blog Halaman 4

Gabung Arema, Mimpi Rizky Dwi Febrianto yang Jadi Kenyataan

Gabung Arema, Mimpi Rizky Dwi Febrianto yang Jadi Kenyataan
Rizky Dwi Febrianto (C) DANI KRISTIAN

Mimpi Rizky Dwi Febrianto di masa kecil salah satunya adalah bermain di Arema. Dengan bergabung jelang bergulirnya kembali Liga 1 2020, eks bek sayap Persela Lamongan itu sukses mewujudkannya.

Rizky tiba di Malang pada Minggu (13/9/2020) malam dan langsung menuju ke mes pemain Arema. Lalu, pemain asal Jember itu mengikuti sesi latihan Arema di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Senin (14/9/2020) sore.

Pemain Timnas Indonesia di SEA Games 2019 asuhan Indra Sjafri itu terdaftar sebagai pemain Persela Lamongan di Liga 1 2020. Sebelumnya, Rizky juga sempat memperkuat Kalteng Putra di Liga 1 2019 dan Madura United pada Liga 1 2017 dan Liga 1 2018.

“Arema itu klub besar, dan kebetulan saya juga dari dulu ingin bermain di Arema. Alhamdulillah sekarang mimpi itu jadi kenyataan,” kata Rizky kepada WEAREMANIA.

Mimpi Rizky Dwi Febrianto Terwujud Berkat Kuncoro

Rizky Dwi Febrianto membeberkan sosok yang paling berjasa turut mewujudkan mimpinya gabung Arema adalah Kuncoro. Asisten Pelatih Arema itu yang membawanya ke skuad Singo Edan.

Menurutnya, pada awalnya Kuncoro menghubunginya lewat telepon hanya untuk menanyakan kabarnya selama Liga 1 2020 vakum sejak Maret lalu. Namun, tiba-tiba ada pembicaraan lebih lanjut yang akhirnya berujung sodoran tawaran bergabung dengan Arema.

“Awalnya saya ditelepon Abah Kuncoro, dia tanya-tanya kabar. Lalu ada komunikasi lebih serius. Alhdmulillah sekarang bisa gabung Arema. Saya bersyukur,” pungkasnya.

 

Subscribe channel Youtube kami, ikuti kami di Instagram dan gabunglah bersama kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Arema dan Aremania.

Belum Jodoh, Arema Pulangkan Pedro Bartolli

Belum Jodoh, Arema Pulangkan Pedro Bartolli
Pedro Bartolli (C) DANI KRISTIAN

Manajemen Arema pulangkan Pedro Bartolli ke negaranya, dua pekan jelang Liga 1 2020 diputar kembali. Penyerang asal Brasil itu disebut belum berjodoh dengan skuad Singo Edan.

Pedro sudah tak tampak pada sesi latihan Arema di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Senin (14/9/2020) sore. General Manager Arema, Ruddy Widodo mengaku sempat mengobrol banyak dengan pemain berusia 19 tahun itu pada Jumat (11/9/2020) lalu.

Mereka membahas mengenai kontrak dan hal-hal teknis lainnya. Manajer asal Madiun itu menyebut Pedro yang mulai gabung latihan pada 18 Agustus lalu, memiliki alasan kuat tidak menerima pinangan Arema.

“Kami sudah bicara banyak dengan Pedro. Dia cerita pada saya, intinya dia belum saatnya bermain di Arema untuk tahun ini. Mungkin ada suasana yang membuatnya tidak nyaman, sepertinya belum berjodoh dengan Arema,” ungkap Ruddy.

Alasan Lain Arema Pulangkan Pedro Bartolli

Ruddy Widodo juga menyebut Pedro Bartolli punya alasan lain mengapa tidak menerima sodoran kontrak dari pihak Arema. Si pemain disebut-sebut tidak sepakat dengan nilai kontrak yang ditawarkan.

Manajer berkaca mata itu sudah menyodorkan nilai kontrak yang sesuai dengan usia dan kualitasnya sebagai pemain asing. Namun, Pedro rupanya punya pandangan lain mengenai nilai kontrak yang sewajarnya diterimanya.

