blog Halaman 145

FIKSI: Senja di Stadion Kanjuruhan

Suci mulai merasa jenuh dengan hubungannya bersama Bayu. Gadis berparas cantik ini merasa bahwa kekasihnya kini mulai berubah. Hubungan keduanya seolah menjauh perlahan. Bahkan, dalam sebulan terakhir ini Bayu sudah jarang menghubunginya, meski hanya sekadar mengirim pesan singkat.

Sekalinya mereka nge-date berdua, Bayu selalu menjadikan Arema sebagai topik pembicaraan. Maklum, pemuda yang kini berusia 23 tahun tersebut adalah seorang Aremania.

Awalnya, Suci tertarik membahas dunia sepak bola terutama yang berkaitan dengan Arema, karena ia pun seorang Aremanita. Jujur saja, gadis itu mulai menyukai bola dan menyatakan diri sebagai Aremanita karena Bayu, kekasihnya.

Namun, seiring berjalannya waktu, Suci jadi merasa terabaikan. Meskipun Bayu sedang bersamanya, tetapi pikiran pemuda itu selalu tercurah untuk klub yang dicintainya.

Sebagai seorang gadis, Suci tentu merasa cemburu. Ia cemburu pada klub sepak bola, Arema, yang mendapatkan perhatian lebih dari kekasihnya. Bagaimana tidak cemburu jika Bayu selalu memiliki waktu untuk menonton pertandingan Arema, entah itu laga kandang maupun tandang. Segala kegiatan yang berkaitan dengan Arema, Bayu selalu mengetahuinya. Sedangkan hubungannya bersama Suci jarang mendapat perhatian. Sayangnya, Suci lebih memilih diam saja dan berusaha mengimbangi pembicaraan Bayu. Gadis itu berharap Bayu sadar tanpa harus Suci mengatakan kecemburuannya yang tak lazim.

Suatu sore..

Suatu sore, Suci duduk di depan meja belajarnya. Sepasang mata coklatnya yang indah beralih menatap kalender yang menempel di dinding. Jemarinya yang lentik menggeser kalender yang penuh coretan di tiap bulannya itu, lalu jarinya menunjuk satu tanggal.

“Besok aku ulang tahun. Apa kamu inget itu, Bayu?” Suci bertanya, lebih kepada dirinya sendiri. Ia tak yakin bahwa Bayu mengingat hari ulang tahunnya.

Beberapa saat kemudian, matanya kembali teralih ke benda lain di atas meja. Benda itu adalah sebuah foto yang dibingkai dengan frame hati. Suci semakin tenggelam dalam rasa rindunya pada sosok Bayu yang dulu, begitu ia melihat foto dalam frame itu.

Gadis itu meraih foto yang menjadi salah satu kenangan terindahnya bersama Bayu. Dalam foto itu, berdiri dirinya di samping Bayu. Keduanya berwajah ceria. Mereka tampak kompak mengenakan jersey Arema dan syal melingkar di leher masing-masing. Bayu yang lebih tinggi beberapa senti dari Suci, merangkul pundak kekasihnya. Sementara itu, Suci sendiri memeluk sebuah boneka singa yang diberikan Bayu padanya. Foto itu diambil dengan latar belakang Stadion Kanjuruhan. Karena, pada saat foto diambil, keduanya berencana menonton Arema yang menjamu tamunya dari Jakarta.

Suci tersenyum samar, namun ia tak mampu membendung air mata yang jatuh dari pelupuk matanya. Sungguh, saat ini ia merindukan Bayu. Ia rindu akan perhatian pemuda itu, candaannya, juga wajahnya. Yang ia inginkan saat ini adalah kehadiran Bayu disisinya.

Tengah Malam..

Suci terkejut mendengar dering ponselnya. Ia melihat jam dinding di kamar sambil mengerjap-ngerjapkan mata.

“Ini masih jam 12 malam. Siapa sih yang usil nelfon jam segini?” gerutu Suci sambil menyambar ponselnya yang tergeletak di lantai. Rupanya, saat gadis itu terlelap, tanpa sengaja kakinya menendang ponsel itu hingga jatuh dari tempat tidur.

“Bayu…” mata Suci melotot melihat nama yang tertera di layar ponselnya.

“Iya, Hallo…” Suci menerima panggilan dari Bayu dengan raut senang. Namun, mendadak sambungan terputus. Suci pun kembali menggerutu. Dalam hatinya, kalau tidak niat iseng tak usahlah tengah malam seperti ini.

