga 1 2019. Awalnya, Kebun Raya Purwodadi dipilih sebagai tempat yang tepat untuk agenda latihan fisik ini.

Ternyata, di hari tersebut, Kebun Raya Purwodadi tak bisa digunakan karena suatu alasan. Akhirnya, tim pelatih dan manajemen memutuskan pantai sebagai tujuan alternatif untuk menggelar latihan fisik.

“Arema mengagendakan latihan fisik di pantai, karena Purwodadi tidak bisa kami gunakan seperti rencana semula, akhirnya rencana kami alihkan ke pantai,” kata Milo.

Pantai Jadi Variasi Tempat Latihan

Milo mengaku tidak masalah dengan perpindahan lokasi latihan akhir pekan ini. Menurutnya, justru hal ini bisa menjadi variasi tempat latihan agar pemain tidak bosan.

Jika biasanya pemain hanya berlatih di lapangan, nantinya mereka dapat merasakan sensasi berbeda berlatih di atas pasir pantai. Variasi tempat latihan ini menurutnya cukup bagus untuk menyegarkan pikiran.

“Berlatih di atas pasir pantai, kami bukan hanya berlatih materi seperti power, agility, dan lain-lain. Kami juga bisa sambil menikmati suasana pantainya, ini sebagai variasi saja, ” imbuhnya.

Menambah Chemistry Antar Pemain

Pelatih asal Bosnia itu menyebut banyak manfaat dengan berlatih di pantai. Salah satunya, Milo mengincar target untuk semakin merekatkan chemistry antar pemain yang sudah terbina selama pra-musim dan putaran pertama lalu.

“Memang tidak ada kemping atau sejenisnya, tapi setelah latihan kami akan makan bersama, ini juga akan menambah chemistry antar pemain,” tegas pelatih 55 tahun tersebut.

Samsul Arif, Satu-satunya Pemain Arema Pencetak Gol ke Gawang Malaysia

Laga melawan Malaysia memang selalu menarik perhatian, selain mencari siapa pemain Arema yang memiliki caps melawan negeri Jiran tersebut. Pertanyaan tentang siapa pemain Arema yang pernah mencetak gol juga menarik.

Dari 95 kali pertemuan melawan Malaysia, ternyata menyempil satu pencetak gol yang membela Arema ketika berkostum timnas. Dia adalah Samsul Arif Munip.

Pertemuan tersebut digelar di Stadion Gelora Delta Sidoarjo pada laga ujicoba persiapan menyambut Piala AFF. Indonesia yang dilatih Alfred Riedl menurunkan sejumlah pemain yang dianggap terbaik hasil babak grup ISL 2014.

Sejumlah pemain Arema yang berhasil membawa Singo Edan pada saat itu dimainkan, mereka adalah Ahmad Bustomi, Hendro Siswanto, Samsul Arif, hingga Cristian Gonzales. Sedangkan Kurnia Meiga menjadi pemain cadangan.

Samsul sempat melakukan penetrasi di menit ke-41, namun tembakan yang dia lepaskan masih meebar di samping gawang.

Gol Samsul akhirnya terjadi di menit ke-88, dia mencetak gol memanfaatkan umpan silang Tony Sucipto. Sembari terbang dia berhasil menyundul bola.

Siapa sangka, gol yang dibuat Samsul ini menjadi satu-satunya gol yang dibuat oleh pemain Arema. Memang ada pemain lain seperti Cristian Gonzales, hingga Arif Suyono. Namun semua gol itu mereka buat saat tidak berkostum Arema.

Di sisi lain, dari hasil laga itu Samsul Arif kemudian masuk ke skuat Piala AFF 2014. Samsul sendiri mencetak gol penyama kedudukan melawan Vietnam di laga pembuka dengan skor 2-2.

Sayang kekalahan telak melawan Filipina dengan skor 4-0 membuat Indonesia tersingkir. Sehingga kemenangan telak 5-1 atas Laos tidak menentukan hasil akhir karena Indonesia hanya mendapatkan empat poin. Sementara Vietnam dan Filipina lolos ke babak selanjutnya dengan poin 7 dan 6.

General Manager Ruddy Widodo Ungkap Target Arema di Putaran Kedua

0

General Manager Ruddy Widodo mengungkapkan target Arema di putaran kedua Liga 1 2019. Raihan di putaran pertama membuatnya masih optimistis timnya dapat memenuhi target tersebut.

Finish di posisi empat klasemen sementara di akhir putaran pertama dengan 26 poin sebenarnya sudah bisa membuat Ruddy tersenyum. Menurutnya, setidaknya ini jalan bagus menuju target utama timnya.