“Intinya dia tidak setuju dengan nilai kontrak dari Arema. Kami juga tidak bisa memaksa. Sabtu (12/9/2020) kemarin dia pamitan mau pulang ke Brasil. Sekarang ini masih berada di Jakarta,” imbuhnya.

Dikontrak pun Tak Bisa Dimainkan

Sebenarnya, Ruddy Widodo mengaku dilema saat menyodori Pedro Bartolli kontrak. Pasalnya, sesuai regulasi yang ada saat ini, Arema baru bisa memainkan pemain asing pada putaran kedua mendatang, kecuali bursa transfer paruh musim sudah dibuka.

“Memang kami masih punya dua slot untuk pemain asing, tapi kami masih harus menunggu regulasi dibukanya bursa transfer paruh musim itu disahkan. Pedro kami kontrak pun baru bisa main di putaran kedua nanti,” tandasnya.

 

Subscribe channel Youtube kami, ikuti kami di Instagram dan gabunglah bersama kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Arema dan Aremania.

Arema Datangkan Pemain Anyar, Bek Sayap Timnas

Arema Datangkan Pemain Anyar, Bek Sayap Timnas
Rizky Dwi Febrianto (C) DANI KRISTIAN

Jelang lanjutan Liga 1 2020, manajemen Arema datangkan pemain anyar. Pemain lokal berposisi bek sayap Timnas Indonesia, Rizky Dwi Febrianto tampak dalam sesi latihan Arema di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Senin (14/9/2020) sore.

Sesuai data Soccerway, pada awal musim Liga 1 2020, Rizky sempat tercatat sebagai pemain Persela Lamongan, meski belum pernah bermain sama sekali. Sebelumnya, pemain berusia 23 tahun itu bermain untuk Kalteng Putra di Liga 1 2019 dan Madura United di Liga 1 2017 dan 2018.

General Manager Arema, Ruddy Widodo menyebut Rizki datang ke Malang pada Minggu (13/9/2020) malam. Setelah sowan ke rumahnya, si pemain diizinkan tidak di mes pemain Arema dan ikut berlatih hari ini.

“Rizky hari ini ikut latihan. Statusnya akan kami kontrak. Sudah saya cek ke PT Liga Indonesia Baru statusnya tidak ada yang mendaftarkan. Yang saya tahu terakhir di Persela, kami juga sudah pamitkan baik-baik kepada manajemen klubnya,” kata Ruddy.

Alasan Arema Datangkan Pemain Anyar Seperti Rizky Dwi

Ruddy Widodo membeber alasan mengapa pihaknya mendatangkan sosok Rizky Dwi Febrianto. Menurutnya, si pemain sesuai dengan rekomendasi tim pelatih Arema untuk melengkapi kekuatan Arema di lanjutan Liga 1 2020.

Apalagi, di tim Arema saat ini ada sejumlah teman Rizky yang pernah kumpul di Timnas Indonesia. Sebut saja Bagas Adi Nugroho, Hanif Sjahbandi, Muhammad Rafli, dan Feby Eka Putra.

“Karena yang menggaransi anak-anak Timnas, katanya mereka sudah tahu seperti apa permainan Rizky, ya kami oke saja. Apalagi ada rekomendasi dari Kuncoro (Asisten Pelatih Arema), saya makin mantab,” imbuh manajer berkaca mata itu.

Persiapan Jika Ditinggal Muhammad Ikhsan

Ruddy Widodo juga memaparkan, kedatangan Rizky Dwi ini sekaligus sebagai persiapan Arema jika ditinggalkan Muhammad Ikhsan. Seperti diketahui, bek sayap asal Kalimantan itu merupakan pemain pinjaman dari Borneo FC.

“Ikhsan ini kan pemain pinjaman, November kontraknya habis, tentu kami harus mengembalikan sesuai perjanjiannya. Bagaimananya nanti akan dipikirkan bulan November, tapi ini sudah kami siapkan pemain penggantinya di posisi yang sama,” pungkas manajer berusia 49 tahun ini.

 

Subscribe channel Youtube kami, ikuti kami di Instagram dan gabunglah bersama kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Arema dan Aremania.

