blog Halaman 2

Beda Nasib Aji Santoso Saat Jadi Pemain dan Pelatih Arema

Selamat ulang tahun Aji Santoso! Hari ini (6/4/2020) usianya genap 50 tahun. Pria asli Malang itu bukan hanya legenda sebagai pemain, tapi juga pernah melatih Arema.

Sebelum menyandang usia setengah abad ini, Aji sudah kenyang pengalaman, baik sebagai pemain maupun pelatih. Tak hanya di klub, tapi juga di Timnas Indonesia. Bahkan, yang membanggakan, di mana pun bermain, Aji tidak pernah duduk di bench pemain cadangan, karena namanya selalu masuk ke tim utama.

Aji identik dengan jersey bernomor punggung 3. Nomor punggung itu dipakainya di klub maupun di Timnas. Bahkan, di Arema, tak sembarangan pemain bisa mendapatkan nomor punggung keramat itu.

Nasib Aji Santoso sebagai Pemain Arema yang Pegang Rekor

Nasib Aji Santoso saat menjadi pemain Arema bisa dibilang mujur. Bahkan, selama membela Arema, namanya menjadi langganan dipanggil Timnas Indonesia pada kurun waktu 1990-2000, hingga mengoleksi 41 caps dan enam gol.

Aji mengawali karier profesionalnya di Arema pada tahun 1987 hingga 1995. Sempat hijrah empat musim ke tim rival Persebaya Surabaya, semusim bermain untuk PSM Makassar dan Persema Malang, musim 2002 dia kembali lagi ke Arema dan gantung sepatu pada tahun 2004.

Sebagai pemain, selain pernah membawa Arema merebut gelar juara Liga Sepak bola Utama (Galatama) 1992-1993, sejumlah rekor juga dipegangnya. Aji menjadi Pencetak Gol Termuda Arema di Laga Resmi, pada usia 18 tahun tujuh bulan 13 hari, pada laga melawan Barito Putera (Galatama 1987-1988, 19/11/1988).

Sayang, akhir manis gagal dikecapnya sebelum memutuskan untuk pensiun pada tahun 2004. Ajie yang kembali memperkuat Arema usai lama berpetualang ke klub-klub lain, gagal menyelamatkan Arema dari jurang degradasi pada Liga Indonesia 2003.

Nasibnya sebagai Pelatih Arema yang Berakhir Tak Manis

Aji Santoso didapuk menjadi pelatih Arema di Liga 1 2017, dan diperkenalkan pada akhir Desember 2016. Namun, lagi-lagi akhir yang manis tak mampu ditorehkannya, sama ketika menjadi penggawa Singo Edan dulu.

Era kepelatihan Aji di Arema sebenarnya mengusung konsep yang cukup istimewa, yakni Pandawa Lima yang menyatukan pada legenda klub. Aji didampingi asisten pelatih Joko Susilo, Singgih Pitono, Kuncoro, dan pelatih kiper Yanuar Hermansyah, yang semuanya mantan pemain Arema era juara Galatama 1992-1993.

Sebenarnya, rasa optimistis dan percaya diri untuk berprestasi itu muncul ketika dua trofi pramusim diboyong Aji ke Malang. Arema dibawanya menjadi juara Trofeo Bhayangkara Cup 2017, dan Piala Presiden 2017.

Sayang, hasil itu berbanding terbalik di kompetisi sebenarnya, Liga 1 2017, di mana Arema terseok-seok di putaran pertama. Karier Aji sebagai pelatih Arema pun berakhir setelah mengundurkan diri (31/7/2017) setelah adanya gelombang tekanan dari Aremania yang kurang puas dengan hasil tim kebanggan mereka.

Perjalanan Arema di ISL 2011-2012

Kompetisi Indonesia Super League (ISL) yang digelar tahun 2011-2012 menjadi musim ke-23 Arema setelah didirikan pada 11 Agustus 1987. Perjalanan Arema di ISL 2011-2012 berakhir di peringkat ke-12, lebih buruk dari pencapaian sebelumnya di ISL 2010-2011.

Kompetisi ISL musim keempat ini diikuti oleh 18 tim peserta, termasuk Arema yang memakai nama Arema Malang saat itu. Seluruh tim peserta berkompetisi dengan format satu wilayah, dengan tiga tim terbawah di klasemen akhir terdegradasi ke Divisi Utama.

Arema di ISL 2011-2012 mampu mengumpulkan 38 poin. Total, Arema yang kala itu dilatih Wolgang Pikal, yang kemudian digantikan oleh Suharno, hanya memenangkan 10 laga, 8 kali imbang, dan 16 sisanya berakhir dengan kekalahan. Arema melesakkan 45 gol, dan kebobolan 51 gol.

