blog Halaman 3

Perjalanan Arema di ISL 2009-2010

Kompetisi Indonesia Super League (ISL) yang digelar tahun 2009-2010 menjadi musim ke-21 Arema setelah didirikan pada 11 Agustus 1987. Perjalanan Arema di ISL 2009-2010 berakhir di tangga juara, lebih baik dari pencapaian sebelumnya di ISL 2008-2009.

Kompetisi ISL musim kedua ini diikuti oleh 18 tim peserta, termasuk Arema yang memakai nama Arema Indonesia saat itu. Kompetisi masih digelar dengan format satu wilayah seperti musim sebelumnya.

Arema di ISL 2009-2010 mampu mengumpulkan 73 poin. Total, Arema yang kala itu dilatih Robert Rene Alberts, sanggup memenangkan 23 laga, 4 kali imbang, dan 7 sisanya berakhir dengan kekalahan. Arema melesakkan 57 gol, dan kebobolan 22 gol.

Pertandingan Arema di ISL 2009-2010

Putaran I

11 Oktober 2009 Arema 1-0 Persija (Fakhrudin 53).
14 Oktober 2009 Arema 0-0 PSPS.
22 Oktober 2009 Bontang FC 1-2 Arema (Moises Dario Maldonado Olevar 17 – Noh Alam Shah 39, 57).
25 Oktober 2009 Persisam 0-1 Arema (Roman Chmelo 81).
28 November 2009 Persitara 0-0 Arema.
2 Desember 2009 Pelita Jaya 0-2 Arema (Roman Chmelo 4, Rachmat Afandi 84).
6 Desember 2009 Arema 1-0 Persiwa (Noh Alam Shah 10 PK).
9 Desember 2009 Arema 2-1 Persipura (Fakhrudin 40, 65 – Ismail Paulo Rumere 72).
12 Desember 2009 Persijap 0-1 Arema (Noh Alam Shah 40 PK).
16 Desember 2009 Persela 1-0 Arema (Samsul Arif 12).
19 Desember 2009 Arema 0-0 Persib.
23 Desember 2009 Arema 3-0 Sriwijaya FC (Pierre Njanka 5, Fakhrudin 56, Roman Chmelo 60).
10 Januari 2010 Arema 3-1 Persema (Noh Alam Shah 20, 83, Fahkrudin 33 – Jairon Feliciano Damasio 16).
16 Januari 2010 Persebaya 2-0 Arema (Taufiq 19, Andi Oddang 4).
20 Januari 2010 Persik 0-1 Arema (Noh Alam Shah 72).
24 Januari 2010 Arema 1-2 Persiba (Dendi Santoso 87 – Fery Ariawan 72, 77)
27 Januari 2010 Arema 3-0 PSM (Roman Chmelo 4, Noh Alam Shah 39, Fakhrudin 90).

Putaran II

10 Februari 2010 PSM 0-2 Arema (Simon Kujiro 19 bunuh diri, Roman Chmelo 74).
14 Februari 2010 Persiba 1-0 Arema (Fery Ariawan 39).
18 Februari 2010 Arema 3-0 Persik (Noh Alam Shah 23, Roman Chmelo 83, Pierre Njanka 90 PK).
21 Februari 2010 Arema 1-0 Persebaya (Pierre Njanka 90 PK).
9 Maret 2010 Persema 1-3 Arema (Siswanto 15 – Esteban Javier Guillen Tejera 33, Roman Chmelo 57, Muhammad Ridhuan 77).
14 Maret 2010 Persib 1-0 Arema (Christian Gonzales 63)
20 Maret 2010 Sriwijaya FC 1-0 Arema (Kayamba Gumbs 64)
24 Maret 2010 Arema 3-1 Persijap (Esteban 2, Chmelo Roman 37, 46 – Iswanto 64).
30 Maret 2010 Arema 2-0 Persitara (Ridhuan 35, Dendi Santoso 70).
3 April 2010 Arema 6-1 Pelita Jaya (Noh Alam Shah 15, 42, 54, Fakhrudin 25, 49, Ridhuan 87 – Esteban Vizccara 74)
11 April 2010 Persiwa 0-2 Arema (Ridhuan 75, Chmelo Roman 80).
24 April 2010 Persipura 4-1 Arema (Boaz 16, 84, Ortizan 57, Stevie Bonsapia 75 – Njanka 18).
4 Mei 2010 Arema 2-1 Persela (Chmelo Roman 59, 61, Samsul Arif 45).
16 Mei 2010 Arema 2-1 Persisam (Pierre Njanka 45+2, Rachmat Afandi 65).
19 Mei 2010 Arema 3-0 Bontang FC (Esteban 14, Ridhuan 90, Bustomi 90+4).
26 Mei 2010 PSPS 1-1 Arema (Noh Alam Shah 41 – Dzumafo Epandi 47 PK).
30 Mei 2010 Persija 1-5 Arema (Bambang Pamungkas 60 – Esteban 8, Njanka 45 PK, Chmelo Roman 66, 75, Noh Alam Shah 70).