Arema Ingin Beruji Coba Sekali Lagi, Terima Tantangan Martapura FC

Arema Ingin Beruji Coba Sekali Lagi, Terima Tantangan Martapura FC
Arema lawan PON Jatim (C) DANI KRISTIAN

Tim pelatih Arema ingin beruji coba sekali lagi pada pekan ketiga bulan September ini, mengingat waktu persiapan jelang lanjutan Liga 1 2020 masih tersisa dua pekan lagi. Arema menerima tantangan klub Liga 2, Martapura FC beruji coba di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jumat (18/9/2020).

Awalnya, laga uji coba melawan tim PON Jatim (Jawa Timur) yang berakhir dengan kemenangan 2-0 lalu menjadi laga uji coba terakhir. Sebelumnya, Arema juga sudah mengalahkan tim Arema U-20 (5-2) dan Kaki Mas (7-0).

Asisten Pelatih Arema, Kuncoro berkilah, semakin banyak laga uji coba semakin bagus, toh masih ada waktu untuk persiapan. Menurutnya, di laga uji coba, tim pelatih bisa mematangkan kerangka tim, juga taktik dan strategi untuk kompetisi sesungguhnya.

“Martapura FC yang mengajak duluan, lalu kita mengiyakan. Kebetulan mereka sekarang ini sedang TC di Yogyakarta. Mereka butuh lawan uji coba, kami juga, akhirnya jadi,” kata Kuncoro kepada WEAREMANIA.

Alasan Arema Ingin Beruji Coba Sekali Lagi Bukan Lawan Tim Liga 1

Kuncoro menyebut, sebenarnya Arema butuh beruji cuma dengan tim peserta Liga 1 2020 yang dianggap satu level. Namun, tim pelatih Arema punya pertimbangan lain mengapa memilih tim dari Liga 2.

Menurutnya, kualitas Martapura FC tak beda jauh dengan tim-tim Liga 1, meski kastanya setingkat di bawah skuad Singo Edan. Yang terpenting target dan tujuan tim pelatih di laga uji coba bisa terlaksana, apalagi ketika lawan memberikan perlawanan berarti.

“Sebenarnya perlu lawan tim Liga 1, tapi kami pikir waktunya terlalu dekat. Toh nanti di kompetisi bakal ketemu dengan mereka. Saya pikir kualitas Martapura ini tidak beda jauh,” tandasnya.

 

Subscribe channel Youtube kami, ikuti kami di Instagram dan gabunglah bersama kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Arema dan Aremania.

 

Terlambat, Carlos Oliveira Tak Khawatirkan Persiapan Arema

Soal Tekanan Aremania, Carlos Oliveira Tak Gentar
Carlos Oliveira (C) @carlosoliveira61

Carlos Oliveira tak khawatirkan persiapan Arema, meski kedatangannya dinilai melebihi tenggat waktu yang diberikan manajemen klub. Pelatih yang disebut-sebut akan menjadi pelatih Arema di lanjutan Liga 1 2020 itu berusaha melakukan yang terbaik.

Awalnya, pelatih yang diketahui berasal dari Brasil itu ditargetkan bisa tiba di Indonesia pada pekan pertama bulan September. Namun, keharusan menyelesaikan urusan administrasi membuat si pelatih harus menunda rencananya terbang ke Malang hingga paling cepat Sabtu (12/9/2020).

Namun, lagi-lagi rencana penerbangan si pelatih anyar Arema itu harus tertunda kembali. Kali ini, kabarnya si pelatih baru bisa melakukan swab test sebagai salah satu syarat terbang ke Malang, pada Senin (14/9/2020) lusa.

“Saya sudah memperhatikan hal itu (persiapan Arema yang mepet), saya tahu, dan saya akan berusaha memberikan yang terbaik,” kata Carlos kepada WEAREMANIA.

Carlos Oliveira Tak Punya Banyak Waktu

Carlos Oliveira diprediksi paling cepat datang di Malang pada Rabu (16/9/2020) sore. Praktis, pelatih asal Brasil itu cuma punya waktu mempersiapkan tim selama 15 hari saja.