Pertandingan Arema di ISL 2011-2012

Putaran I

6 Desember 2011 Arema 0-1 Persela (Mario Costas 81)
10 Desember 2011 Persiba Balikpapan 2-1 Arema (Kenji Adachihara 40, Rahmad Latief 73 – Marcio Souza 35)
17 Desember 2011 Gresik United 2-0 Arema (Marwan Sayedeh 15, James Koko Lommel 36)
4 Januari 2012 Arema 2-2 Persiram (Ferry Aman Saragih 29, Seme Patrick 89 – Jean Boumsong 66, Nasution Karubaba 88)
8 Januari 2012 Arema 1-5 Sriwijaya FC (Arif Ariyanto 62 – Hilton Moreira 21, 37, 39, Kayamba Gumbs 85, 91)
13 Januari 2012 Persidafon 2-1 Arema (Patrick Wanggai 25, Juan Cirelli 78 – Marcio Souza 48)
18 Januari 2012 Deltras 3-3 Arema (Qischil Gandrum 12, Mijo Dadic 16, Shin Hyun Joon 72 – Marcio Souza 10, 37, 91)
22 Januari 2012 Arema 2-1 PSMS (Marcio Souza 37 PK, Rahmad bunuh diri 57 – Osas Saha 6)
28 Januari 2012 Arema 0-0 PSAP Sigli
1 Februari 2012 Persisam 2-0 Arema (Yongki Aribowo 30, Cristian Gonzales 35)
5 Februari 2012 Mitra Kukar 2-2 Arema (Nemanja Obric 17 PK, Anindito 50 – Seme Patrick 7, Marcio Souza 53)
16 Februari 2012 Arema 2-0 PSPS (Dicky Firasat 21, Arif Ariyanto 51)
19 Februari 2012 Arema 1-1 Persija (Precious bunuh diri 22 – Bambang Pamungkas 30)
11 Maret 2012 Pelita 2-1 Arema (Safee Sally 10, Alex Bajevski 75 – Agung Suprayogi 88)
15 Maret 2012 Persib 2-0 Arema (Miljan Radovic 19, Jajang Sukmara 77)
25 Maret 2012 Arema 1-2 Persipura (Firmansyah Aprillianto 48 – Zahrahan Krangar 6, Beto Goncalves 92)
29 Maret 2012 Arema 2-1 Persiwa (Ferry Aman Saragih 5, Marcio Souza 49 – Boakay E Foday 62)

Putaran II

13 April 2012 Persiwa 1-0 Arema (Erick Week Lewis 31)
17 April 2012 Persipura 2-1 Arema (Beto Goncalves 55 PK, 65 PK – Alain N’Kong 8)
21 April 2012 Persiram 1-0 Arema (Anderson da Silva 31)
25 April 2012 Arema 2-1 Persib (Herman Dzumafo 19, Arif Ariyanto 56 – Tony Sucipto 93)
28 April 2012 Arema 3-2 Pelita (Muhammad Ridhuan 13, Herman Dzumafo 56, Alain N’kong 86 – Greg Nwokolo 9, 33)
2 Mei 2012 PSPS 1-0 Arema (M. Zahrul Azhar 61)
6 Mei 2012 Persija 1-0 Arema (Pedro Javier 59)
12 Mei 2012 Arema 1-0 Persisam (Arif Ariyanto 82)
17 Mei 2012 Arema 5-3 Mitra Kukar (Dendi Santoso 10, Muhammad Ridhuan 12, Herman Dzumafo 30, Seme Patrick 67, Arif Ariyanto 69 – Bahoken 6, Zulham Zamrun 31, Ahmad Bustomi 45)
21 Mei 2012 PSAP Sigli 1-1 Arema (Seiko Camara 47 PK – Sunarto 64)
26 Mei 2012 PSMS 1-1 Arema (Osas Saha 60 – Sunarto 6)
31 Mei 2012 Arema 4-0 Persidafon (Ferry Aman Saragih 17, Herman Dzumafo 37, Johan Ahmat Farizi 74, Dicky Firasat 88)
12 Juni 2012 Arema 3-1 Deltras (Herman Dzumafo 28, Muhammad Ridhuan 60, Khusnul Yuli 89 – Budi Sudarsono 78 PK)
16 Juni 2012 Sriwijaya FC 2-1 Arema (M. Ridwan 15, Kayamba Gumbs 69 – Herman Dzumafo 60)
24 Juni 2012 Arema 3-1 Persiba Balikpapan (Seme Patrick 10, Muhammad Ridhuan 32, Alain N’kong 51 – Esteban Guillen 89)
30 Juni 2012 Arema 0-0 Gresik United
11 Juli 2012 Persela 3-1 Arema (Gustavo Lopez 4, Fathul Rachman 48, Mario Costas 59 – Seme Patrick 33)

Klasemen Akhir ISL 2011-2012

1. Sriwijaya FC 34 25 4 5 71 31 +40 79 (Juara)
2. Persipura Jayapura 34 20 8 6 65 35 68
3. Persiwa Wamena 34 19 4 11 60 42 61
4. Persela Lamongan 34 15 11 8 58 43 56
5. Persija Jakarta 34 14 10 10 53 36 52
6. Pelita Jaya 34 15 6 13 68 51 51
7. Persiba Balikpapan 34 14 9 11 60 55 51
8. Persib Bandung 34 14 7 13 49 49 49
9. Mitra Kutai Kartanegara 34 14 5 15 57 56 47
10. Persidafon Dafonsoro 34 13 7 14 57 65 46
11. Persisam Putra Samarinda 34 12 7 15 44 42 43
12. Arema Indonesia 34 10 8 16 45 51 38
13. PSPS Pekanbaru 34 11 5 18 40 54 38
14. Persiram Raja Ampat 34 10 8 16 45 63 38
15. Gresik United 34 11 5 18 36 69 38
16. PSMS Medan (D) 34 9 9 16 43 62 36 (degradasi)
17. Delta Putra Sidoarjo (D) 34 9 8 17 34 48 35 (degradasi)
18. PSAP Sigli (D) 34 6 9 19 33 66 27 (degradasi)

Top Skor ISL 2011-2012

25 gol Albeto Goncalves (Brazil/Persipura Jayapura)
22 gol Kayamba Gumbs (Sriwijaya FC), Mario Costas (Persela Lamongan)