“Sayang, maaf ya aku bangunin kamu tengah malam begini.” kata Bayu melalui pesan singkat di Whatssapp.

Suci tersenyum malu membacanya. Ia tak menyangka bahwa Bayu yang menurutnya sibuk ternyata masih menyempatkan diri untuk menghubunginya.

Suci yang bermaksud membalas pesan itu dengan kalimat normatif, ‘nggak apa-apa kok’ seketika jadi urung begitu pesan Bayu berikutnya masuk.

“Sayang, selamat ulang tahun yang ke-21, ya. Aku berdo’a, semoga cewek cantik ini selalu mendapatkan yang terbaik,” Bayu memotong chatnya, “Aku.. sayang kamu. Aku mau kita ketemu di Stadion Kanjuruhan nanti sore, jam 4, kita nonton Arema.”

“Tapi…” balas Suci. Namun, pesan itu hanya dibaca saja oleh Bayu.

Beginilah sifat Bayu, jika ia benar-benar ingin sesuatu dari Suci, maka pemuda itu takkan memberikan kesempatan bagi kekasihnya untuk bertanya atau berkata sesuatu. Suci tahu bahwa itu artinya suatu keharusan. Gadis itu menghela nafas panjang lalu tidur kembali dengan senyum merekah menghias bibirnya.

Hampir Sejam Menunggu..

Sudah hampir sejam Suci menunggu Bayu di Stadion Kanjuruhan. Langit sore yang cerah kini mulai berwarna jingga. Namun, ia tak melihat tanda-tanda kehadiran Bayu. Hanya Aremania Aremanita yang lalu lalang menuju ke pintu masuk. Cukup ramai sore itu, karena Arema akan menjalani laga kandang menjamu PSIS Semarang.

“Kamu kemana sih? Masa kamu bohongin aku?” Suci menggerutu, ia mulai merasa kesal.

Tiba-tiba sepasang telapak tangan menutup matanya dari belakang. Suci nyaris berteriak namun ia urungkan begitu mendengar suara seseorang yang tak asing di telinganya.

“Ayoo.. Tebak ini siapa?”

Suci tersenyum, “Bayu.. jangan iseng dong.”

Bayu yang berdiri di belakang Suci langsung tertawa seraya membalik tubuh Suci agar berhadapan dengannya. Sepasang mata elang Bayu menatap lembut mata Suci.

“Selamat ulang tahun, Sayang..” Bayu berkata sangat lirih, namun Suci mampu membaca gerak bibirnya.

“Bayu, kamu kenapa nggak pernah ada kabar belakangan ini? Apa kamu sesibuk itu?” Suci bertanya dengan suara berbentur angin senja.

Alih-alih menjawab, Bayu justru menggenggam erat kedua telapak tangan kekasihnya. Dari sorot matanya, Bayu berusaha meyakinkan Suci tentang rasa cintanya yang masih sama. Tak berubah sejak awal ia merasakan jatuh cinta pada gadis di hadapannya itu. Tak beberapa lama, tangan Bayu mulai membimbing tangan Suci ke arah pintu masuk VVIP Stadion Kanjuruhan.

Suci merasa kesal karena pertanyaannya tak kunjung mendapatkan jawaban. Namun, apalah daya, ia hanya bisa menurut dan ikut melangkahkan kaki masuk ke tribun VVIP bersama kekasihnya.

Sampai di Tribun VVIP..

Sesampainya mereka berdua di tribun VVIP, tak disangka sudah banyak Aremania yang ada di dalam stadion. Mereka ada yang membawa balon udara, yang memenuhi tribun ekonomi. Tak lama, master of ceremony pertandingan, Ovan Tobing mengeluarkan suaranya menyambut Aremania.

“Sebelum menikmati pertandingan, sore ini ada sesuatu yang spesial, persembahan dari nawak kita bernama Bayu, yang katanya dipersembahkan untuk kekasihnya, Suci,” kata sang MC.

Mata Suci pun terbelalak melihat sebuah bendera raksasa dibentangkan di sisi utara, timur dan selatan. Bendera raksasa itu bertuliskan ‘Selamat Ulang tahun, Suci!’ Satu stadion sontak mengucapkan selamat ulang tahun kepada Suci melalui lagu Selamat Ulang Tahun. Sang gadis pun hanya bisa tercengang dan terpaku.

Belum berhenti sampai di situ, kapten tim Arema, Hamka Hamzah yang sedang melakoni pemanasan bersama rekan-rekan satu timnya mendekat ke arah tribun VVIP dan menyambar mic punya MC.

