blog Halaman 87

Arema Menang 2-0, Milo Malah Memuji Kualitas PSM

0

Arema menang 2-0 atas PSM Makassar di pekan ke-22 Liga 1 2019, Rabu (2/10/2019) malam di Stadion Kanjuruhan Malang. Pelatih Arema, Milomir Seslija malah memuji kualitas tim lawannya.

Bagi pelatih yang akrab disapa Milo itu, laga ini merupakan laga yang berat. Sebab, skuat asuhannya dibayangi catatan buruk selama dua tahun terakhir di mana Arema tak pernah menang atas PSM.

Terbukti, pada babak pertama Arema tak mampu membobol gawang PSM. Akhirnya, tim tamu mampu menahan imbang Arema 0-0.

“Ini laga yang berat bagi Arema, tapi kami mampu memperoleh hasil terbaik. Setelah tidak pernah menang atas PSM dalam dua tahun terakhir, sekarang Arema menang 2-0,” kata Milo dalam sesi jumpa pers usai laga.

PSM Tim dengan Taktik Terbaik

Milo menegaskan Arema menang 2-0 atas PSM tidak dengan jalan yang mudah. Sebab, menurutnya Arema menghadapi tim dengan taktik terbaik di kompetisi ini.

Buktinya, Arema baru bisa mencetak gol setelah PSM bermain dengan 10 pemain, karena Hasyim Kipuw dikartu merah. Sylvano Comvalius membuka keunggulan skuat Singo Edan sebelum digandakan oleh Muhammad Rafli.

“PSM datang ke sini dengan gelar juara Piala Indonesia. Tapi, kami mampu mengontrol permainan. Meski mereka harus bermain dengan 10 pemain dulu baru kami mencetak dua gol. Terimakasih PSM yang bermain fairplay. Darije Kalezic (pelatih PSM) membuat tim ini lebih bagus dari tahun lalu,” imbuhnya.

Terimakasih Aremania

Milo juga menyebut kemenangan 2-0 atas PSM ini juga tak lepas dari dukungan Aremania. Pelatih berlisensi kepelatihan UEFA Pro ini tak lupa mengucapkan terimakasih kepada para pendukung timnya yang sudah hadir di tribune stadion.

“Terimakasih Aremania yang telah percaya tim ini. Saya mengapresiasi dua cleansheet, dengan skor kemenangan 6-0, dengan lawan dua tim bagus,” pungkas pelatih 55 tahun ini.

Berita Foto: Arema FC kandaskan PSM di Kanjuruhan

0

Kemenangan berarti kembali dicatatkan Arema FC di Kanjuruhan. Setelah mengalahkan PSS Sleman 4-0, kali ini PSM Makassar dihajar 2-0. Total 6 gol mampu dilesatkan Arema FC. Kemenangan ini juga membuat gawang Singo Edan tidak kebobolan dalam dua laga. Dalam pertandingan ini Arema FC juga tampil mengesankan sepanjang laga.

Berikut ini adalah lensa foto jepretan Dani Kristian W pada pertandingan tersebut.

Skuat Arema FC saat melawan PSM

Tim Arema FC tampil dengan skuat lengkap saat menjamu PSM Makassar di Stadion Kanjuruhan dalam lanjutan Shopee Liga 1.

Penampilan Lugas Ikhfanul Alam

Ikhfanul Alam tampil menjadi teman duet Hamka Hamzah di lini belakang, hasilnya Arema FC mampu mengamankan clean sheet kedua kalinya.

Semoga Tenang Kawan

Spanduk bertuliskan “Rest in Peace Sam Herman” terbentang di sisi selatan tribun Stadion Kanjuruhan, bentuk penghormatan yang disampaikan Aremania.

Arema FC “Kodew” Siap Berlaga

Skuad Arema FC “Kodew” sudah lengkap untuk mengikuti ajang Liga 1 Wanita yang akan berlangsung mulai Oktober 2019 ini. Mereka akan berkandang di Stadion Brantas, Kota Batu.

Salam Hormat Dari Makassar

Suporter PSM Makassar ikut membaur di tribun bersama Aremania. Mereka tak henti menyanyikan lagu untuk memberikan semangat.

Duet Maut Arema FC

Dedik Setiawan kembali berlaga di Stadion Kanjuruhan, hasilnya satu assist berhasil diberikan untuk gol yang dicetak Sylvano Comvalius.

Bayar Langsung Lewat Gol

Masuk di menit 71 M. Rafil mencatatkan namanya di papan skor satu menit berselang. Cukup satu menit baginya untuk memastikan kemenangan Arema FC di kandang.