Top Skorer Arema di ISL 2011-2012

Marcio Souza 8 gol
Herman Dzumafo 6 gol
Arif Ariyanto 5 gol
Seme Patrick 5 gol
Muhammad Ridhuan 4 gol
Ferry Aman Saragih 3 gol
Alain N’Kong 3 gol
Sunarto 2 gol
Dicky Firasat 2 gol
Agung Suprayogi 1 gol
Firmansyah Aprillianto 1 gol
Johan Ahmat Farizie 1 gol
Khusnul Yuli 1 gol
Dendi Santoso 1 gol

Susunan Manajemen dan Tim Pelatih Arema

Presiden Klub: Rendra Kresna
Direktur: Ruddy Widodo
Manajer Tim: Sunavip Ra Indrata
Media Officer: Sudarmaji
Head Coach: Wolfgang Pikal (Putaran I), Suharno (Putaran II)
Asst. Pelatih: Joko ‘Gethuk’ Susilo, Kuncoro
Pelatih Kiper: Drs. Dwi ‘Kirun’ Sasmianto
Pelatih Fisik: Sugeng B

Susunan Pemain Arema

Kiper:
Kurnia Meiga Hermansyah (putaran kedua)
Ahmad Kurniawan
Beny Yoewanto Setya
Dian Agus Prasetyo (cedera pada laga perdana)
I Ngurah Komang Arya (putaran pertama)
Rudi Ardiansyah (putaran pertama)

Bek:
Charis Yulianto
Seme Pierre Patrick (Kamerun)
Steven Lewis Hesketh (Australia)
Waskito Sujarwoko
Johan Ibo
Nurul Mauludi
Khusnul Yuli
Johan Ahmat Farizi (masuk pada putaran kedua)
Munhar
Sutikno (masuk pada putaran kedua)
Made Astawa (putaran pertama)
Kerry Yudhiono (putaran pertama)

Gelandang:
Dudi Hidayat (putaran pertama)
Muhammad Ridhuan (Singapura) (putaran kedua)
Catur Pamungkas
Firmansyah Aprillianto
Arif Ariyanto
Ferry Aman Saragih
Hendro Siswanto (putaran kedua)
Alain Mosely N’Kong (Kamerun) (putaran kedua)
Dendi Santoso (putaran kedua)
Anggo Julian Hari Sapta (putaran pertama)
Kim Yong Hee (Korea) (putaran pertama)

Penyerang:
Agung Suprayogi
Dicky Firasat
Herman Epandi Dzumafo (Kamerun) (putaran kedua)
Sunarto (putaran kedua)
Marcio Souza (Brazil) (putaran pertama)
Rodrigo Santoni (Argentina) (putaran pertama)
Benny Kristian Saputra (putaran pertama)
Boy Jati Asmara (putaran pertama)

Pemain Magang dari Arema U-21:
Okky Dery (gelandang)
Nanda Bagus (gelandang)
Supriyadi (gelandang)
Gilang Dedik Permadi (gelandang)
Lucky Ariawan (gelandang)
Andik Faturochman (penyerang)

Kurnia Meiga Selalu Masuk Best Starting XI Arema Favorit Aremania

0

WEAREMANIA mencoba mengajak Aremania menyusun Best Starting XI Arema (susunan 11 pemain terbaik) favorit sepanjang masa melalui akun Twitter @we_aremania. Dari banyak susunan pemain yang dimentionkan Aremania, nama Kurnia Meiga selalu jadi pilihan utama di posisi kiper.

Tersedia empat opsi formasi dalam sebuah gambar yang bisa dipilih oleh Aremania, yakni 4-3-3, 4-4-2, 3-4-3, dan 3-5-2. Aremania tinggal mengisi formasi itu dengan pemain favorit sesuai dengan posisinya masing-masing, lalu mengunggahnya kembali.

Formasi 4-3-3 sendiri menjadi opsi yang dipilih WEAREMANIA. Susunan pemain favoritnya adalah Kurnia Meiga; Benny Wahyudi, Pierre Njanka, Hamka Hamzah, Aji Santoso; Ahmad Bustomi, Esteban Guillen, Makan Konate; Muhammad Ridhuan, Noh Alam Shah, Greg Nwokolo.

Aremania mayoritas juga memilih formasi 4-3-3 yang punya karakter lebih menyerang, dan mengandalkan kecepatan pemain sayap. Sementara, formasi lawas, 3-5-2 kurang diminati oleh Aremania yang berpartisipasi mengirimkan starting XI pilihannya.

Kurnia Meiga Selalu di Hati Aremania

Tak heran mengapa nama Kurnia Meiga selalu masuk Best Starting XI Arema favorit Aremania. Sebab, kiper asal Jakarta tersebut memang selalu di hati Aremania, meski kini sudah tak lagi bermain di skuad Singo Edan.

Meiga tercatat memulai karier sepak bolanya di Arema pada musim 2008-2009 setelah mentas dari Diklat Ragunan Jakarta. Sayang, perjalanan kisahnya di Arema berakhir tragis di pertengahan musim Liga 1 2017 ketika penyakit misterius memaksanya gantung sarung tangan lebih dini.

Gelar paling membanggakan yang pernah diberikannya untuk Aremania tentu membawa Arema menjuarai Indonesia Super League (ISL) 2009-2010. Di musim itu juga, Meiga terpilih sebagai pemain terbaik, satu-satunya kiper yang pernah meraih gelar tersebut.