“Selamat ulang tahun, Suci. Semoga hubungannya langgeng sampai ke pelaminan bersama sang kekasih, Bayu!” pekik Hamka.

Selang beberapa saat, balon-balon di tribun ekonomi dilepaskan ke udara secara bersamaan oleh Aremania. Tak heran, puluhan balon itu terbang menembus senja di Stadion Kanjuruhan. Begitu indah.

Suci tak dapat menahan dirinya untuk meneteskan air mata kebahagiaan. Tubuhnya seperti ikut melayang di langit senja.

“Ini alasan aku yang belakangan ini jarang ngasih kabar. Aku cinta kamu, Sayang.” Bayu berbisik di telinga Suci.

“Bayu, aku nggak berharap kamu melakukan semua ini. Tapi, makasih ya, Sayang. Ini istimewa banget.”

Bayu mendekap Suci dalam pelukannya. Sementara itu orang-orang di sekitarnya bersorak dengan gaduh.

Suci yang tenggelam dalam pelukan Bayu tersenyum bahagia. Ia berharap, kisah yang ia lalui saat senja di Stadion Kanjuruhan ini akan jadi kisah yang indah dalam lembar hidupnya, bersama Bayu, pangeran singa di hatinya.

TAMAT

Digubah dari cerpen karya Riska Suci Rahmawati

Inilah Lagu dan Lirik Anthem Kita Saudara

Arema FC resmi meluncurkan anthem yang bakal dinyanyikan saat Singo Edan bertanding. Setelah melalui berbagai seleksi, akhirnya judul anthem Kita Saudara dipilih.

Pada sesi jumpa pers yang digelar di Kandang Singa, awak media mendapatkan video untuk disebarluaskan di kalangan Aremania.

Berikut ini adalah lirik dari anthem Kita Saudara

Di sini kita terus bernyanyi
Di sini kan tetap berdiri
Suara kita dari dasar hati
Tak kan pernah terhenti

Demi sebuah kejayaan
Singkirkan semua perbedaan
Demi sebuah kehormatan
Semua kita saudara

Reff
Tak kan pernah menyerah
Kita selalu bersama
Tak kan pernah terpisah
Karena kita saudara
Kita selalu ada
Dalam suka dan duka
untuk AREMA

 

Aremania Akan Kibarkan Bendera Raksasa

0

Bakal ada yang berbeda manakala Arema berjumpa dengan PSIS Semarang pada lanjutan Liga 1 2019, Sabtu (31/8). Pada laga tersebut nantinya akan digelar seremonial pengibaran bendera raksasa merah putih dan peluncuran anthem Arema.

Media Officer Arema Sudarmaji menjelaskan jika pengibaran bendera itu bertemakan One Soul One Nation (OSON) yang merupakan iniasi dari Aremania. Nantinya akan ada 600 peserta dari berbagai kalangan yang turut melakukan pengibaran.

“Mereka akan membentang bendera raksasa merah putih sebesar 100×60, yang diisi oleh 600 orang dari berbagai kalangan seperti Aremania, Aremanita, Banser, TNI, Polri, mahasiswa, FKPPI, hingga mungkin wartawan. Tujuannya adalah untuk persatuan dan kesatuan,” tegasnya.

Sejak dua pekan lalu, sejumlah akun di sosial media memang melakukan pendaftaran. Sejumlah Aremaniapun menjadi sukarelawan untuk mengibarkan bendera.

Momen ini dipilih karena bertepatan dengan bulan Agustus sebagai bulan Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-74. Selain itu Aremania memiliki keinginan untuk melihat Arema mengakhiri putaran pertama ini dengan kenangan dan hasil manis dengan dukungan yang disampaikan.

“Sejauh ini kegiatan ini sudah dikomunikasikan dengan operator, sehingga tidak ada regulasi yang dilanggar. Kami sudah mengatur rencana keluar dan masuknya relawan pengibar. Insyallah cepat karena memang ini bukan yang pertama,” tegasnya.

Di sisi lain, laga Arema melawan PSIS juga menjadi peluncuran perdana dari anthem Arema yang berjudul Kita Saudara.

“Lagu ini sudah diumumkan beberapa bulan yang lalu, memang peluncurannya sedikit mundur karena ada beberapa alasan. Kami beberapa hari lalu memberikan semacam pertanyaan kepada Aremania untuk memberikan judul, dan kami memberikan dua buah laptop kepada dua Aremania yang mampu membuat judul terbaik,” tegas El Kepet.