Hamka Hamzah Kapten Sejati

Meski mengalami cidera Hamka Hamzah tetap berada di dalam lapangan hingga peluit panjang ditiup. Ban kapten tetap melingkar di lengan kirinya, semangatnya berharga bagi tim.

Hasil Pertandingan Arema FC vs PSM Makassar: 2-0

Laga Arema FC vs PSM Makassar di pekan ke-22 Liga 1 2019, Rabu (2/10/2019) malam baru saja berakhir. Laga yang digelar di Stadion Kanjuruhan Malang itu berakhir dengan skor 2-0 untuk kemenangan tim tuan rumah.

Jalannya Babak Pertama

PSM justru membuka peluang pertama lebih dahulu di menit pertama. Sepakan Rahmat dari sisi kiri pertahanan Arema mampu dimentahkan dengan tangkapan kiper Kartika Ajie.

Selang empat menit, PSM kembali mengancam lewat tembakan Ezra Walian. Bola ditepis Ajie, muntah ke arah Raphael Maitimo. Disambut sambaran kakinya, namun bola melebar ke kanan gawang Arema.

Peluang pertama Arema baru datang di menit 16. Tembakan Rifaldi Bawuo coba mengancam. Bola tak mengarah ke gawang PSM.

Pada menit 24, giliran Dedik Setiawan yang membuka peluang bagi Arema. Tendangan kerasnya membuat bola menukik, sayangnya tipis di atas mistar gawang lawan.

Pada menit 40, Agil Munawar harus ditarik keluar oleh tim pelatih Arema lantaran cedera. Ricky Ohorella dimasukkan sebagai pemain pengganti.

Sepakan kaki kanan Makan Konate yang ditepis kiper PSM mengakhiri babak pertama. Skor imbang 0-0 bertahan untuk kedua tim.

Jalannya Babak Kedua

Babak kedua Arema FC vs PSM Makassar dibuka dengan tembakan keras Rifaldi di menit 49. Sayang, bola malah meninggi di atas mistar gawang PSM.

Perubahan komposisi pemai kembali dilakukan tim pelatih Arema di menit 59. Kali ini Rifaldi digantikan Riky Kayame.

Sejak menit 54, PSM harus bermain dengan 10 pemain setelah Hasyim Kipuw terkena kartu kuning kedua. Kartu merah membuatnya diusir dari lapangan.

Gol pembuka kemenangan Arema lahir dari kepala Sylvano Comvalius di menit 64. Bola kemelut di depan gawang PSM sanggup disundulnya menjadi gol untuk Arema.

Pada menit 71, Muhammad Rafli dimasukkan tim pelatih Arema untuk menambah daya dobrak. Dedik Setiawan yang ditarik keluar.

Semenit berselang, Rafli menggandakan skor menjadi 2-0. Sebuah sodoran manis dari Ridwan Tawainella disonteknya ke gawang PSM tanpa mampu dibendung sang kiper Hilman Syah.

 

 

Daftar Susunan Pemain Arema FC vs PSM Makassar Liga 1 2019

0

Laga Arema FC vs PSM Makassar di pekan ke-22 Liga 1 2019, Rabu (2/10/2019) malam di Stadion Kanjuruhan Malang segera dimulai. Daftar Susunan Pemain (DSP) kedua tim telah terbit.

Berikut ini Daftar Susunan pemain Arema FC vs PSM Makassar

Arema FC:

Kartika Ajie, Alfin Tuasalamony, Hamka Hamzah, Ikhfanul Alam, Agil Munawar, Hendro Siswanto, Makan Konate, Ridwan Tawainella, Rifaldi Bawuo, Dedik Setiawan, Sylvano Comvalius.

Bench: Utam Rusdiyana, Rachmat Latief, Jayus Hariono, Ricky Ohorella, Takafumi Akahoshi, Muhammad Rafli, Riky Kayame.

Pelatih: Milomir Seslija.

PSM Makassar:

Hilman Syah, Aaron Evans, Munhar, Benny Wahyudi, Hasyim Kipuw, M Arfan, Marc Klok, Raphael Maitimo, Rizky Pellu, Ezra Walian, M Rahmat.

Bench: Reza Arya, Aji Kurniawan, Taufik Hidayat, Rizky Eka, Rasyid Bakri, Zulham Zamrun, Ferdinand Sinaga.

Pelatih: Darije Kalezic.

FIKSI: Maafkan Aku, Aremaniaku!

Sore itu, aku tenggelam dalam riuhnya Stadion Kanjuruhan Malang. Semua satu suara dalam mendukung tim kebanggaan kami, Arema FC yang tengah berlaga menjamu PSM Makassar di pekan ke-22 Liga 1 2019.