Rachmat Afandi, Legenda Arema dan 3 Fakta Menariknya

Selamat ulang tahun Rachmat Afandi! Penyerang kelahiran Jakarta, 5 April 1984 itu genap berusia 36 tahun (5/4/2020). Ada 4 fakta menarik yang tak banyak diketahui Aremania tentang si pemain, baik saat memperkuat Arema maupun kabar terbarunya kini.

Rachmat merupakan bagian dari skuad Singo Edan yang mengangkat trofi juara Indonesia Super League ISL) 2009-2010. Didatangkan Arema dari PSMS Medan, pemain bertinggi 172 cm itu lebih sering menjadi pemain cadangan.

Meski demikian, dalam semusim, Rachmat mencatatkan 23 laga (544 menit), cuma empat di antaranya dilakoni sebagai starter, dan 19 menjadi pemain pengganti. Pemilik jersey bernomor punggung 14 ini tercatat hanya empat kali bermain penuh 90 menit.

Berikut ini 3 fakta menarik Rachmat Afandi yang pernah memperkuat Arema.

1. Dua Gol untuk Arema

Sepanjang kariernya di ISL 2009-2010 bersama Arema, Rachmat Afandi bermain dalam 23 pertandingan. Dari sejumlah laga itu, pemain asli Jakarta ini mampu melesakkan dua gol untuk Arema.

Gol perdananya untuk Arema dibuat Rachmat pada pekan keenam ISL 2009-2010 (2/12/2009), di mana saat itu Arema menang 2-0 di kandang Pelita Jaya. Rachmat menyumbang salah satu gol kemenangan Arema di menit 84.

Sementara, satu gol lagi dibuatnya pada pekan ke-31, saat Arema menjamu Persisam Samarinda (16/5/2020). Arema menang 2-1, dan gol kedua Arema dilesakkan Rachmat di menit 65.

2. Pernah Memperkuat 4 Klub Besar

Tak banyak pemain di Indonesia yang dalam kariernya memperkuat empat klub besar Tanah Air, Persija Jakarta, Persib Bandung, Arema, dan Persebaya Surabaya. Namun, di antara sedikit pemain itu ada nama Rachmat Afandi.

Di masa muda, Rachmat merupakan didikan Persija junior, dan naik ke tim senior pada musim 2002, sebelum akhirnya hijrah ke Persebaya semusim kemudian. Pada musim 2011-2012, Rachmat kembali ke Persija hingga musim 2018, meski pada musim 2015 sempat merantau ke Mitra Kukar.

Sementara, masa-masa di Persib dilakoninya selama satu musim. Rachmat bermain di sana pada ISL 2010-2011, semusim setelah meninggalkan Arema.

3. Sempat Ingin Gantung Sepatu

Rachmat Afandi sempat menyatakan ingin gantung sepatu pada 3 Mei 2019, jelang Liga 1 2019 bergulir. Meski mengaku mendapat banyak tawaran bermain di Liga 2, namun tekadnya untuk pensiun sudah bulat dan memilih menjadi Asisten Pelatih.

Ada alasan khusus mengapa Rachmat berkeinginan seperti itu. Selain karena faktor usia, ingin lebih dekat dengan keluarga di Tangerang menjadi alasan terkuatnya.

Diakuinya, sebelum memutuskan berhenti dari dunia si kulit bundar, Rachmat sudah memiliki modal lisensi kepelatihan C AFC. Bahkan, Rachmat pun sudah punya niat untuk menaikkan level lisensi kepelatihannya tersebut.

Selamat ulang tahun Rachmat Afandi!

Ketika Aremania Terlibat dalam Film Romeo Juliet

0

Kelompok suporter Arema, Aremania terlibat dalam proses pembuatan film Indonesia yang berjudul Romeo Juliet yang disutradarai oleh Andibachtiar Yusuf. Proses pengambilan gambarnya sendiri berlangsung pada September 2008, sebelum film dirilis pada 23 April 2009.

Rumah produksi Bogalakon Pictures memilih lokasi pengambilan gambar di lapangan basket Stadion Gajayana, Kota Malang. Total ada seratus lebih Aremania yang mendapatkan kehormatan untuk terlibat langsung menjadi pemeran dalam film ini.

Aremania memerankan kelompok suporter Persija Jakarta (The Jakmania) dan kelompok suporter Persib Bandung (Bobotoh/Viking) untuk mengisi ending scene. Film ini sendiri memang mengambil plot cerita cinta terlarang antara Rangga suporter Persija dan Desi suporter Persib. Cinta mereka disebut terlarang setelah tak disetujui masing-masing kelompok suporter yang terkenal sebagai rival tersebut.

Dalam adegan itu, sejumlah Aremania mengenakan kaos oranye khas The Jakmania dan kaos biru khas Persib. Mereka berkumpul di tengah lapangan sambil meneriakkan caci maki, lalu terlibat bentrokan, hingga ada yang berlumuran darah (buatan).

Aremania Terlibat dalam Adegan Lainnya

Tak hanya dalam adegan ending scene film Romeo Juliet, Aremania juga dilibatkan dalam adegan lainnya. Pada adegan lainnya, Bogalakon Pictures memilih lokasi di Stasiun Malang Kotabaru.

Dalam adegan tersebut diceritakan tokoh utama film ini, Rangga dan Desi kabur ke Malang. Mereka yang hendak menyaksikan laga Arema vs Persija disambut oleh dirigen Aremania, Yuli Sumpil di stasiun tersebut.

Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang ikut dipilih menjadi salah satu lokasi pengambilan gambar film ini. Aremania dan The Jakmania digambarkan sedang menikmati laga antara Arema vs Persija di sana.

Alasan Dipilihnya Aremania

Bogalakon Pictures tak asal memilih Aremania untuk berperan dalam film Romeo Juliet ini. Production Designer dari rumah produksi asal Jakarta itu, Edmond Waworuntu menyebut Aremania dalam posisi netral saat itu.

Menurutnya, Aremania bisa dibilang sebagai kelompok suporter di Indonesia yang dekat dengan The Jakmania. Selain itu, kelompok pendukung Arema itu dinilai tidak punya masalah dengan Bobotoh/Viking.

“Aremania selama ini juga telah banyak membantu kami. Shooting kali ini kami juga banyak mendapatkan bantuan dari teman-teman Aremania,” ujar Edmond dikutip dari Malang Post.

Romeo Juliet yang berdurasi 104 menit ini dibintangi oleh sejumlah artis ternama. Selain tokoh utama Edo Borne (Rangga) dan Sissy Priscillia (Desi), film tersebut juga didukung oleh Alex Komang, Epy Kusnandar, Ramon Y Tungka, Norman Akyuwen, dan lain-lain.

Perjalanan Arema di ISL 2010-2011

Kompetisi Indonesia Super League) (ISL) yang digelar tahun 2010-2011 menjadi musim ke-22 Arema setelah didirikan pada 11 Agustus 1987. Perjalanan Arema di ISL 2010-2011 berakhir di posisi runner-up, lebih buruk dari pencapaian sebelumnya di ISL 2009-2010.

Kompetisi ISL musim ketiga ini diikuti oleh 18 tim peserta, termasuk Arema yang memakai nama Arema Indonesia saat itu. Namun, di tengah perjalanan, tiga klub memutuskan keluar dan mengikuti Liga Premier Indonesia (LPI), yakni PSM Makassar, Persema Malang, dan Persibo Bojonegoro. Segala hasil pertandingan melawan tiga tim tersebut dibatalkan.

Arema di ISL 2010-2011 mampu mengumpulkan 52 poin. Total, Arema yang kala itu dilatih Miroslav Janu, sanggup memenangkan 15 laga, 7 kali imbang, dan 6 sisanya berakhir dengan kekalahan. Arema melesakkan 52 gol, dan kebobolan 25 gol.

Pertandingan Arema di ISL 2010-2011

Putaran I

29 September 2010 Persisam Samarinda 2-1 Arema (Julio Gabriel Lopez Venegas 50, Choi Dong Soo 73 – Pierre Njanka Beyaka 75).
2 Oktober 2010 Bontang FC 0-5 Arema (Roman Chmelo 9, Noh Alam Shah 19, 66, Muhammad Ridhuan 61, 89).
17 Oktober 2010 Arema 4-2 Persibo (Roman Chmelo 1, Muhammad Ridhuan 22, 54, Noh Alam Shah 75 – Nurhidayat 56, Samsul Arif 72) (hasilnya dibatalkan).
20 Oktober 2010 Arema 2-0 Persijap (Esteban Gullien 17, Muhammad Ridhuan 68).
24 Oktober 2010 Persela 0-0 Arema.
27 Oktober 2010 Deltras 1-1 Arema (Cristiano Lopez Figueiredo 36 PK – Pierre Njanka 15).
31 Oktober 2010 Arema 3-1 Semen Padang (Dendi Santoso 2, Yongki Aribowo 12, Pierre Njanka 20 PK – Yu Hyun Koo 42).
3 November 2010 Arema 1-0 Pelita Jaya (Pierre Njanka Beyaka 28 PK).
4 November 2011 Arema vs Persema (Persema dipecat dari keanggotaan PSSI).
9 Januari 2011 Persija 2-1 Arema (Greg Nwokolo 45, Agu Casmir 68 – Roman Chmelo 72).
12 Januari 2011 PSPS 1-1 Arema (April Hadi 31 – Esteban Guillen 35).
16 Januari 2011 Arema vs PSM (PSM dipecat dari keanggotaan PSSI).
19 Januari 2011 Arema 3-0 Persiba (Leonard Tupamahu 4, Muhammad Ridhuan 59, Roman Chmelo 71).
23 Januari 2011 Persib 1-1 Arema (Atep 79 – Roman Chmelo 60).
26 Januari 2011 Sriwijaya FC 1-1 Arema (Supardi 11 – Sunarto 47).
6 Februari 2011 Arema 1-0 Persipura (Sunarto 90).
10 Februari 2011 Arema 4-0 Persiwa (Ahmad Bustomi 23, Muhammad Ridhuan 34, Ahmad Amiruddin 76, 89).