Jadwal Pertandingan dan Live TV Arema FC vs PSIS Semarang

Laga Arema FC vs PSIS Semarang akan tersaji di Stadion Kanjuruhan Malang, Sabtu (31/8/2019), pukul 18.30 WIB. Laga di pekan ke-17 Liga 1 2019 itu bakal ditayangkan oleh Indosiar selaku pemegang hak siar kompetisi.

Pelatih Arema, Milomir Seslija mengusung misi bangkit di laga ini. Sebab, pekan lalu, lagi-lagi Arema menelan kekalahan di laga tandang. Dijamu tuan rumah Bali United, Arema kalah 1-2.

Pria yang akrab disapa Milo itu ingin melanjutkan tren positif saat bermain di kandang sendiri. Setidaknya, di enam laga terakhir yang dihelat di hadapan Aremania, skuat Singo Edan tak pernah terkalahkan.

“Saya pikir ini tak akan mudah, tak peduli saat laga tandang kami naik-turun, tapi kami ingin menjaga momentum. Kami akan mencoba memenangkan tiga poin, karena kami sudah kehilangan banyak poin di laga tandang. Kami akan mencoba yang terbaik, butuh usaha lebih,” kata Milo.

Waspadai Kemampuan Individual PSIS

Milo menyebut PSIS merupakan tim yang tak bisa dipandang sebelah mata. Terlebih, tim berjuluk Mahesa Jenar itu memiliki pemain dengan kemampuan individual bagus.

Memang, di enam laga terakhirnya di Liga 1 2019, PSIS kalah lima kali dan hanya mampu meraih satu poin. Namun, pelatih asal Bosnia itu menekankan pada pemainnya untuk melupakan catatan negatif tersebut.

“Karena kami tahu, PSIS tim bagus, mereka punya kecepatan individual. Kami tak boleh membiarkan mereka melakukan serangan balik, atau menyediakan ruang gerak bagi pemain lawan. Kami harus terus menekan agar mereka tak bisa mengembangkan permainan,” imbuhnya.

Tak Boleh Sekadar Unggul Satu Gol

Milo tak hanya ingin anak asuhnya sekadar unggul lebih dahulu di laga Arema FC vs PSIS ini. Keunggulan satu gol menurutnya sia-sia jika lawan mampu mencetak gol juga.

“Sepanjang pertandingan kami harus menekan, jangan memberikan kesempatan pada lawan untuk menciptakan peluang. Jangan sampai PSIS bisa mencetak gol ke gawang Arema,” pungkas pelatih 55 tahun ini.

Perkiraan Susunan Pemain Kedua Tim.

Arema FC:
Muhammad Sandi Firmansyah, Arthur Cunha, Hamka Hamzah, Agil Munawar, Nasir, Hendro Siswanto, Jayus Hariono, Makan Konate, Dendi Santoso, Riky Kayame, Sylvano Comvalius.

PSIS Semarang:
Joko Ribowo, Wallace Costa, Kalvin Wopi, Soni Setiawan, Safrudin Tahar, Patrick Mota, Artur Bonai, Heru Setyawan, Komaruddin, Bayu Nugroho, Claudir Marini.

Nasir Lebih Suka Menghadapi Sayap-sayap Cepat PSIS

0

Nasir tak gentar menghadapi sayap-sayap cepat PSIS Semarang saat bersua timnya di pekan ke-17 Liga 1 2019, Sabtu (31/8/2019) malam di Stadion Kanjuruhan Malang. Pemain sayap Arema FC itu mengaku lebih suka menghadapi pemain sayap yang punya kecepatan.

Sebagai pemain sayap, Nasir bakal menghadapi pemain-pemain sayap PSIS. Seperti diketahui, tim Mahesa Jenar memiliki pemain sayap cepat seperti Bayu Nugroho dan Komaruddin.

Beruntung bagi Nasir, pemain sayap nan haus gol lainnya, Hari Nur Yulianto terpaksa absen melawan Arema lantaran akumulasi kartu kuning. Namun, bukan berarti pemain sayap lainnya tak diwaspadainya.

“Saya lebih suka mengantisipasi pemain-pemain sayap yang punya kecepatan, saya yakin mampu langsung menekan, saya lebih senang menghadapi pemain tipe ini, daripada pemain-pemain sayap yang biasa mengandalkan kepintaran,” kata Nasir.