Klasemen Akhir ISL 2009-2010

1. Arema Indonesia 34 23 4 7 57-22 73 (Juara).
2. Persipura Jayapura 34 18 13 3 62-32 67.
3. Persiba Balikpapan 34 15 9 10 44-31 54.
4. Persib Bandung 34 16 5 13 50-36 53.
5. Persija Jakarta 34 14 10 10 41-36 52.
6. Persiwa Wamena 34 15 5 14 57-56 50.
7. PSPS Pekanbaru 34 14 7 13 43-37 49.
8. Sriwijaya FC 34 14 6 14 48-49 48.
9. Persijap Jepara 34 13 7 14 40-45 46.
10. Persema Malang 34 13 6 15 43-52 45.
11. Bontang FC Bontang 34 12 8 14 53-52 44 (*).
12. Persisam Putra Samarinda 34 12 8 14 38-41 44.
13. PSM Makassar 34 12 7 15 31-46 43.
14. Persela Lamongan 34 12 6 16 45-55 42.
– – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – –
15. Pelita Jaya Karawang 34 10 9 15 42-53 39 (**) (degradasi).
– – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – –
16. Persik Kediri 34 10 9 15 41-55 39 (degradasi).
17. Persebaya Surabaya 34 10 6 18 42-58 36 (degradasi).
18. Persitara Jakarta Utara 34 7 7 20 36-57 28 (degradasi).

NB:
(*) PKT (Pupuk Kalimantan Timur) berganti nama menjadi Bontang FC.
(**) Pelita Jaya Jawa Barat pindah dari Bandung ke Karawang.

Pemain Terbaik: Kurnia Meiga Hermansyah (Arema).
Pemain ter-fairplay: Eduard Ivak Dalam (Persipura).
Tim ter-fairplay: Sriwijaya FC.
Wasit Terbaik: Okki Dwi Putra (Bandung).
Panpel Terbaik: Arema Indonesia.
MC Terbaik: Ovan Tobing.

Top Skor ISL 2009-2010

19 gol Aldo Barreto (Bontang FC)
18 gol Christian Gonzalez (Persib), Beto Gonzalves (Persipura)
17 gol Erick Weeks Lewis (Persiwa), Boaz Salossa (Persipura)
16 gol Herman Dzumafo Epandi (PSPS)
15 gol Kenji Adachiara (Bontang FC), Julio Lopes (Persiba Balikpapan)
14 gol Kayamba Gumbs (Sriwijaya FC)

Top Skor Arema di ISL 2009-2010

Roman Chmelo 14 gol
Noh Alam Shah 14 gol (2 gol dari penalti)
Fakhrudin 8 gol
Pierre Njanka 6 gol (3 gol dari penalti)
Muhammad Ridhuan 5 gol
Esteban Guillen 4 gol
Rachmat Afandi 2 gol
Dendi Santoso 2 gol
Ahmad Bustomi 1 gol

Susunan Tim Pelatih Arema

Pelatih Kepala: Robert Rene Alberts
Asisten Pelatih: Joko Susilo
Asisten Pelatih: Liestiadi
Pelatih Kiper: Dwi Sasmianto

Susunan Pemain Arema

Kiper:
Aji saka.
Kurnia Meiga.
Markus Haris (putaran pertama).
Iswan Karim (putaran kedua).

Bek:
Benny Wahyudi.
Hermawan.
Irfan Raditya.
Johan Ahmat Farizi.
Pierre Njanka (Kamerun).
Purwaka Yudhi.
Waluyo.
Zulkifly Syukur.

Gelandang:
Ahmad Bustomi.
Fariz Bagus Dhinata.
Firmansyah Aprilianto.
Jalaluddin Ma’in.
Juan Revi Auriqto.
Landry Poulangoye (Gabon) (putaran pertama).
Muhammad Fakhrudin.
Muhammad Ridhuan (Singapura).
Roman Chmelo (Slovakia).
Ronny Firmansyah.
Tommy Pranata.
Esteban Guillen (Uruguay) (putaran kedua).

Penyerang:
Dendi Santoso.
Gherry Setya Adi Nugraha.
Noh Alam Shah (Singapura).
Rachmat Afandi.
Sunarto.

3 Penggawa Arema 2020 yang Berulang Tahun Bulan April

0

Aremania, bersiaplah mengucapkan selamat ulang tahun untuk 3 penggawa Arema 2020 ini. Sebab, mereka bakal merayakan momen spesial tersebut pada bulan April ini.

Menariknya, dua dari tiga pemain itu adalah pemain anyar yang baru didatangkan Arema pada musim 2020 ini. Tentunya, ini akan menjadi momen pertama kali mereka merayakan hari ulang tahun dengan status sebagai pemain Arema.

Sayang, momen ulang tahun mereka tahun ini sepertinya tidak bisa dirayakan bersama-sama dengan rekan satu tim. Sebab, pandemi virus corona memaksa latihan Arema diliburkan hingga 5 Mei.

Berikut 3 Penggawa Arema yang Berulang Tahun Bulan April 2020

1. Gitra Yuda Furton

Gitra Yuda Furton akan merayakan ulang tahunnya yang ke-27 pada tahun ini. Pemain yang biasa berposisi sebagai pemain belakang itu lahir 7 April 1993.

Pemain asal Padang ini tercatat sebagai pemain terakhir yang direkrut Arema sebelum pendaftaran pemain Liga 1 2020 ditutup. Gitra diharapkan dapat menambah kekuatan di lini pertahanan skuad Singo Edan.

2. Hanif Abdurrauf Sjahbandi

Hanif Abdurrauf Sjahbandi lahir pada 7 April 1997. Tahun 2020 ini, pemain asal Bandung itu akan genap berusia 23 tahun.

Pemain yang biasa menempati posisi sebagai gelandang dan bek tengah itu memperkuat Arema sejak musim 2017. Tentu, tahun 2020 ini akan menjadi momen ulang tahunnya yang ke-4 di Arema.