Putaran II

7 Maret 2011 Persipura 6-1 Arema (Zah Rahan 15, Boaz Solossa 60, 63, 87, Lukas Mandowen 78, Yustinus Pae 81 – Roman Chmelo 9).
10 Maret 2011 Persiwa 1-0 Arema (Shibakoya Yuichi 29).
20 Maret 2011 PSM Makassar vs Arema (dibatalkan).
23 Maret 2011 Persiba 0-0 Arema.
27 Maret 2011 Arema 1-1 Sriwijaya FC (Talaohu Abdul Musafri 34 – Budi Sudarsono 64).
1 April 2011 Arema 2-0 Persib (Noh Alam Shah 42, 82).
10 April 2011 Arema 2-1 Persija (Roman Chmelo 5 PK, Sunarto 17 – Bambang Pamungkas 86).
15 April 2011 Arema 4-2 PSPS (Noh Alam Shah Bin Kamarezaman 15, 35, 52, 71 – Isnaini 14, Leonard Tupamahu 84 bunuh diri).
24 April 2011 Pelita Jaya 1-0 Arema (Joko Sasongko 65).
28 April 2011 Semen Padang 2-0 Arema (David Pagbe 22, Edward Wilson Junior 90).
29 Mei 2011 Arema 3-0 Deltras (Roman Chmelo 37, Yongki Aribowo 39, 69).
4 Juni 2011 Arema 1-0 Persela (Ahmad Amiruddin 91).
8 Juni 2011 Persijap 2-3 Arema (Riski Novriansyah 32, Evaldo Silva 69 PK – Sunarto 8, Yongki Aribowo 47, Talaohu Abdul Musafri 61).
13 Juni 2011 Persibo vs Arema (dibatalkan).
15 Juni 2011 Arema 2-0 Persisam (Roman Golian 41, Muhammad Fakhruddin 87).
19 Juni 2011 Arema 8-0 Bontang FC (Talaohu Abdul Musafri 1, 8, Yongki Aribowo 11, 62, 83, Ahmad Amiruddin 49, Roman Chmelo 55, 72).

Klasemen Akhir ISL 2010-2011

1. Persipura Jayapura 28 17 9 2 63-23 60 (Juara)
2. Arema Indonesia 28 15 7 6 52-25 52
3. Persija Jakarta 28 15 7 6 52-28 52
4. Semen Padang FC 28 12 12 4 41-27 48
5. Sriwijaya FC 28 13 7 8 43-32 46
6. Persisam Putra Samarinda 28 13 3 12 39-45 42
7. Persib Bandung 28 11 6 11 44-43 39
8. Persiwa Wamena 28 10 8 10 43-50 38
9. Persela Lamongan 28 10 7 11 30-31 37
10. Persiba Balikpapan 28 9 7 12 41-44 34
11. PSPS Pekanbaru 28 10 3 15 38-47 33
12. Pelita Jaya 28 8 5 15 31-36 29
13. Deltras Sidoarjo 28 9 2 17 34-52 29
14. Persijap Jepara 28 7 7 14 28-50 28
15. Bontang FC 28 3 6 19 33-79 15

NB:
Tidak ada degradasi pada musim ini, karena PSM Makassar, Persema Malang, dan Persibo Bojonegoro mengundurkan dari kompetisi, dan pindah mengikuti Liga Primer Indonesia (LPI).

Pemain Terbaik

Boaz Solossa (Persipura)

Top Skor ISL 2010-2011

22 gol: Boaz Solossa (Persipura)
16 gol: Aldo Barreto (Persiba Balikpapan), Edward Junior Wilson (Semen Padang)
15 gol: Kenji Adachihara (Bontang FC)
13 gol: Marcio Souza da Silva (Deltras), Greg Nwokolo (Persija), Foday Boakay Eddy (Persiwa), Julio Lopez (Persisam)
12 gol: Bambang Pamungkas (Persija), Herman Dzumafo (PSPS)

Top Skorer Arema di ISL 2010-2011

Roman Chmelo 10 gol (1 gol dari penalti) (1 gol dibatalkan)
Noh Alam Shah 9 gol (1 dibatalkan)
Muhammad Ridhuan 7 gol (2 gol dibatalkan)
Yongki Aribowo 7 gol
Sunarto 4 gol
Ahmad Amiruddin 4 gol
Talaohu Abdul Musafri 4 gol
Pierre Njanka 4 gol (2 gol dari penalti)
Esteban Gullien 2 gol
Dendi Santoso 1 gol
Leonard Tupamahu 1 gol
Ahmad Bustomi 1 gol
Roman Golian 1 gol
Muhammad Fakhruddin 1 gol

Susunan Tim Pelatih Arema

Pelatih Kepala: Miroslav Janu
Asisten Pelatih: Joko Susilo
Asisten Pelatih: Tony Ho
Pelatih Kiper: Dwi Sasmianto
Dokter team: dr. Albert Rudianto

Susunan Pemain Arema

Kiper:
Kurnia Meiga Hermansyah
Achmad Kurniawan
Aji Saka
Syaifudin (putaran kedua)

Bek:
Purwaka Yudhi
Zulkifly Sukur
Benny Wahyudi
Johan Ahmat Farizi
Irfan Raditya
Pierre N’janka (Kamerun) (putaran pertama)
Waluyo
Hermawan
Leonard Tupamahu
Roman Golian (Slovakia) (masuk putaran kedua)
Wahyu Gunawan

Gelandang:
Hendra Ridwan (putaran kedua)
Muhammad Fakhrudin
Muhammad Ridhuan (Singapura)
Ronny Firmansyah
Tommy Pranata
Esteban Guillen (Uruguay)
Ahmad Bustomi
Juan Revi Auriqto

Penyerang:
Yongki Aribowo
Roman Chmelo (Slovakia)
Noh Alam Shah (Singapura)
Sunarto
Ahmad Amiruddin
Talaohu Abdul Musafri
Dendi Santoso

Kenangan Laga Arema vs Persija yang Sajikan Delapan Gol

Laga Arema vs Persija Jakarta dalam sejarah pertemuan kedua tim pernah diwarnai hujan gol. Seperti yang terjadi hari ini lima tahun silam yang menyajikan delapan gol.