Jadi Bek Sayap Kiri Lagi

Pelatih Arema, Milomir Seslija mengisyaratkan bakal kembali memasang Nasir di posisi bek sayap kiri. Diakuinya, butuh adaptasi juga bermain lebih ke belakang daripada posisi aslinya sebagai penyerang sayap kiri.

Setidaknya, pemain asal Tuban itu sudah memiliki modal bermain bagus di posisi bek sayap kiri. Hal itu ditunjukkannya saat Arema melibas Persebaya Surabaya 4-0 di Stadion Kanjuruhan Malang.

“Kalau untuk adaptasi, alhamdulillah bisa lebih cepat daripada yang saya pikirkan, awalnya kan saya penyerang sayap kiri, cuma ini agak geser ke belakang jadi bek sayap kiri,” imbuh pemilik jersey bernomor punggung 8 tersebut.

Incar Kemenangan di Kandang

Selain bermain bagus di posisi barunya, Nasir juga bertekad memenangkan pertandingan melawan PSIS ini. Menurutnya, peluang ini tak boleh disia-siakan.

“Kami harus memaksimalkan pertandingan melawan PSIS ini, kalau bisa kami harus mendapatkan tiga poin, karena kami bermain di kandang sendiri,” pungkas eks Timnas Indonesia U-22 ini.

Takafumi Akahoshi Mungkin Belum Bisa Dimainkan

0

Arema FC terancam tidak bisa memainkan pemain asing barunya, Takafumi Akahoshi pada pertandingan terakhir putaran pertama melawan PSIS Semarang, Sabtu (31/8).

Penyebabnya adalah hingga hari ini dua hal yang menjadi salah satu syarat yang harus diberikan untuk mendaftarkan pemain ke PT Liga Indonesia Baru (LIB) masih belum terpenuhi yaitu KITAS (Kartu Izin Tinggal Terbatas) dan ITC (International Transfer Certificate) belum terbit.

Kitas adalah sebuah izin yang diberikan pihak imigrasi kepada Warga Negara Asing agar dia bisa tinggal di Indonesia. Sementara ITC adalah sertifikat transfer internasional yang harus dimiliki saat mendatangkan pemain antar negara.

Media Officer Sudarmaji menjelaskan jika saat ini ITC pemain yang diurus melalui aplikasi TMS (Transfer Matching System) sudah mendekati tahap akhir. Dirinya menyatakan jika saat ini statusnya tinggal menunggu persetujuan dari Federasi Sepakbola Iran.

“Pengajuan kepada klub sudah dipenuhi, begitu juga dengan dokumen-dokumen yang diperlukan sudah kami sertakan. Kami berpikiran positif jika sampai hal ini belum dikonfirmasi bisa jadi karena saat ini Iran tengah libur di hari Jumat,” terang Sudarmaji.

Sudarmaji mengaku masih terus menunggu perkembangan terbaru dari update status sang pemain. Mungkin Arema akan menunggu hingga detik-detik dimulainya pertandingan.

Selain ITC, problem yang masih membelit Takafumi adalah Kitas sang pemain masih belum terbit. Menurut Sudarmaji Kitas dari pemain asal Jepang tersebut tengah diurus oleh agennya.

Hanya saja perkembangannya seperti apa Sudarmaji masih belum mengetahui. Dia meminta awak media untuk menanyakan langsung ke agen sang pemain yaitu Afri Marcelli.

“Saya masih belum mengetahui seperti apa Kitas dari Takafumi, semoga cepat selesai pengurusannya,” sambungnya.

Aremanita Keturunan Jepang Ini Senang Arema Punya Pemain Jepang

Takafumi Akahoshi menjadi pemain Jepang pertama yang memperkuat Arema. Hal ini disambut baik oleh Vanty Wahyu Firmanti, Aremanita keturunan Jepang.

Vanty, sapaan akrabnya, mengaku baru kali ini melihat tim kebanggaannya, Arema, mengontrak pemain asal Jepang. Yang diketahuinya, pemain Asia Timur yang pernah tampil di skuat Singo Edan dari Korea.

Menurut wanita kelahiran 2 Juli 1987 ini, pemain Jepang cocok bermain di Arema. Sebab, mereka punya tipikal permainan yang sama dengan gaya main Arema.

“Jepang itu identik dengan karakter pantang menyerah, saya yakin permainan Akahoshi bagus dan pantang menyerah sebelum mencetak gol dan menang,” kata Vanty kepada WEAREMANIA.

Tak Berpatokan pada Tampang

Jika umumnya Aremanita suka pemain Arema karena tampangnya, berbeda dengan Vanty. Ibu dua putri ini tak berpatokan pada tampang dalam menilai Takafumi Akahoshi.