3. Dave Mustaine

Dave Mustaine tahun ini bakal berulang tahun yang ke-24 pada tahun 2020 ini. Pemain yang lahir di Sidoarjo, 26 April 1996 itu biasa berposisi sebagai gelandang serang.

Mantan pemain PSS Sleman musim lalu itu didatangkan Arema untuk memperkuat lini tengah Arema di Liga 1 2020. Bahkan, pemain jangkung ini diprediksi bakal menjadi idola baru di kalangan Aremania.

Pemain Asing yang Dinaturalisasi Setelah Lepas dari Arema

Sepanjang sejarah perjalanan klub Arema pernah diperkuat oleh empat pemain asing yang sudah menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) setelah mendapatkan paspor. Namun, ternyata ada juga pemain asing yang dinaturalisasi setelah lepas dari Arema.

Arema pernah diperkuat oleh tiga pemain naturalisasi ketika bermain di Indonesia Super League (ISL) 2012-2013. Mereka adalah Cristian Gonzales, Victor Ignonefo dan Greg Nwokolo. Begitu pula di Indonesia Soccer Championship (ISC) A 2016, ada nama Raphael Maitimo yang menjadi bagian dari Arema.

Lalu, Siapa Sajakah Pemain Asing yang Dinaturalisasi Selepas dari Arema?

1. Herman Dzumafo Epandi

Pemain asing yang dinaturalisasi selepas dari Arema yang pertama adalah Herman Dzumafo Epandi. Pemain kelahiran Douala, Kamerun, 21 Februari 1980 itu pernah menjadi penyelamat Arema dari jurang degradasi pada putaran kedua Indonesia Super League (ISL) 2011-2012.

Namun, Dzumafo baru menjalani proses menjadi Warga Negara Indonesia saat akan bermain di PSPS Riau di Liga 2 2017. Penyerang yang pernah menyumbangkan enam gol untuk Arema itu resmi dinaturalisasi pada 7 Juni 2017.

2. Alberto Goncalves da Costa

Alberto Goncalves menjadi salah satu bagian penting dalam skuad Arema yang bertabur pemain bintang pada Indonesia Super League (ISL) 2012-2013. Saat itu, pemain yang berposisi sebagai penyerang ini masih berkewarganegaraan Brasil, meski sudah menikah dengan wanita Indonesia.

Pemain kelahiran Belem, Brasil, 31 Desember 1980 tersebut baru dinaturalisasi pada 6 Februari 2018. Saat itu, Beto, sapaan akrabnya, sedang memperkuat Sriwijaya FC di pentas Liga 1 2018.

Semasa bermain di Arema, pemain Timnas Indonesia tersebut sudah pernah merasakan manisnya merengkuh gelar juara. Mulai dari juara Menpora Cup 2013, Piala Gubernur Jatim 2013, dan Trofeo Persija Cup 2013.

3. Esteban Gabriel Vizcarra

Sama seperti Beto, Esteban Vizcarra juga menjadi WNI saat bermain di Sriwijaya FC, hanya berbeda tanggal saja. Pemain yang bisa menempati posisi gelandang serang atau pun penyerang sayap itu dinaturalisasi pada 16 Maret 2018.

Pemain yang lahir di Belen de Escobar, Argentina, 11 April 1986 itu bermain di Arema selama dua tahun lebih. Tepatnya pada akhir 2015, Indonesia Soccer Championship (ISC) A 2016, dan Liga 1 2017. Pemain

Selama di Arema, sejumlah gelar pernah dipersembahkan Vizcarra. Sebut saja trofi juara Piala Bhayangkara 2016, Bali Island Cup 2016, Trofeo Bhayangkara Cup 2017, dan Piala Presiden 2017.

4. Fabiano Beltrame

Fabiano Beltrame hadir di Arema pada ajang QNB League 2015 yang dibubarkan lantaran PSSI dibekukan oleh Kementrian Pemuda dan Olahraga. Setelah melalui proses yang panjang, ketika membela Persib Bandung, pemain yang berposisi sebagai bek tengah itu akhirnya menjadi WNI pada 16 Desember 2019.

Pemain kelahiran Foz do Iguacu, Brasil, 29 Agustus 1982 itu memang tak memenangi gelar juara selama di Arema. Namun, tiga gol mampu dilesakkannya dalam dua pertandingan awal sebelum QNB League 2015 berhenti.

Kota Malang Berulang Tahun, Begini Doa dan Harapan Arema

Kota Malang genap berusia 106 tahun tepat hari ini, Rabu (1/4/2020). Sebagai klub kebanggan Malang Raya, Arema pun memanjatkan doa dan harapan di momen bahagia ini.

Media Officer Arema, Sudarmaji mewakili klub, pelatih, dan pemain, mengucapkan selamat ulang tahun kepada Kota Malang yang ke-106. Menurutnya, momen ulang tahun Kota Malang kali ini bisa dibilang penuh perjuangan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“Saat ini, kita tandai sebagai masa-masa perjuangan untuk melawan virus corona (covid-19). Semoga Kota Malang khususnya, dan seluruh masyarakat Indonesia umumnya, mampu menghadapi ujian ini. Harapannya kita semua segera terbebas dari pandemi virus ini,” ungkap Sudarmaji.

Klub Luar Negeri yang Pernah Ditaklukkan Arema di Malang

Saat bermain di kandang, Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Arema selalu tampil garang, tek terkecuali ketika menghadapi klub asing. Bagkan, tercatat ada 10 klub luar negeri yang pernah ditaklukkan Arema di kandang.