Rekor laga dengan jumlah gol terbanyak dalam sejarah pertemuan Arema-Persija itu terjadi di laga pekan pertama QNB League 2015 (4/4/2015). Pertandingan antara dua tim yang kelompok suporternya dikenal bersahabat itu digelar di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang.

Persija datang ke Malang memainkan kekuatan terbaiknya. Mereka diperkuat Adixi Lenzivio, Ambrizal, Alan Aciar, Alfin Tuasalamony, Syaiful Indra, Rohit Chand, Amarzukih, Bambang Pamungkas, Ismed Sofyan, M. Ilham, dan Greg Nwokolo.

Sementara, Arema menurunkan sejumlah pemain anyarnya. Di starting line-up ada nama-nama seperti Kurnia Meiga, Johan Farisi, Victor Igbonefo, Fabiano Beltrame, Hasyim Kipuw, Ahmad Bustomi, Juan Revi, Ferry Aman Saragih, Samsul Arif, Cristian Gonzáles, dan Arif Suyono.

Lima Gol di Babak Pertama Laga Arema vs Persija

Lima gol terjadi pada babak pertama dalam laga Arema vs Persija. Sementara, tiga gol lainnya tercipta pada babak kedua.

Cristian Gonzales membawa Arema unggul lebih dulu dengan golnya di menit 10, sebelum dibalas dua gol oleh Bambang Pamungkas di menit 19 dan 29. Semenit berselang, Samsul Arif membuat kedudukan kembali imbang 2-2.

Sebelum turun minum, Fabiano mencetak gol di menit 38 untuk membawa Arema unggul 3-2. Namun, Bambang Pamungkas kembali menyamakan kedudukan menjadi 3-3 dengan gol hattricknya di menit 75.

Delapan menit jelang bubar, tak disangka Greg mampu mencetak gol keempat Persija sehingga unggul 4-3. Keinginan Persija membawa pulang tiga poin pupus ketika Fabiano melesakkan gol keduanya lewat titik penalti di menit tambahan waktu yang selamatkan Arema dari kekalahan di hadapan Aremania.

Mengenang Hattrick Noh Alam Shah ke gawang Pelita Jaya

Hattrick Noh Alam Shah pernah dibuatnya di musim pertama bermain di Arema. Tiga gol perdananya itu dilesakkannya ke gawang Pelita Jaya.

Pemain yang akrab disapa Along itu didatangkan untuk memperkuat lini depan skuad Singo Edan di musim 2009-2010. Dalam semusim, selain membawa Arema menjuarai Indonesia Super League (ISL) 2009-2010, 14 gol mampu dicetak oleh penyerang asal Singapura tersebut.

Tiga gol di antaranya dibuat Along pada pekan ke-27 ISL 2009-2010 (3/4/2010). Saat itu, Arema menjamu Pelita Jaya di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang.

Arema mampu pesta gol ke gawang Pelita yang musim itu dilatih oleh Djadjang Nurdjaman. Kemenangan 6-1 atas Pelita tercatat sebagai salah satu rekor kemenangan terbesar Arema di kandang sendiri pada kompetisi resmi Liga Indonesia.

Hattrick Noh Alam Shah dalam 39 Menit

Hattrick yang dibuat Noh Alam Shah dibuatnya dalam waktu 39 menit. Satu gol dilesakkan pemilik jersey bernomor punggung 12 itu pada babak pertama, sedangkan dua gol lainnya pada babak kedua.

Along membuka keunggulan Arema di menit 15 lewat golnya, yang kemudian digandakan Muhammad Fakhruddin di menit 25. Tiga menit jelang istirahat turun minum, satu gol Along membuat Arema sementara unggul 3-0.

Setelah gol kedua Fakhruddin di menit 49, Along menggenapi hattricknya dengan gol di menit 54. Pelita sempat memperkecil ketinggalan lewat gol Esteban Vizcarra di menit 75, yang dibalas gol rekan senegara Along, Muhammad Ridhuan di menit 87, sehingga skor akhir menjadi 6-1 untuk Arema.

Beny Setya Yoewanto dan Debut Mengenaskan di Arema

Ada yang masih ingat kiper Arema bernama Beny Setya Yoewanto? Pemain yang hari ini (3/4/2020) berulang tahun itu pernah punya kenangan debut mengenaskan di Arema. Seperti apa kisahnya?

Beny terhitung terlambat masuk skuad Singo Edan 2011-2012 saat itu. Pemain asli Malang ini didaftarkan paling akhir sebagai kompensasi atas cederanya kiper utama, Dian Agus Prasetyo di pekan pertama saat menghadapi Persela Lamongan.

Dalam usianya yang masih 18 tahun sembilan bulan lima hari, Beny harus melakoni laga berat di Indonesia Super League (ISL) 2011-2012 pekan kelima. Beny harus mengawal gawang Arema melawan Sriwijaya FC.

Saat itu, gawang Arema yang dijaga mantan didikan tim SAD Uruguay itu kebobolan lima gol dan kalah 1-5 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang. Tak mengherankan lantaran SFC kala itu merupakan tim bertabur pemain bintang.

Beny Setya Yoewanto Jadi Starter

Beny Setya Yoewanto terpilih menjadi starter pada laga melawan Sriwijaya FC bukannya tanpa alasan. Pemilik jersey bernomor punggung 43 itu dinilai punya kualitas yang lebih pantas ketimbang kiper-kiper lainnya seperti I Ngurah Komang Arya dan Rudi Ardiansyah.