Menurutnya ketampanan tak menjamin kualitas si pemain di lapangan. Jadi, Vanty tak mempermasalahkan hal ini.

“Kalau gantengnya standar sih, mirip Irfan Bachdim (pemain Bali United),” imbuh Aremanita yang berdomisili di Gadingkasri, Kecamatan Klojen, Kota Malang.

Yang Penting Main Edan

Kehadiran Takafumi Akahoshi di Arema memunculkan harapan baru di hati Vanty. Wanita yang pernah merantau ke Tenggarong, Kalimantan Timur ini ingin si pemain meninggalkan jejak manis di Malang.

“Saya ingin Akahoshi bermain edan, main bagus, dan bismillah bisa membawa Arema juara. Yang penting jangan sampai main individual,” pungkas Aremanita keturunan Jepang yang leluhurnya berasal dari Prefektur Okinawa ini.

Mengenang Tujuh Gol Cristian Gonzales ke Gawang Arema

Cristian Gonzales bukan cuma menjadi legenda Arema, namun juga legenda sepak bola Indonesia. Ternyata, tujuh dari total torehan penyerang gaek itu dilesakkannya ke gawang Arema.

Sebelum ke Arema, pemain berjuluk El Loco itu membela empat klub berbeda sepanjang kariernya di Indonesia. Tercatat ada PSM Makassar, Persik Kediri, Persib Bandung dan Persisam Samarinda.

Di PSM Makassar yang menjadi klub pertamanya sejak 2003 silam, El Loco mengoleksi total 32 gol dari 56 penampilannya. Gelar pencetak gol terbanyak pun sempat diraihnya di musim perdananya di Liga Indonesia 2003.

Kejayaan Gonzales sejatinya diraih di Kediri bersama Persik kala mempersembahkan total 124 gol. Gelar juara Liga Indonesia 2006-2007, top skor Ligina 2005-2006, 2006-2007, 2007-2008, top skor Piala Gubernur Jatim 2008 adalah pembuktian sang bomber.

Kesuburan penyerang 39 tahun itu berlanjut kala dikontrak 2,5 musim oleh Persib pada 2009-2011 dengan 58 golnya. 28 gol di antaranya mengantarkannya kembali meraih gelar top skor Ligina keempatnya di musim 2008-2009.

Meski tak sebanyak musim-musim sebelumnya, kala teken kontrak dengan Persisam Samarinda di musim 2011-2012, Gonzales tetap produktif. Dalam 32 pertandingan, gawang lawan sukses dibobolnya 18 kali.

Lalu seperti apa tujuh gol Cristian Gonzales ke gawang Arema? Berikut ini ulasannya.

1. PSM di Ligina 2003 (Putaran I)

Gol perdana Cristian Gonzales ke gawang Arema dicetaknya di Liga Bank Mandiri Indonesia 2003 (22/1). Di musim perdananya di Ligina itu, Gonzales sukses mempersembahkan kemenangan 2-0 bagi timnya, PSM Makassar atas Arema di Stadion Mattoangin.

Gonzales yang kala itu berusia 28 tahun, membuka keunggulan PSM dengan golnya di menit 29′. Kompatriotnya Oscar Aravena kemudian menggandakan keunggulan tim Juku Eja menjadi 2-0 semenit jelang turun minum.

2. PSM di Ligina 2003 (Putaran II)

Bertekad membalas kekalahan 0-2 di putaran pertama Liga Bank Mandiri Indonesia 2003, Arema tampil ngotot di putaran kedua yang dihelat di Stadion Gajayana Malang (22/5). Namun lagi-lagi skuat Singo Edan harus kembali gigit jari oleh ulah Gonzales.

Sorak Aremania seisi stadion pecah kala Arema mampu unggul dulu di menit 11′ lewat gol Rodrigo Araya. Namun gol pemain asal Chile itu menjadi sia-sia setelah Gonzales menyamakan kedudukan di menit 59′. Skor sama kuat 1-1 bertahan hingga laga bubar.

3. Persik di Ligina 2005 (Babak 8 Besar)

Gonzales kembali menghukum lengahnya pertahanan Arema di Babak 8 Besar Liga Djarum Indonesia 2005. Kala itu Arema yang lolos sebagai runner-up wilayah barat harus bertarung di Grup Timur yang berisi Persipura Jayapura (juara wilayah timur), Persik Kediri (peringkat 3 wilayah timur), dan PSMS Medan (peringkat 4 wilayah barat).