Seperti diketahui, laga pertama Arema di pekan keempat Liga 1 2020 melawan Bhayangkara FC akan digelar Jumat (2/10/2020) mendatang. Tentu saja, Carlos harus memaksimalkan sisa waktu persiapan yang dimiliki timnya.

“Tapi, tak perlu ada yang dikhawatirkan tentang persiapan tim ini,” tegas mantan pelatih tim Liga Vietnam, Becamex Binh Duong itu.

 

Subscribe channel Youtube kami, ikuti kami di Instagram dan gabunglah bersama kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Arema dan Aremania.

Ditarget Juara Kartini Cup 2020, Begini Reaksi Pelatih Arema Putri

Ditarget Juara Kartini Cup 2020, Begini Reaksi Pelatih Arema Putri
Skuad Arema Putri (C) DANI KRISTIAN

Setelah ditunjuk sebagai pelatih Arema Putri yang baru, Nanang Habibi mengaku sudah diberikan target oleh manajemen timnya. Skuad Ongis Kodew di bawah asuhannya ditargetkan juara Kartini Cup 2020.

Nanang sangat antusias, meski hingga kini persiapan tim belum dilakukan lantaran turnamen yang akan digelar di Bantul itu jadwalnya sempat mundur menjadi 7-14 Oktober. Kabarnya, para pemain Arema Putri baru akan dikumpulkan pada pekan terakhir di bulan September.

Melihat target yang diberikan Manager Arema Putri, Fuad Ardiansyah, pelatih asal Banyuwangi ini sangat termotivasi. Walaupun belum memiliki gambaran tim seperti apa, Nanang berharap penuh pada kemampuan anak asuhnya.

“Saya pribadi juga punya target berprestasi positif dengan menjadi juara di Kartini Cup ini. Semoga anak-anak bisa berjuang maksimal,” kata Nanang kepada WEAREMANIA.

Belum Melihat Pesaing Menjadi Juara Kartini Cup 2020

Nanang Habibi juga belum bisa menilai lawan-lawan yang akan dihadapi sebagai pesaing meraih juara di Kartini Cup. Sebab, pihaknya belum menerima hasil pembagian grup dan jadwal turnamen tersebut.

Yang diketahuinya, turnamen ini banyak diikuti klub-klub sepak bola wanita yang sudah berpengalaman lebih dulu di ajang nasional. Sementara Arema baru membentuk tim sepak bola wanita sejak 2019 lalu saat mengikuti Liga 1 Putri.

“Katanya ada penambahan peserta, dan bocorannya semua tim peserta sudah sangat siap degan event ini,” pungkas pelatih berusia 30 tahun itu.

 

Subscribe channel Youtube kami, ikuti kami di Instagram dan gabunglah bersama kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Arema dan Aremania.

Renan Silva Buka Suara Soal Ketertarikan Arema

Renan Silva Buka Suara Soal Ketertarikan Arema
Renan Silva (C) DANI KRISTIAN

Renan Silva buka suara soal ketertarikan Arema mendatangkan playmaker yang memiliki tipikal sepertinya. Hanya saja, pemain asal Brasil itu hingga kini masih berteka-teki mengenai jawabannya.

Sebelumnya, Arema melalui asisten pelatihnya, Charis Yulianto menyatakan tengah mencari sosok playmaker asing untuk lanjutan Liga 1 2020. Mereka masih punya dua slot kosong setelah ditinggal Jonathan Bauman dan Oh In-kyun.

Secara blak-blakan Charis tertarik dengan tipikal permainan seperti Renan. Kebetulan, keduanya sempat bekerja bersama di Borneo FC pada Liga 1 2019 lalu, saat Charis masih menjadi asisten pelatih Mario Gomez.

“Ya, saat ini saya masih bermain untuk Bhayangkara FC, tapi kontrak saya berakhir di November 2020 nanti, selanjutnya belum tahu,” ungkap Renan kepada WEAREMANIA.