Sepanjang perjalanan sejarah klub, Arema pernah mengikuti sejumlah kompetisi antar klub Asia. Mulai dari Piala Champion Asia 1993, AFC Champions League 2007, AFC Champions League 2010, dan terakhir AFC Cup 2014. Selain itu, Arema juga pernah melakoni laga uji coba menjamu tim-tim dari luar negeri.

Lalu, Siapa Saja Klub Luar Negeri yang Pernah Ditaklukkan Arema di Kandang?

1. Quang Nam Dang

Klub luar negeri pertama yang mampu dikalahkan Arema adalah Quang Nam Dang. Kedua tim bersua di Stadion Gajayana, Kota Malang pada leg pertama babak penyisihan Piala Champion Asia (sekarang menjadi AFC Champions League) 1993.

Cukup 1-0 saja untuk membuat klub asal Vietnam itu pulang ke kampungnya dengan membawa kekalahan. Gol satu-satunya Arema dilesakkan oleh gelandang andalannya, Jonathan.

2. Bangkok University

Pada ajang AFC Champions League 2007, Arema hanya membukukan satu kemenangan dari enam laga di babak penyisihan grup. Satu-satunya kemenangan itu mereka dapatkan saat menjamu Bangkok University di matchday 4 (25/4/2007).

Menjamu lawan di Stadion Gajayana, skuad Singo Edan hanya menang tipis 1-0 atas klub Thailand tersebut. Gol kemenangan Arema diciptakan oleh stopper asingnya, Bruno Casmir.

3. Loyola Meralco Sparks

Arema juga pernah berjumpa dengan Loyola Meralco Sparks di kandang sendiri. Skuad Singo Edan mampu mengalahkan klub yang berasal dari Filipina itu pada babak penyisihan Piala Menpora 2013 (21/9/2013).

Skor 1-0 mengakhiri laga yang digelar di Stadion Kanjuruhan tersebut. Gol semata wayang Arema dilesakkan oleh Beto Goncalves.

4. Central Coast Mariners

Arema juga pernah mengalahkan Central Coast Mariners. Sama seperti Loyola, klub asal Liga Australia itu dikalahkan Arema pada ajang Piala Menpora 2013, namun kali ini di laga final (29/9/2013).

Skuad Singo Edan menang tipis 2-1 pada laga yang digelar di Stadion Kanjuruhan tersebut. Menariknya, dua gol Arema dibuat Keith Kayamba Gumbs di menit lewat titik penalti, sedangkan gol balasan CCM dicetak Marcos Flores.

5. Eintracht Frankfurt

Tim asal Bundesliga Jerman, Eintracht Frankfurt juga pernah merasakan dihajar Arema di Malang. Kedua tim bersua di sebuah ajang uji coba internasional (5/10/2013) di Stadion Kanjuruhan.

Saat itu, Arema mampu mengalahkan Eintracht yang membawa tim cadangan dengan skor tipis 3-2. Cristian Gonzales menyumbang dua gol, ditambah satu gol Kayamba Gumbs, sedangkan gol lawan dibuat Dester Helweg dan Wile Erik.

6. DC United

Sebuah laga uji coba internasional lainnya mempertemukan Arema dengan DC United. Tim peserta Major League Soccer (MLS) Amerika Serikat itu dijamu di Stadion Kanjuruhan (8/12/2013).

Kala itu, skuad Arema mampu memenangkan pertandingan dengan skor tipis 2-1. Setelah gol Hendro Siswanto disamakan oleh Luis Silva, Sunarto mampu melesakkan gol kemenangan Arema pada pengujung babak kedua.

7. Mazia Sport & Recreation

Pada tahun 2014, Arema kembali beraksi di ajang antar klub Asia, yakni AFC Cup 2014. Lawan pertama yang dihadapi skuad Singo Edan di Stadion Kanjuruhan pada babak penyisihan grup adalah Mazia Sport & Recreation (1/4/2014).

Klub asal Maladewa itu nyaris membawa pulang satu poin, tetapi secara dramatis Arema sanggup menang tipis 3-2. Dua gol Arema dibuat Cristian Gonzales, ditambah satu gol Gustavo Lopez, yang mampu dibalas dua gol oleh Maziya melalui Ali Amdhaan, dan Abdulla Ibrahim.

8. Selangor FA

Selangor FA juga pernah merasakan digasak Arema di Stadion Kanjuruhan. Sama, mereka juga tergabung satu grup di babak penyisihan AFC Cup 2014 (16/4/2014).

Gustavo Lopez menjadi pahlawan Arema pada pertandingan tersebut lewat golnya ke gawang Selangor. Bertekad membawa pulang poin, klub asal Liga Super Malaysia itu malah kalah 0-1 di hadapan Aremania yang memenuhi tribune stadion.

9. UiTM Malaysia

Satu tim asal Liga Malaysia lainnya, UiTM juga pernah merasakan pulang dengan kekalahan dari Malang. Mereka dijamu Arema dalam rangka menjalani laga uji coba pra-musim jelang bergulirnya QNB League 2015 (26/12/2014).

Lagi-lagi, kemenangan tipis diraih skuad Singo Edan, dengan skor 2-1. Abblode Yao Rudy dan Cristian Gonzales melesakkan masing-masing satu gol untuk Arema, sedangkan gol lawana dicetak Dao Bakary.