Sejak awal musim, manajer berkaca mata ini menargetkan Arema bisa finish naik dua tingkat dari posisi keenam di Liga 1 2018 lalu. Syukur-syukur, target mendapatkan tiket ke kompetisi antar klub anggota AFC musim depan dapat diwujudkan di akhir musim ini.

“Kalau ditanya apa target Arema di putaran kedua, kami tetap ingin menyapu bersih semua poin di di laga kandang. Hanya saja, kami harus lebih banyak mengambil poin di laga tandang,” kata Ruddy kepada WEAREMANIA.

Lega Lebih Baik dari Musim Lalu

Ruddy merasa lega pencapaian Arema di putaran pertama musim ini lebih baik dari musim lalu. Sebab, pada gelaran Liga 1 2018 lalu, Arema harus memulai putaran kedua dari zona degradasi.

Musim lalu, Arema harus melakukan bongkar-pasang pemain di paruh musim demi membenai posisi di klasemen. Ruddy mengakui waktu itu target timnya hanya bagaimana caranya bisa lolos dari jerat degradasi.

“Tapi Alhamdulillah, kami bisa finish di posisi keenam pada akhir musim. Sekarang ini putaran pertama berakhir kami di posisi empat dan menyisakan satu laga tunda melawan PSM Makassar. Laga tunda itu menjadi tabungan poin bagi kami di putaran kedua,” imbuhnya.

Optimistis Kejar Bali United

Ruddy mengaku masih optimistis mengejar perolehan poin Bali United yang ada di puncak klasemen dengan 40 poin. Sementara, perolehan poin skuat Singo Edan berjarak 14 angka.

“Kalau 14 angka, artinya selisih kami lima kemenangan dengan Bali United. Lima kemenangan itu mungkin bisa kami kejar di laga tandang. Ya, sambil berharap Bali United dan tim lain terpeleset di laga tandang,” pungkas pria asal Madiun ini.

Latihan Perdana Arema, Milo Fokus Satu Hal

0

Milomir Seslija menggelar sesi latihan perdana Arema FC di Stadion Kanjuruhan Malang, Rabu (4/9/2019) sore. Pelatih yang akrab disapa Milo itu fokus pada pengembalian kebugaran fisik pemainnya.

Para penggawa Singo Edan mendapatkan porsi lebih untuk menu recovery. Selain recovery tanpa bola, Milo juga memberikan materi latihan dengan bola, agar feeling ball pemain tetap terjaga.

Sesi latihan ini merupakan bagian dari persiapan mereka menyambut laga awal putaran kedua Liga 1 2019. Pada pekan ke-18, mereka akan menjamu Borneo FC di Stadion Kanjuruhan Malang, Jumat (13/9/2019) malam.

“Kami memulai latihan perdana untuk putaran kedua, kami fokus mengembalikan kebugaran fisik pemain dulu, pekan depan baru berlatih taktik dan strategi,” kata Milo.

Skuat Belum Lengkap di Sesi Latihan Perdana Arema

Upaya Milo untuk memulai memanasi mesin timnya terganjal absennya beberapa pemain dalam sesi latihan perdana. Namun, menurut pelatih asal Bosnia itu, hal ini bukanlah masalah yang harus dibesar-besarkan.

Selain Hanif Sjahbandi dan Muhammad Rafli yang bergabung dengan tim nasional, ada Hamka Hamzah, Makan Konate, Dedik Setiawan dan Takafumi Akahoshi yang masih absen. Khusus Hamka dan Dedik menjalani pemulihan cedera, Konate mengalami kesulitan mencari penerbangan ke Malang, sedangkan Akahoshi pergi ke Singapura untuk urusan administrasi.

“Mungkin pada sesi latihan selanjutnya, tim ini akan lebih lengkap lagi. Seiring waktu berjalan kondisi fisik semua pemain bisa pulih sebelum kami menggelar sesi latihan taktik dan strategi,” tandasnya.

Ahmad Bustomi, Arema Pemilik Caps Timnas Terbanyak Melawan Malaysia

Tim  Nasional Indonesia akan menjalani pertandingan pembukaan kualifikasi Piala Dunia 2022 melawan Malaysia, Kamis (4/9). Pertandingan tersebut akan menjadi pertemuan ke-96 bagi kedua tim.

Dari 95 pertandingan sebelumnya, secara statistik Indonesia unggul dengan 39 kali kemenangan, sedangkan Malaysia mampu menang 35 kali, sementara 21 sisanya berlangsung seri.

Selain statistik pertemuan, yang menarik dari pertemuan Indonesia melawan Malaysia adalah siapa pemain Arema yang pernah tampil melawan saudara serumpun tersebut.