Di laga ketiga (21/9), Arema yang masih mengoleksi satu poin dari hasil imbang dengan PSMS harus menghadapi klub yang dibela Gonzales, Persik Kediri yang kalah dari Persipura dan PSMS di dua laga sebelumnya. Laga pamungkas tersebut tak berpengaruh lagi di klasemen akhir Grup Timur, kecuali faktor gengsi derby Jawa Timur.

Gol Bertha Yuana dan Gonzales memaksa Arema kalah dua gol tanpa balas dalam derby panas yang dihelat di Stadion Mandala Jayapura itu. Alhasil, kekalahan kedua itu menempatkan Arema di dasar klasemen Grup Timur dengan raihan satu poin dan sama sekali tak mencetak sebiji gol pun.

4. Persik di Super Copa Indonesia 2007

Arema kembali bertemu dengan Gonzales, yang masih mengenakan jersey ungu Persik Kediri di ajang Super Copa Indonesia 2007. Dalam ajang ini Arema sebagai juara Copa Indonesia 2006 menantang Persik selaku juara Liga Indonesia 2006 (13/5).

Laga yang dimainkan di Gelora Delta Sidoarjo itu dipimpin oleh wasit Jimmy Napitupulu. Wasit berlisensi FIFA itu harus berkali-kali mencabut kartu kuning untuk Alex Pulalo, Bruno Casimir, dan Rasmoyo dari Arema dan untuk Zaenuri, Gonzales, dan Ronald Fagundes dari Persik.

Khusnul Yuli membuka skor 1-0 untuk keunggulan Persik di menit kelima sebelum disamakan oleh Patricio Morales tiga menit jelang turun minum. Gonzales akhhirnya menjadi penentu kemenangan Macan Putih 2-1 dengan golnya di menit 60′ sekaligus membawa pulang trofi juara Super Copa Indonesia ke Kediri.

5. Persib di ISL 2008-2009

Kutukan gol Gonzales ke gawang Arema berlanjut di Indonesia Super League 2008-2009 kala si pemain datang ke Stadion Kanjuruhan Malang bersama klub barunya, Persib Bandung. Arema yang kalah 1-2 di pertemuan pertama di Bandung bertekad bangkit saat menjamu Gonzales dkk (9/5).

Alih-alih mencetak gol, skuat asuhan Gusnul Yakin justru kebobolan dulu lewat aksi Hilton Moreira 11 menit setelah kick off babak pertama dimulai. Gol Gonzales di menit 62′ mengubah papan skor menjadi 0-2 dan memaksa skuat Singo Edan menelan kekalahan kandang kelimanya musim itu.

6. Persib di ISL 2009-2010

Skuat juara Arema di Indonesia Super League (ISL) 2009-2010 juga pernah ditaklukkan oleh gol Gonzales. Tepatnya di putaran kedua kala skuat asuhan Robert Rene Albert harus bertandang ke Stadion Si Jalak Harupat Bandung, markas Persib (14/3).

Hasil 0-0 di pertemuan pertama kedua tim di Stadion Kanjuruhan Malang yang sempat dihelat tanpa penonton memotivasi Arema untuk mencuri poin penuh di Bandung. Namun hasilnya, malah El Loco yang menjadi penentu kemenangan Maung Bandung atas Arema dengan golnya di menit 63′.

7. Persisam di ISL 2011-2012

Arema yang butuh poin untuk mendongkrak posisi di dasar klasemen sementara Indonesia Super League (ISL) 2011-2012 kembali menelan pil pahit. Pelakunya tak lain, tak bukan, dan masih saja sosok Gonzales, yang kali ini berganti kostum oranye ala Persisam Putra Samarinda.

Bermain di Stadion Segiri Samarinda (1/2) Arema yang dimotori Marcio Souza mencoba menyerang, namun justru mantan pemainnya, Yongki Aribowo sukses mencetak gol pembuka di menit 30′. Gol Gonzales lima menit berselang yang memastikan kemenangan 2-0 Persisam makin menenggelamkan Arema di dasar klasemen.

Selamat ulang tahun Cristian Gonzales. Aremania masih merindukan bomber haus gol sepertinya.

Jamu Persebaya, Arema FC Memakai Jersey Anyar

0

Jersey yang dipakai pemain Arema FC saat kalah 4-2 dari Kalteng Putra pekan lalu rupanya menjadi jersey keluaran Munich X terakhir yang mereka pakai di Liga 1 2019. Saat menjamu Persebaya Surabaya di pekan ke-14 2019, Kamis (15/8/2019) sore, skuat Singo Edan akan memakai jersey anyar.