10. Sabah FA

Terbaru, Arema kembali berjumpa dengan tim asal Liga Malaysia yang tengah menjalani tur ke Pulau Jawa, Indonesia. Skuad Singo Edan menjamu Sabah FA yang menjadi tim undangan Piala Gubernur Jawa Timur 2020 (11/2/2020).

Kemenangan 2-0 berhasil diraih Arema pada laga yang dihelat di Stadion Kanjuruhan ini. Satu gol Arema dibuat Oh In-kyun dari eksekusi penalti, satu gol lagi karena hasil bunuh diri Rendy Baruh.

Perjalanan Arema di ISL 2008-2009

Kompetisi Liga Indonesia IX (Indonesia Super League) yang digelar tahun 2008-2009 menjadi musim ke-20 Arema setelah didirikan pada 11 Agustus 1987. Perjalanan Arema di ISL 2008-2009 berakhir di peringkat ke-10, lebih buruk dari pencapaian sebelumnya di Ligina XIII 2007-2008.

Kompetisi ISL musim perdana ini diikuti oleh 18 tim peserta, termasuk Arema yang memakai nama Arema Malang saat itu. Jika sebelumnya kompetisi terbagi dua wilayah, kali ini kompetisi hanya satu wilayah saja.

Arema di ISL 2008-2009 mampu mengumpulkan 47 poin. Total, Arema yang kala itu dilatih Bambang Nurdiansyah dan digantikan Gusnul Yakin, sanggup memenangkan 13 laga, 8 kali imbang, dan 13 sisanya berakhir dengan kekalahan. Arema melesakkan 40 gol, dan kebobolan 42 gol.

Pertandingan Arema di ISL 2008-2009

Putaran I

12 Juli 2008 Persita 0-2 Arema (Emile Bertrand Mbamba 14, 51).
19 Juli 2008 Persijap 1-2 Arema (Dony Fernando Siregar 76 – Sofya Morhan OG 15, Souleymane Traore 88).
27 Juli 2008 Arema 0-2 Pelita Jaya (Cristiano Lopes Figueiredo 61, 87).
2 Agustus 2008 Arema 0-0 PSIS.
7 Agustus 2008 Persitara 0-2 Arema (Fandy Mochtar 52, Arif Suyono 68).
2 November 2008 Persib 2-1 Arema (Hilton Mauro Moreira 16, Georges Clement Nyeck Nyobe 23 – Souleymane Traore 38).
18 Agustus 2008 Arema 2-0 PSM Makassar (Emaleu Serge 7, Emile Bertrand Mbamba 54).
7 September 2008 Arema 1-0 Deltras (Souleymane Traore 37).
10 September 2008 Arema 2-0 Persiba (Emile Bertrand Mbamba 44, Souleymane Traore 66).
13 September 2008 Arema 1-2 PKT (Souleymane Traore 20 – Imral Usman 4, James Salinsa Debbah 72).
22 September 2008 Persija 1-0 Arema (Bambang Pamungkas 15).
27 September 2008 Persela 2-2 Arema (Jimmy Suparno 78, Dicky Firasat 80 – Emaleu Serge 18, 57).
11 Oktober 2008 Persik 2-1 Arema (Khusnul Yuli Kurniawan 38, Agus Susanto 78 – Emaleu Serge 67).
15 Oktober 2008 Persiwa 1-0 Arema (Edison Pieter Romaropen 62).
19 Oktober 2008 Persipura 2-1 Arema (Ernest Jeremiah Chukwuma 46, Victor Chukwuekezie Igbonefo 90 – Hendra Ridwan 55).
23 Oktober 2008 Arema 4-3 PSMS (Fandy Mochtar 24, Arif Suyono 64, 74, Suroso 78 – Leonardo Zada Martins Dinelli 3, 38, 88).
27 Oktober 2008 Arema 2-1 Sriwijaya (Emaleu Serge 40, Arif Suyono 50 – Keith Jerome Kayamba Gumbs 22).

Putaran II

2 Februari 2009 Arema 0-1 Persik (Hamka Hamzah 6).
8 Februari 2009 Sriwijaya 4-0 Arema (Claude Parfait Ngon A Djam 22pen, 33, 60, Sulaiman Alamsyah Nasution 83).
12 Februari 2009 PSMS 0-0 Arema.
28 Februari 2009 Arema 0-5 Persipura (Ernest Jeremiah Chukwuma 11, 61, Alberto Goncalves da Costa 36, 71, Boaz T. Erwin Salossa 80).
8 Maret 2009 Arema 2-0 Persiwa (Patricio Eliseo Morales Gaete 32, Fandy Mochtar 54 PK).
14 Maret 2009 Arema 1-0 Persela (Fandy Mochtar 52).
NB: Pertandingan ditunda (15 Maret-17 April) karena adanya kampanye Pilkada di Pulau Jawa.
18 April 2009 Persiba 2-1 Arema (Cristian Gaston Castano 20, Talaohu Abdul Muyafry 82 – Roman Chmelo 42).
21 April 2008 PKT 1-1 Arema (James Salinsa Debbah 81 – Fortune Udo 37).
26 April 2009 Arema 2-2 Persija (Patricio Eliseo Morales Gaete 59, Buston Nagbe Browne 65 – Bambang Pamungkas 45, Fabio Lopes Alcantara 89).
29 April 2009 Deltras 1-1 Arema (Danillo Fernando Bueno de Almeida 24 – Fandy Mochtar 49).
3 Mei 2009 PSM 2-0 Arema (Rachmat Latif 8, Claudio Damian Pronetto 27).
9 Mei 2009 Arema 0-2 Persib (Hilton Mauro Moreira 11, Cristian Gonzales 62).
17 Mei 2009 Arema 1-0 Persitara (Roman Chmelo 65).
21 Mei 2009 PSIS 1-1 Arema (Bienvenue Dieudonne Nnengue 9 – Rony Firmansyah 90).
24 Mei 2009 Pelita Jaya 0-0 Arema.
6 Juni 2009 Arema 4-1 Persita (Fortune Udo 3, 53, Ahmad Sembiring Usman 9, Patricio Eliseo Morales Gaete 55 – Ade Mustari 80).
10 Juni 2009 Arema 3-1 Persijap (Buston Nagbe Browne 14, Ahmad Sembiring Usman 22, Fortune Udo 82 – Evaldo Silva de Assis 6).