Sejumlah pemain Arema rupanya pernah bermain bertarung melawan Malaysia. Redaksi WEAREMANIA mencatat delapan pemain pernah bermain melawan Harimau Malaya dengan Ahmad Bustomi sebagai pemilik caps atau penampilan terbanyak.

Pemain Arema di musim 2008-2015 ini memang menjadi pilar andalan timnas Indonesia pada masanya. Dikenal sebagai duet Misaki-Tsubasa (Firman Utina) pemain yang saat ini berusia 34 tahun tersebut sudah bermain sebanyak empat kali saat melawan Malaysia. Rekor Bustomi juga terbilang apik karena mampu memenangkan tiga dari empat pertandingan.

Laga pertama terjadi pada kualifikasi Piala AFF 2010, pada saat itu Indonesia mampu menang dengan skor 5-1 pada pertemuan pertama dengan salah satu gol dibuat oleh Arek Malang, Arif Suyono yang pada saat itu membela Sriwijaya FC.

Laga kedua dan ketiga terjadi di babak final Piala AFF 2010. Indonesia kalah dengan skor 3-0 di Kuala Lumpur dan kemudian mampu menang dengan skor 2-1 di Indonesia. Sayang kemenangan tersebut tidak cukup mengantarkan Indonesia untuk menjadi juara karena kalah agregat gol.

Laga keempat terjadi saat persiapan Piala AFF 2014, Indonesia menggelar ujicoba melawan Malaysia di Stadion Delta Sidoarjo pada 14 September 2014. Indonesia mampu menang dengan skor 2-0.

Saat ini, di timnas Indonesia hanya Hanif Sjahbandi sebagai satu-satunya pemain Arema yang ada. Sebagai posisi gelandang, dia akan bersaing memperebutkan posisi dengan nama-nama senior seperti Evan Dimas, Zulfiandi, Rizky Pellu, hingga Manahati Lestusen.

Sulit memang persaingan untuk memperebutkan pemain inti di lini tengah, tetapi terpenting semua itu tidak masalah siapapun yang bakal bermain asal Indonesia mampu memenangkan pertandingan.

Data Caps Lawan Malaysia Pemain Saat Berkostum Arema

4 – Ahmad Bustomi
3 – Zulkifli Syukur
1 – Beny Wahyudi, Cristian Gonzales, Singgih Pitono, Samsul Arif, Hendro Siswanto, Aji Santoso, Firman Utina.

Kebobolan Satu, Begal Tetap Puji Debut Sandi Firmansyah

0

Debut Sandi Firmansyah bersama Arema FC memang diwarnai kebobolan satu gol yang bersarang ke gawangnya saat bermain imbang dengan PSIS Semarang di pekan ke-17 Liga 1 2019 lalu. Namun, pelatih kiper Arema, Yanuar Hermansyah tetap melayangkan pujian baginya.

Setelah dalam 15 laga sebelumnya mengandalkan Utam Rusdiyana dan Kartika Ajie di bawah mistar, pelatih kiper yang akrab disapa Begal itu menurunkan Sandi saat Arema menjamu PSIS. Sayang, laga tersebut berakhir 1-1, sehingga tiga poin melayang.

Menurutnya, penampilan Sandi bagus dalam menjaga gawang Arema. Kendati gawangnya kebobolan oleh gol tendangan bebas Claudir Marini di menit 77, Begal tetap memberikan apresiasinya untuk kinerja si kiper.

“Saya melihat debut Sandi Firmansyah cukup bagus penampilannya, kalau pun kebobolan itu karena memang tendangan bebasnya bagus saja, Itu bukan bola gampang buat kiper, karena mengarah ke mistar, lalu memantul ke dalam gawang,” kata Begal.

Kelebihan Sandi Firmansyah

Dalam laga melawan PSIS, Begal menyebutkan Sandi sudah menunjukkan kelebihannya. Beberapa kali tercatat kiper asli Malang itu berani terbang menyelamatkan gawang Arema.

Eks pelatih kiper Persela Lamongan ini berani menurunkan Sandi bukan tanpa pertimbangan. Menurutnya, dalam sesi latihan terakhir Arema jelang pertandingan pun kelebihan tersebut dimunculkannya.

“Beberapa kali dia berani mengambil keputusan, memotong bola. Saya menurunkan Sandi karena di dalam sesi latihan memang bagus,” imbuhnya.

Kenapa Tidak dari Dulu?

Jika ditanya kenapa tidak menurunkan Sandi dari dulu, Begal hanya bisa menjawab, semua butuh proses. Menurutnya, laga melawan PSIS ini saat yang tepat bagi Sandi menjalani debutnya.