Seperti yang sudah diungkapkan General Manager Arema, Ruddy Widodo, per Agustus ini Arema sudah memutuskan kontrak dengan pihak Munich X selaku penyedia apparel tim musim ini. Hanya saja, momen laga melawan Persebaya dirasa tepat untuk pengenalan jersey anyar itu ke publik.

Bulan Agustus dinilai menjadi bulan sakral bagi Arema, di mana klub kebanggaan Aremania itu akan berulang tahun yang ke-32, 11 Agustus 2019. Apalagi, selang empat hari kemudian mereka menjamu tim rival sekelas Persebaya.

“Ini bulan sakral, apalagi kami akan bertemu dengan Persebaya, kemungkinan besar di pertandingan tersebut tim akan memakai jersey anyar,” kata Ruddy.

Rahasiakan Apparel Pengganti Munich X

Mengenai apparel pengganti Munich X, manajer berkaca mata itu ogah membeberkannya. Namun, Ruddy berjanji bakal ada pengenalan resmi dari pihak manajemen klub dalam waktu dekat sebelum pertandingan.

Menurutnya, ada langkah dari manajemen yang mengarah pada pemakaian apparel resmi milik klub sendiri. Ruddy menuturkan pengalaman kurang lebih tujuh bulan dengan Munich X meninggalkan sedikit rasa trauma padanya memakai brand apparel yang belum dikenalnya.

“Memang ada rencana memakai apparel sendiri, tapi dilihat saja nanti apa namanya,” imbuh pria asal Madiun tersebut.

Jersey Baru Harapan Baru

Arema pernah memakai apparel sendiri di musim 2011-2012 dengan slogan Rise to Fight-nya. Namun, setelah separuh musim, mereka mengganti jersey tersebut dengan jersey keluaran apparel lokal Malang, Ultras.

“Harapan kami dengan memakai jersey anyar nanti tim ini bisa lebih bersemangat melawan Persebaya,” tegasnya.

Menebus Kekalahan di Bali, Sylvano Comvalius Ingin Mengalahkan PSIS

0

Sylvano Comvalius ingin mengalahkan PSIS Semarang di pekan ke-17 Liga 1 2019, Sabtu (31/8/2019) malam di Stadion Kanjuruhan Malang. Penyerang Arema FC ini hendak menebus poin yang hilang usai timnya kalah di kandang Bali United pekan lalu.

Arema menderita kekalahan 1-2 saat bertandang ke Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali. Menurut Comvalius, kekalahan itu tak perlu disesali.

Yang terpenting saat ini timnya harus bangkit dari keterpurukan. Terlebih, mereka harus melakoni laga kandang terakhir di putaran pertama Liga 1 2019 ini dengan menghadapi PSIS di Stadion Kanjuruhan Malang.

“Setelah kalah di Bali kemarin, sekarang kami harus menang lagi, kami butuh tiga poin untuk bertahan di papan atas,” kata Comvalius.

Bukan Laga yang Mudah

Meski secara peringkat saat ini PSIS berada di bawah Arema, Sylvano Comvalius menilai laga ini tak akan berlangsung mudah bagi Arema. Terlebih, di pra-musim lalu skuat Singo Edan pernah kalah dari PSIS.

Arema dan PSIS pernah dua kali bersua di laga uji coba pra-musim. Di Malang, Arema menang cuma 1-0, sedangkan di kandang PSIS, Hamka Hamzah kalah 0-2.

“Seperti laga lainnya, kami tahu peluang untuk mengalahkan lawan sangat terbuka, tapi lawan juga punya peluang yang sama untuk mengalahkan kami. Jadi, kami harus bersiap, kami bisa saja menghancurkan tim manapa pun, asal tampil kompak, dan spartan,” imbuh pemain asal Belanda ini.

Kekalahan di Bali Jadi Motivasi

Menurut Sylvano Comvalius, kekalahan dari Bali United bisa menjadi motivasi untuk mengalahkan PSIS. Terlebih, saat ini Arema sedang butuh tambahan poin.

“Saya pikir, oke hasil di Bali buruk, tapi bukan itu yang harus kita pikirkan saat ini. Memang kami tidak bisa memenangkan poin, tapi kami bisa mendapatkan banyak pelajaran. Itu suatu pengalaman, dan ini akan membantu kami menjadi lebih baik,” pungkas pemain 32 tahun itu.