Klasemen Akhir ISL 2008-2009

1. Persipura Jayapura 34 25 5 4 81-25 80 (Juara).
2. Persiwa Wamena 34 21 3 10 57-32 66.
3. Persib Bandung 34 20 6 8 63-40 66.
4. Persik Kediri 34 16 7 11 53-46 55.
5. Sriwijaya FC 34 15 9 10 60-45 54.
6. Persela Lamongan 34 16 6 12 41-35 54.
7. Persija Jakarta 34 15 8 11 61-48 53.
8. PSM Makassar 34 13 12 9 42-44 51.
9. Pelita Jaya Jabar 34 14 7 13 36-35 49 (***).
10. Arema Malang 34 13 8 13 40-42 47.
11. Persijap Jepara 34 12 10 12 42-40 46.
12. Persiba Balikpapan 34 13 7 14 40-42 46 (****).
13. PKT Bontang 34 9 10 15 43-54 37.
14. Persitara Jakarta Utara 34 9 9 16 41-50 36.
– – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – –
15. PSMS Medan 34 6 13 15 41-54 31 (playoff degradasi) (*).
– – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – –
16 .Delta Putra Sidoarjo 34 7 8 19 30-55 29 (degradasi).
17. Persita Tangerang 34 6 7 21 26-65 25 (degradasi) (**).
18. PSIS Semarang 34 4 9 21 17-62 21 (degradasi).

(*) Laga kandang di Jakarta-Bandung
(**) Laga kandang di Bandung-Solo
(***) Pelita Jaya pindah dari Purwakarta ke Bandung
(****) Laga kandang di Samarinda

NB:
Persiter Ternate) dan Persmin Minahasa mundur, tempatnya digantikan oleh PSIS Semarang) dan PKT Bontang.

Pemain Terbaik: Boaz T. Erwin Salossa (Persipura).
Pemain ter-fairplay: Talaohu Abdul Musyafry (Persiba).
Tim ter-fairplay: Persija Jakarta.
Pelatih ter-fairplay: Jaksen F Tiago (Persipura).
Wasit Terbaik: Najamudin Aspiran (Balikpapan).
Suporter Terbaik: LA Mania (Persela Lamongan).

Top Skor ISL 2008-2009

28 gol Boaz T. Erwin Salossa (Persipura), Cristian Gerard Alfaro Gonzales (Persib).
23 gol Alberto Goncalves da Costa (Persipura).
22 gol Claude Parfait Ngon A Djam (Sriwijaya FC).
19 gol Bambang Pamungkas (Persija).
17 gol Cristiano Lopes Figueiredo (Pelita Jaya); Talaohu Abdul Musyafry (Persiba).
16 gol Greg Nwokolo (Persija), Marcio Souza da Silva (Persela), Ernest Jeremiah Chukwuma (Persipura).

Top Skor Arema di ISL 2008-2009

Emaleu Serge 5 gol.
Souleymane Traore 5 gol.
Fandy Mochtar 5 go (1 gol dari penalti).
Emile Bertrand Mbamba 4 gol.
Arif Suyono 4 gol.
Fortune Udo 4 gol.
Patricio Eliseo Morales Gaete 3 gol.
Roman Chmelo 2 gol.
Buston Nagbe Browne 2 gol.
Ahmad Sembiring Usman 2 gol.
Hendra Ridwan 1 gol.
Suroso 1 gol.
Rony Firmansyah 1 gol.

Susunan Manajemen Arema

Ketua Umum: Ir. Satrija Budi Wibawa.
Bendahara: Hosea Slamet T.
Sekretaris: Drs. Ekoyono Hartono.
Manajer Tim: Drs. Ekoyono Hartono.

Susunan Tim Pelatih Arema

Pelatih: Bambang Nurdiansyah (empat pertandingan awal putaran pertama) digantikan Gusnul Yakin.
Asisten Pelatih: Joko Susilo.
Pelatih fisik: Albert Mangantar.
Pelatih kiper: Benyamin van Breukelen.
Dokter Tim: dr. Albert Rudianto.

Susunan Pemain Arema

Kiper :
Dadang Sudrajat.
Kurnia Meiga Hermansyah.
Muhammad Yasir.

Bek:
Alex Pulalo.
Jefri Prasetyo (putaran pertama).
Richi Pravita Hari.
Ahmad Jufrianto.
Aaron Nguimbat (Kamerun) (putaran pertama).
Dodik Wahyudi (putaran pertama).
Suroso.
Zulkifli Syukur.
Erik Setiawan.
Boubacar Keita (Guinea) (putaran kedua).