Renan Silva Buka Peluang ke Arema

Renan Silva menjadi bagian dari Bhayangkara FC di Liga 1 2020 yang sempat terhenti sejak Maret lalu dan akan bergulir lagi 1 Oktober mendatang. Namun, eks gelandang Borneo FC ini belum tahu seperti apa masa depannya.

Selama tiga pekan awal sebelum Liga 1 2020 dihentikan sementara, Renan selalu bermain. Pemain berusia 31 tahun itu mencatatkan menit bermain 238 menit, selalu menjadi starter, tetapi dua kali digantikan.

“Saat ini status saya masih menantikan renegosiasi dengan manajemen Bhayangkara FC,” pungkasnya.

 

Subscribe channel Youtube kami, ikuti kami di Instagram dan gabunglah bersama kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Arema dan Aremania.

Trik Hanif Sjahbandi Hadapi Jadwal Padat Liga 1 2020

Trik Hanif Sjahbandi Hadapi Jadwal Padat Liga 1 2020
Hanif Sjahbandi (C) DANI KRISTIAN

Jadwal padat Liga 1 2020 yang bakal bergulir kembali pada 1 Oktober mendatang tak mambuat Hanif Sjahbandi gentar. Gelandang Arema ini justru sudah menyiapkan trik agar bisa tetap selamat dari cengkraman padatnya jadwal kompetisi.

Jika melihat jadwal yang dirilis PT Liga Indonesia Baru (LIB), sisa 31 pertandingan bakal digelar selama lima bulan saja dari Oktober-Februari. Maka, jadwal padat tak bisa terelakkan.

Hanif teringat Liga 1 2019 lalu, di mana pada putaran kedua Arema harus menghadapi jadwal tanding 4-5 hari sekali. Berkaca dari pengalaman itu, saat banyak pemain Arema yang mengalami masalah cedera dan kelelahan, pemain asal Bandung itu ingin timnya segera beradaptasi.

“Kami bisa belajar dari musim lalu, bisa tanding empat hari sekali, dengan risiko cedera sudah pasti. Seperti musim lalu kita sudah merasakan, makin akhir makin capek, letih, dalam kondisi seperti itu,” kata Hanif.

Lalui Jadwal Padat Liga 1 2020 dengan Menjaga Kondisi

Hanif Sjahbandi mengajak seluruh pemain Arema untuk segera memikirkan cara agar bisa tetap bugar dalam jadwal padat lanjutan Liga 1 2020. Setidaknya, menurutnya setiap pemain bisa menjaga kondisi masing-masing.

Musim ini, penggawa Singo Edan benar-benar dituntut memiliki kondisi fisik yang bagus. Apalagi, kompetisi dipusatkan di Pulau Jawa, di mana pemain harus menjalani laga away dengan menggunakan bus yang tentu memakan waktu perjalanan lebih lama.

“Sekarang kembali kepada pemainnya, bagaimana pintar-pintar menjaga kondisi. Tahun lalu masih bisa terbang, tahun ini malah harus menempuh perjalanan darat. Semoga teman-teman bisa beradaptasi dengan baik terhadap situasi ini, yang akhirnya bisa memebrikan hasil yang maksimal,” tandasnya.

 

Subscribe channel Youtube kami, ikuti kami di Instagram dan gabunglah bersama kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Arema dan Aremania.

Antisipasi Jika Laga Bhayangkara FC vs Arema Tetap di Jakarta

Antisipasi Jika Laga Bhayangkara FC vs Arema Tetap di Jakarta
Taufik Hidayat (C) DANI KRISTIAN

Bek sayap Arema, Taufik Hidayat sudah menyiapkan langkah antisipasi jika laga Bhayangkara FC vs Arema tetap digelar di Jakarta, Jumat (2/10/2020) mendatang. Sebagai pemain harus siap kalau laga pekan keempat Liga 1 2020 itu tak dipindahkan venue-nya meski ada PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) di ibukota.

Pada jadwal yang dirilis PT Liga Indonesia Baru (LIB), tertulis laga tersebut digelar di Stadion PTIK, Jakarta. Namun, pelaksanaan PSBB di kota homebase BFC membuat venue pertandingan bisa berubah.