“Saya mau saat Sandi dimainkan, dia yang notabene sudah punya banyak pengalaman, dapat tampil tanpa ada masalah. Selama ini dia butuh proses saja, saya menunggu saat yang tepat dia layak dimainkan,” pungkas pria 54 tahun ini.

Kebobolan Satu, Begal Tetap Puji Debut Sandi Firmansyah

Debut Sandi Firmansyah bersama Arema FC memang diwarnai kebobolan satu gol yang bersarang ke gawangnya saat bermain imbang dengan PSIS Semarang di pekan ke-17 Liga 1 2019 lalu. Namun, pelatih kiper Arema, Yanuar Hermansyah tetap melayangkan pujian baginya.

Setelah dalam 15 laga sebelumnya mengandalkan Utam Rusdiyana dan Kartika Ajie di bawah mistar, pelatih kiper yang akrab disapa Begal itu menurunkan Sandi saat Arema menjamu PSIS. Sayang, laga tersebut berakhir 1-1, sehingga tiga poin melayang.

Menurutnya, penampilan Sandi bagus dalam menjaga gawang Arema. Kendati gawangnya kebobolan oleh gol tendangan bebas Claudir Marini di menit 77, Begal tetap memberikan apresiasinya untuk kinerja si kiper.

“Saya melihat debut Sandi Firmansyah cukup bagus penampilannya, kalau pun kebobolan itu karena memang tendangan bebasnya bagus saja, Itu bukan bola gampang buat kiper, karena mengarah ke mistar, lalu memantul ke dalam gawang,” kata Begal.

Kelebihan Sandi Firmansyah

Dalam laga melawan PSIS, Begal menyebutkan Sandi sudah menunjukkan kelebihannya. Beberapa kali tercatat kiper asli Malang itu berani terbang menyelamatkan gawang Arema.

Eks pelatih kiper Persela Lamongan ini berani menurunkan Sandi bukan tanpa pertimbangan. Menurutnya, dalam sesi latihan terakhir Arema jelang pertandingan pun kelebihan tersebut dimunculkannya.

“Beberapa kali dia berani mengambil keputusan, memotong bola. Saya menurunkan Sandi karena di dalam sesi latihan memang bagus,” imbuhnya.

Kenapa Tidak dari Dulu?

Jika ditanya kenapa tidak menurunkan Sandi dari dulu, Begal hanya bisa menjawab, semua butuh proses. Menurutnya, laga melawan PSIS ini saat yang tepat bagi Sandi menjalani debutnya.

“Saya mau saat Sandi dimainkan, dia yang notabene sudah punya banyak pengalaman, dapat tampil tanpa ada masalah. Selama ini dia butuh proses saja, saya menunggu saat yang tepat dia layak dimainkan,” pungkas pria 54 tahun ini.

Evaluasi Putaran Pertama: 6 Pemain Arema yang Nantikan Debut

0

Takafumi Akahoshi cukup beruntung, lantaran sudah melakoni debut di Arema saat bermain imbang 1-1 dengan PSIS Semarang di pekan ke-17 Liga 1 2019 lalu, meski baru direkrut. Sebab, ada 6 pemain Arema lainnya yang hingga putaran pertama berakhir masih menantikan menit bermain.

Selain Aka, sapaan akrab Akahoshi, ada dua nama lain yang juga menjalani debut musim ini di laga melawan PSIS. Keduanya adalah kiper Muhammad Sandi Firmansyah dan gelandang Ridwan Tawainella.

Ketika 6 pemain Arema yang belum mendapatkan kesempatan bermain ini disebutkan namanya, mungkin cukup asing di telinga Aremania. Selain karena belum dimainkan sema sekali oleh pelatih Milomir Seslija, mereka pun mayoritas terhitung baru musim ini tampi di skuat Singo Edan.

Titan Agung

Titan Agung merupakan pemain termuda di skuat Arema musim ini. Usianya masih 18 tahun ketika tekan kontrak di musim 2019 ini.

Pemain yang biasa menempati posisi sebagai penyerang ini cukup potensial untuk tim masa depan Arema. Kualitas itu sudah dibuktikannya dengan mencetak dua gol ketika memperkuat tim alumni Arema U-20 saat beruji coba melawan tim senior Arema.

Zidane Pulanda

Zidane Pulanda adalah penyerang muda 20 tahun yang didatangkan Arema musim ini. Pemain asal Papua itu sempat menjalani seleksi selama tiga bulan sebelum akhirnya didaftarkan sebagai pemain Arema di Liga 1 2019.