Tampil perdana di depan Aremania, aksinya di bawah mistar gawang Arema hanya mampu menahan gempuran Sriwijaya hingga 21 menit awal. Hilton Moreira membuka keunggulan tim tamu di menit 21, selanjutnya mencetak hattrick dengan tambahan dua gol di menit 37 dan 39.

Gol Arif Ariyanto di menit 62 yang membuat Arema memperkecil ketinggalan 1-3 sempat membuka asa bagi Arema. Namun, Kayamba Gumbs dengan dua golnya di menit 85 dan 91 memastikan Arema kalah 1-5 di kandang sendiri.

Skor tersebut termasuk dalam catatan buruk, salah satu kekalahan paling telak Arema di kandang sendiri. Tak bisa dimungkiri, laga itu sendiri juga menjadi debut sekaligus mimpi buruk bagi Beny Setya Yoewanto.

5 Klub Luar Negeri yang Pernah Hancurkan Arema di Malang

Arema bisa dibilang langganan bermain di turnamen antar klub anggota AFC, tetapi langganan pula menjadi bulan-bulanan klub-klub asing, meski bermain di kandang sendiri. Setidaknya, ada lima klub luar negeri yang pernah hancurkan Arema di Malang.

Ajang intenasional yang pernah diikuti Arema antara lain Piala Champion Asia (sekarang AFC Champions League) 1993, AFC Champions League 2007, AFC Champions League 2011, dan AFC Cup 2014.

Skuad Singo Edan juga pernah melakoni sejumlah laga uji coba internasional melawan klub-klub luar negeri di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang. Namun, dari semua laga uji coba itu, Arema belum pernah menderita kekalahan kandang.

Lalu, Mana Sajakah Klub Luar Negeri yang Pernah Hancurkan Arema di Malang?

1. Kawasaki Frontale (2007)

Arema berksempatan menuai poin perdana di babak penyisihan grup AFC Champions League 2007 saat memainkan matchday 1 di kandang sendiri, Stadion Gajayana, Kota Malang (7/3/2007). Sayang, mereka malah kalah dari wakil Jepang, Kawasaki Frontale 1-3.

Menit pertama gawang Arema sudah kebobolan oleh gol Magnum Tavarez, sebelum menyamakan skor 1-1 lewat gol Elie Aiboy di menit 15. Petaka bagi Arema datang pada babak kedua ketika Tavarez kembali melesakkan golnya di menit 73 ditambah dengan gol Kengo Nakamura di menit 82 hingga Kawaski pulang dengan tiga poin.

2. Chunnam Dragon (2007)

Kekalahan Arema dari klub luar negeri di ajang AFC Champions League 2007 berlanjut di matchday 6 yang masih digelar di Stadion Gajayana (23/5/2007). Giliran Chunnam Dragon sebagai wakil Korea Selatan yang menjungkalkan tim tuan rumah 1-0.

Berbekal kemenangan 1-0 atas Bangkok University (Thailand) pada laga kandang sebelumnya, Arema sempat menahan imbang Chunnam 0-0 pada babak pertama. Namun, babak kedua baru berlangsung dua menit, gawang Arema kebobolan oleh gol pemain Chunnam, Ju Kwang Youn yang memaksa Arema kalah lagi.

3. Jeonbuk Hyundai Motors (2011)

Jeonbuk Hyundai Motors menjadi lawan Arema pada matchday 2 AFC Champions League 2011 di Stadion Kanjuruhan (16/3/2011). Laga kandang perdana Arema pada babak penyisihan grup itu berakhir tragis setelah kalah empat gol tanpa balas.

Pertahanan kuat Arema yang mendapatkan suntikan semangat dari Aremania di tribune stadion hanya bertahan 25 menit setelah Jeonbuk mencetak gol pertama melalui Ji Woong Kim. Tiga gol tim tamu ke gawang Arema dibuat pada pengujung babak kedua, lewat Huang Bowen di menit 78, Luiz Henrique di menit 81, dan 88.

4. Cerezo Osaka (2011)

Wakil Jepang lainnya, Cerezo Osaka juga pernah membawa pulang tiga poin dari Malang. Kemenangan dengan skor telak 4-0 itu didapat pada matchday 5 AFC Champions League 2011 di Stadion Kanjuruhan (3/5/2011).

Bintang Cerezo dan Timnas Jepang, Horoshi Kiyotake membuka skor di menit 30 lewat golnya, ditambah gol Rodrigo Pimpao di menit 43 yang menutup babak pertama dengan skor 2-0 tim tamu unggul. Bintang Timnas Jepang lainnya, Takashi Inui melengkapi derita Arema di babak kedua dengan dua golnya di menit 46 dan 60.

5. Ha Noi T&T (2014)

Klub luar negeri yang pernah hancurkan Arema di Malang terakhir adalah Ha Noi T&T, wakil Vietnam di matchday 2 AFC Cup 2014 di Stadion Kanjuruhan (11/3/2014). Laga kandang perdana skuad Singo Edan di turnamen tersebut berakhir dengan kekalahan 1-3.

Gonzalo Maronkle sempat membawa tim tamu unggul 1-0 lewat golnya di menit 20 sebelum skor disamakan Arema menjadi 1-1 melalui gol Cristian Gonzales dari titik penalti di menit 27. Namun, Ha Noi kembali melesakkan dua gol kemenangan di hadapan Aremania, lewat penalti Gonzalo di menit 33, dan Nguyen van Van Quyet di menit 89.