Jika tetap digelar di Jakarta, dan skuad Arema diizinkan memasuki kawasan ibukota, maka Taufik siap melaksanakan protokol kesehatan. Menurutnya, itu hal penting dan utama yang harus dilakukan para pemain Arema.

“Kalau tetap di Jakarta di tengah PSBB, kita lebih berhati-hati. Kita harus menaati protokol kesehatan, jangan keluar hotel, jangan makan di luar. Kita jaga diri baik-baik, lebih disiplin,” kata Taufik.

Laga Bhayangkara FC vs Arema Tetap atau Pindah Venue Taufik Hidayat Siap

Selain bersiap jika PT LIB memutuskan laga Bhayangkara FC vs Arema digelar di Stadion PTIK sesuai jadwal semula, Taufik Hidayat juga berpikir kemungkinan opsi pindah stadion.

Memang, ada opsi venue pertandingan dipindahkan ke stadion lain di luar Jakarta. Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi Stadion Pakansari, Bogor, bahkan Stadion Gelora Delta, Sidoarjo menjadi alternatif pilihan yang memungkinkan.

“Kita main di mana saja siap, Arema selalu siap. Kalau dipindah pasti karena ada situasi tertentu yang mengharuskan laga ini dipindahkan. Prinsipnya, main di manapun kami siap,” pungkasnya.

 

Subscribe channel Youtube kami, ikuti kami di Instagram dan gabunglah bersama kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Arema dan Aremania.

Ferry Gumilang Beber Penyebab Arema Kalah di Leg Kedua

Jadwal IFeL 2020 Pekan 2: Arema Tantang Borneo FC
Ferry Gumilang

Setelah menang atas Persita Tangerang di leg pertama pekan 1 Indonesian Football e-League (IFeL) 2020, Sabtu (12/9/2020), Arema kalah di leg kedua. Ferry Gumilang sebagai pemain Singo Edan e-Sport membeberkan penyebab Arema kalah.

Pada leg pertama, Ferry mampu membawa Arema menekuk Persita yang dimainkan Elul Wibowo dengan skor 4-1. Ferry benar-benar menguasai permainan di mana 45 menit babak pertama sudah unggul telak tiga gol tanpa balas.

Sayangnya, pada leg kedua yang digelar di hari yang sama, dengan mengejutkan Ferry kalah dari Elul. Babak pertama sempat berlangsung seru kejar-mengejar gol dengan skor 2-2. Bahkan, laga nyaris berakhir imbang 4-4 jika gol Jonathan Bauman tak dianulir wasit.

“Di leg kedua musuh mengganti strateginya, dan saya juga terbawa permainannya,” ungkap Ferry kepada WEAREMANIA.

Penyebab Arema Kalah Bukan karena Meremehkan Lawan

Banyak Aremania yang menilai Ferry Gumilang terlalu meremehkan lawan pada leg kedua Saat Arema bersua Persita. Namun, pemuda asal Bandung ini membantahnya.

Menurutnya, dalam hati sama sekali tak ada perasaan meremehkan Elul yang menjadi lawan tandingnya. Sebagai pemain Pre Evolution Soccer yang lebih junior, pemuda berusia 24 tahun itu sangat respek pada seluruh peserta.

“Kalau dibilang terlalu meremehkan, tentu saja tidak. Semua pemain di IFeL ini malah kebanyakan lebih senior daripada saya. Jadi, tak mungkin saya meremehkan lawan,” tandasnya,” imbuhnya.

Berharap Hasil Lebih Baik di Pekan 2

Arema akan bersua dengan Borneo FC yang diwakili oleh QwaSG yang pekan lalu kalah dua leg langsung oleh PS Sleman. Ferry Gumilang berharap bisa meraih hasil lebih baik untuk memperbaiki peringkat Arema yang sejauh ini bertengger di peringkat 4 klasemen sementara IFeL 2020 dengan 3 poin.

“Di pekan kedua mudah-mudahan ke depannya saya bisa meraih poin penuh di setiap laganya,” tegas eks pemain Chonburi FC di Thailand e-League itu.

 

Subscribe channel Youtube kami, ikuti kami di Instagram dan gabunglah bersama kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Arema dan Aremania.