Masuknya Zidane ke Arema merupakan rekomendasi dari sang legenda, Mecky Tata. Sebelumnya, Zidane sempat menimba ilmu di tim junior Persipura Jayapura.

Vikrian Akbar

Vikrian Akbar merupakan pemain binaan Akademi Arema yang naik kelas ke tim senior musim ini. Pemain yang biasa menempati posisi gelandang bertahan ini cukup punya potensi.

Hanya saja, sebagai pemain muda, namanya masih kalah pamor dari gelandang-gelandang Arema lainnya. Pemain 19 tahun itu harus banyak belajar dari seniornya, seperti Hendro Siswanto, Jayus Hariono, Makan Konate, Hanif Sjahbandi, dan Muhammad Rafli.

Andryas Francisco

Andryas Francisco adalah kiper muda yang digadang-gadang sebagai generasi penerus kiper-kiper hebat di Arema. Usianya yang masih 19 tahun membuatnya harus banyak menimba pengalaman dari kiper-kiper senior Arema.

Pemain kelahiran Mojokerto ini tampak selalu serius berlatih bersama seniornya, seperti Muhammad Sandi Firmansyah, Kartika Ajie, dan Utam Rusdiyana. Harapannya, selain mengasah tekniknya, kiper yang akrab disapa Ciko itu mampu mengasah mental bertandingnya.

Rachmat Latief

Rachmat Latief merupakan pemain senior yang juga didatangkan Arema musim ini. Pemain berposisi sebagai stopper itu sengaja didatangkan untuk melapis duet utama Hamka Hamzah dan Arthur Cunha.

Secara pengalaman, harusnya Latief mampu berbicara banyak. Di usianya yang sudah kepala tiga, sejumlah tim besar seperti PSM Makassar sudah pernah dibelanya.

Sunarto

Sunarto adalah pemain yang sudah tak asing lagi di telinga Aremania. Penyerang produk Arema junior ini seolah sedang meredup di Liga 1 2019.

Jika musim lalu mampu membukukan 412 menit dalam delapan laga, musim ini Sunarto sama sekali belum mendapatkan kesempatan bermain semenit pun hingga akhir putaran pertama. Julukan sebagai super sub yang pernah disandangnya seperti memudar.

Kabar Terbaru Soal Cedera Hendro Siswanto

0

Ada kabar terbaru soal perkembangan kondisi cedera Hendro Siswanto. Gelandang Arema FC itu dikabarkan bakal segera pulih dan disiapkan untuk laga awal putaran kedua di pekan ke-18 Liga 1 2019 melawan Borneo FC, Jumat (13/9/2019) malam.

Banyak Aremania yang bertanya-tanya kenapa Hendro tidak dipasang saat Arema bermain imbang 1-1 dengan PSIS Semarang. Pemain asal Tuban tersebut mengalami cedera otot paha sebelah samping kanan.

Cedera itu dideritanya dalam sesi latihan terakhir Arema sebelum melawan PSIS, Jumat (30/8/2019). Dokter tim Arema, Nanang Tri Wahyudi mengungkapkan ada robekan pada otot paha si pemain.

“Saat ini kondisi cedera Hendro Siswanto masih sekitar 50-60 persen, dia mengalami cedera otot paha sebelah samping kanan saat sesi latihan terakhir. Ada robekan sedikit, makanya dia tidak bisa bermain,” kata dokter Nanang.

Penyebab Cedera Hendro Siswanto

Dokter Nanang mengungkapkan penyebab cedera Hendro Siswanto karena dampak seringnya si pemain dimainkan sepanjang putaran pertama. Hal itu mengakibatkan ada robekan pada otot pahanya.

Tak heran, karena Hendro menjadi andalan di lini tengah Arema dalam 14 kali laga di Liga 1 2019. Pemilik jersey bernomor punggung 12 itu praktis cuma absen di dua pertandingan melawan Persija Jakarta karena akumulasi kartu dan PSIS karena cederanya.

“Robekan pada ototnya itu karena kebanyakan lari, dia kan bermain terus, lari terus. Namun ini masih kategori cedera sedang,” imbuh dokter lulusan Universitas Indonesia tersebut.

Peluang Hendro Bermain Lawan Borneo FC

Dokter Nanang masih menakar peluang Hendo bisa dimainkan di laga melawan Borneo FC. Menurutnya, peluang itu masih ada jika proses pemulihannya berjalan lancar.

“Hendro akan kembali ke lapangan hari Jumat (6/9/2019) untuk menjalani proses pemulihan cederanya, mungkin peluangnya tampil melawan Borneo FC masih bisa, kami akan mengupayakannya,” pungkasnya.