Gelandang:
Muhammad Bachtiar.
Hendra Ridwan.
Fandi Mochtar.
Ronny Firmansyah.
Arif Suyono.
Ahmad Bustomi.
Ahmad Sembiring.
Esaia Pello Benson (Liberia) (putaran pertama).
Soleymane Traore (Guinea) (sampai laga kedua putaran kedua).
Ranu Tri Sasongko.
Edar Hendra Samudra.
Andry Lesmana Wibowo.
Gigih May Siswantoro.
Roman Chmelo (Slovakia) (putaran kedua).

Penyerang:
Ali Usman (putaran pertama).
Emaleu Serge (Kamerun) (putaran pertama).
Emile Mbamba (Kamerun) (putaran pertama – kena skorsing).
I Komang Mariawan (putaran pertama).
Buston Nagbe Browne (Liberia) (putaran kedua).
Liontin Chitescu (Rumania) (putaran kedua dua laga dicoret).
Patricio Morales (Chile) (putaran kedua).
Fortune Udo (Nigeria) (putaran kedua).
Dendi Santoso.
Ribut Wahyudi.

Arema Tegaskan Komitmen Bayar Gaji Tim di Tengah Force Majeure

Manajemen Arema tegaskan komitmen mereka dalam membayar gaji tim di tegah status force majeure yang ditetapkan untuk Liga 1 2020. Komitmen itu tetap mereka jaga, meski pemasukan klub berkurang drastis di tengah pandemi virus corona (covid-19).

Sebelumnya, PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) sudah menunda Liga 1 2020 sekaligus menetapkan status force majeure selama Maret-Juni. Kompetisi ini dapat bergulir kembali pada 1 Juli dengan syarat status darurat pandemi virus corona yang ditetapkan Pemerintah Republik Indonesia hingga 29 Mei dicabut.

Status force majeure itu disebut menguntungkan klub secara finansial. Sebab, mereka diperkenankan mengatur ulang kontrak dengan pelatih, pemain, dan offisial tim dan membayar gaji mereka sebesar 25 persen saja selama Maret-Juni.

“Kami manajemen Arema menegaskan komitmen untuk memenuhi gaji pelatih, pemain, dan offisial sebesar 25 persen sesuai dengan keputusan PSSI dan PT LIB,” ungkap Ruddy kepada WEAREMANIA.

Arema Tegaskan Komitmen, Meski Kehilangan Pemasukan

Dengan ditundanya Liga 1 2020, Ruddy Widodo memastikan Arema kehilangan satu sumber pendapatan klub. Sumber penghasilan yang dimaksudnya itu adalah pemasukan dari sektor tiket laga kandang.

Selain itu, pemasukan dari pihak sponsor utama yang menempel di jersey Arema juga ikut terhenti. Selama ini, pihak sponsor memberikan dana sponsorshipnya secara bertahap, dengan catatan kompetisi sedang berjalan.

“Dari sini sudah diketahui, Arema tidak ada pemasukan, tapi tetap harus disyukuri. Saya pikir bukan cuma Arema saja. Bahkan, bisnis-bisnis lainnya juga mengalami masalah yang lebih berat,” pungkasnya.

Pelatih Arema U-20 Noordin Bastian Meninggal Dunia

Salah seorang pelatih Akademi Arema, Noordin Bastian meninggal dunia, Rabu (1/4/2020) pagi. Terakhir, pelatih asli Malang itu menangani Arema U-20.

Kabar tersebut diterima WEAREMANIA melalui grup WhatsApp awak media Malang yang biasa meliput Arema pagi tadi. Media Officer Arema, Sudarmaji, yang juga tergabung dalam grup tersebut pun membenarkannya.

Menurutnya, pagi-pagi Bastian dibawa ke Rumah Sakit Islam (RSI) Aisyiyah, Kasin, Klojen, Kota Malang dari rumahnya. Setelah dikonfirmasi, ternyata Bastian mengalami serangan jantung.

“Kami turut berduka cita atas wafatnya Coach Bastian. Beliau ini pelatih yang luar biasa loyalnya kepada Arema, terutama dalam mendidik anak-anak muda yang tergabung di Akademi Arema,” ungkap Sudarmaji kepada WEAREMANIA.

Noordin Bastian Pelatih Loyal Akademi Arema

Sudarmaji menegaskan, Noordin Bastian sudah bertahun-tahun mengabdikan dirinya melatih siswa-siswa Akademi Arema. Menurutnya, pelatih kelahiran 21 Oktober 1977 tersebut merupakan pelatih yang loyal kepada Arema.

Musim 2019 lalu, Bastian masih menangani tim Arema U-16 di Elite Pro Academy 2019 pada putaran pertama. Ketika putaran kedua, posisinya digeser dan digantikan oleh Alief Syafrizal Muhammadin.

“Coach Bastian ini orang yang loyal kepada Arema. Jangan sampai terdengar olehnya ada orang yang menyinggung atau mengkritik Akademi Arema secara berlebihan, beliau akan menjaga dan membela dengan loyal,” imbuhnya.

Noordin Bastian Meninggal di Usia 43 Tahun

Noordin Bastian menutup usia di usia 43 tahun. Sudarmaji menambahkan, usai disemayamkan di rumah duka di Kebalen Wetan Gang 6, Kotalama, Kedungkandang, Kota Malang, jenazah akan dikebumikan di Pemakaman Umum Kutobedah, Rabu (1/4/2020) siang.

“Semoga segala amal ibadah Coach Bastian diterima di sisi-Nya, dan khusnul khotimah,” pungkas pria asal Banyuwangi itu.

Pemain Naturalisasi yang Pernah Memperkuat Arema

Sebelum Persib Bandung di Liga 1 2020, Arema sudah pernah menjadi tim di Liga Indonesia yang paling banyak dihuni para pemain naturalisasi. Lalu siapa sajakah pemain naturalisasi yang pernah memperkuat Arema?

Arema memiliki tim bertabur bintang kala melakoni Indonesia Super League (ISL) 2012-2013. Pelatih Rahmad Darmawan kala itu tak hanya punya empat pemain asing, yakni Thierry Gathuessi (Kamerun), Keith Kayamba Gumbs (Saint Kitts and Nevis), dan Alberto Goncalves (Brasil), dan Muhammad Ridhuan (Singapura) yang pada putaran kedua digantikan Edmar Garcia (Australia).

Saat itu, Arema pun memiliki tiga pemain lokal berstatus Warga Negara Indonesia (WNI). Mereka adalah mantan pemain asing yang sudah dinaturalisasi. Siapa sajakah mereka?

1. Cristian Gonezales

Cristian Gonzales adalah pemain naturalisasi pertama yang dimiliki Indonesia. Penyerang kelahiran Montevideo, Uruguay, 30 Agustus 1976 itu menjadi WNI pada 3 November 2010.

Pemain yang dijuluki El Loco itu didatangkan Arema dari Persisam Samarinda pada musim 2012-2013. Gonzales bertahan di Arema selama lima musim hingga Liga 1 2017 dan mencatatkan 85 gol dalam 102 laga resminya.

Bersama Arema, Gonzales sudah meraih banyak trofi juara. Sebut saja juara Menpora Cup 2013, Piala Gubernur Jatim 2013, Trofeo Persija Cup 2013, Trofeo Persija Cup 2015, SCM Cup 2015, Inter Island Cup 2015, Bali Island Cup 2015, Sunrise of Java Cup 2015, Piala Bhayangkara 2016, Bali Island Cup 2016, Trofeo Bhayangkara Cup 2017, Piala Presiden 2017.

Selain itu, ada tiga penghargaan pribadi untuk mantan pemain Timnas Indonesia itu. Mulai dari Pemain Terbaik Inter Island Cup 2015, Top Skorer Bali Island Cup 2016, hingga terakhir Top Skorer Piala Presiden 2017.

2. Victor Igbonefo

Victor Igbonefo menjadi bagian penting kekuatan lini belakang Arema di ISL 2012-2013. Bek tengah kelahiran Enugu, Nigeria, 10 Oktober 1985 ini dinaturalisasi pada 6 Oktober 2011.

Pemain yang bergabung ke Arema bersama gerbong Pelita Jaya itu bermain hingga musim 2015. Ketika QNB League 2015 resmi dibubarkan lantaran PSSI dibekukan oleh Menpora, kariernya di Arema pun ikut berakhir.

Selama tiga musim membela Arema, Victor tujuh kali mengecap gelar juara. Mulai dari juara Menpora Cup 2013, Piala Gubernur Jatim 2013, Trofeo Persija Cup 2013, Trofeo Persija Cup 2015, SCM Cup 2015, Inter Island Cup 2015, dan Bali Island Cup 2015.

3. Greg Nwokolo

Greg Nwokolo merupakan penyerang sayap andalan Arema di ajang ISL 2012-2013. Pemain kelahiran Onitsha, Nigeria, 3 Januari 1986 ini menjadi WNI pada 10 Oktober 2011.

Pemain yang juga datang ke Arema bersama Victor Igbonefo dari Pelita Jaya itu hanya semusim bermain di Malang. Setelah bermain dalam 24 laga (1996 menit), dan mempersembahkan 15 gol, Greg pun memutuskan hijrah ke Persebaya Surabaya.

Sebelum meninggalkan Arema, Greg sempat mempersembahkan gelar juara turnamen pra-musim. Trofi Menpora Cup 2013 diraihnya bersama Arema.

4. Raphael Maitimo

Selain tiga pemain naturalisasi yang memperkuat Arema di ISL 2012-2013 itu, ada pula sosok pemain naturalisasi lain seperti Raphael Maitimo yang bermain di Indonesia Soccer Championship (ISC) A 2016. Gelandang kelahiran Rotterdam, Belanda, 17 Maret 1984 itu dinaturalisasi 24 November 2012.

Maitimo pun bermain di Arema cuma selama satu musim saja. Meski demikian, eks pemain Feyenoord itu sempat mempersembahkan dua trofi untuk Arema, yakni juara Piala Bhayangkara 2016 dan Bali Island Cup 2016.

Stadion Kanjuruhan Dijadikan Tempat Karantina Pasien Covid-19

Stadion Kanjuruhan yang biasanya menjadi kandang Arema di kompetisi Liga 1 saat ini berubah fungsi untuk sementara waktu. Stadion yang berada di Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang itu dijadikan tempat karantina untuk pasien covid-19 (virus corona).

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Malang, Atsalis Supriyanto membenarkan hal tersebut. Namun, menurutnya, Stadion Kanjuruhan ini hanya sebagai salah satu di antara sejumlah opsi tempat untuk mengkarantina para pasien virus corona di Kabupaten Malang. Masih m

“Penggunaan Stadion Kanjuruhan ini sebagai tempat karantina pasien covid-19 masih sebatas wacana. Memang, beberapa waktu lalu, Pak Bupati (Sanusi) menyampaikan hal ini kepada saya soal wacana ini. Namun itu baru secara lisan, belum da pembahasan lebih jauh lagi,” kata Atsalis.