Sebagai Aremania, aku semakin semangat lantaran Arema bisa tampil dengan skuat terbaiknya malam ini. Terlebih Makan Konate sanggup membawa Arema unggul cepat 1-0 di awal babak pertama. Saking ramainya tribun stadion kala itu, suara notifikasi Whatsapp yang masuk ke handphone tak begitu terdengar di telingaku.

“Sayang, kamu dimana?” begitu bunyi pesan dari Cecil, kekasihku.

Pesan itu baru bisa kubaca pada saat istirahat turun minum. Hatiku agak emosi lantaran PSM berhasil menyamakan kedudukan 1-1 lewat tendagan penalti Ferdinand Sinaga.

“Kenapa?” balasku singkat karena malas.

“Aku kangen, sudah lama kita gak ketemu,” balas Cecil lagi, yang cuma kubaca saja, karena tak sengaja bertemu nawak lama di tribun. Kami pun bereuni tipis-tipis sampai babak kedua dimulai, dan pesan dari Cecil pun terlupakan.

“Sayang..”

“Ihhhh, kok gak dibales sih?”

“Kamu ke mana sih?”

Pesan dari Cecil masuk bertubi-tubi. Dan tetap tak kubalas, karena selain bunyi notifikasinya tidak terdengar, aku juga lebih fokus ke pertandingan. Sempat senang karena Sylvano Comvalius membuat Arema kembali unggul 2-1, cukup lah untuk lolos ke babak selanjutnya.

Saat penyerang asal Belanda itu melakukan selebrasi dengan berlari ke arah tribunku yang kebetulan berada di belakang gawang selatan, sambil menyilangkan kedua tangannya, aku pun ikut menyambut dengan suka cita bersama Aremania lainnya.

Sayangnya, di menit-menit terakhir, PSM mampu mencetak satu gol lagi melalui Zulham Zamrun. Hasil imbang 2-2 itu jelas membuatku dan Aremania lainnya sestadion kecewa, karena Arema gagal menuai poin penuh di kandang sendiri. Aku pun pulang dengan memendam kecewa, dan sama sekali tak membuka handphone sampai keesokan harinya.

Kamu ke Mana Lagi Sih?

Besoknya, kulihat aplikasi Whatsapp sudah penuh notifikasi. Ternyata banyak pesan yang masuk. Tak cuma dari grup-grup Aremania yang kuikuti, tapi juga dari Cecil.

“Sayang,”

“Kamu ke mana lagi sih?”

“Gak dibales lagi,”

“Aduuuh, kamu bawel banget, ketakutan amat sih, aku lagi nonton Arema kemarin, heran deh,” balasku sekitar pukul 10.00 siang.

“Ya ampun, bisa kan kamu kabarin, bilang kek lagi nonton Arema, ya sudah maaf aku kalau ganggu kamu,” kata Cecil.

“Ok,” balasku singkat.

“Ok doang ini?” tanyanya.

“Aku masih kecewa gara-gara Arema gagal menang kemarin, jadi jangan cari gara-gara ya,” balasku ketus.

“Maaf,” balasnya, yang cuma kubaca saja.

Kamu Sibuk Ya?

Keesokan harinya, Cecil kirim pesan Whatsapp lagi, “Sayang, lagi ngapain? Ada rencana ke mana hari ini?”

Pesan itu cuma kubaca saja.

“Kamu sibuk ya? Lagi nonton Arema lagi?”

Lagi-lagi cuma kubaca pesan itu.

“Ya ampun, kamu bener-bener deh, cuma dibaca saja, bales kenapa,”

Sejam kemudian baru aku balas.

“Sayang, coba deh kamu ubah sikapmu itu, kalau aku gak bisa bales atau cuma baca doang, itu tandanya aku lagi sibuk, aku tadi lagi main futsal dengan anak-anak komunitas Aremania-ku, handphone bunyi terus, teman-teman pada nyindir, cieee dicariin cieeee, kan malu aku diledekin, ketakutan amat sih pacarmu gak dibalas sampai spam begitu,” akhirnya kubalas panjang lebar agar dia puas.

“Sebenarnya kamu sayang gak sih sama aku? Kok sampai sebegitunya yah? Emang salah ya kalau aku khawatir? Kalau aku kangen? Kalau aku nyariin kamu?” balasnya.

“Sayang boleh, tapi gak usah sampai begitu juga kali, kayak ketakutan aku sama cewek lain saja, sudahlah, aku malas berantem, terserah kamu mau mikir apa, aku mau jalan pulang dulu,” kataku.

“Ok, kalau itu mau kamu, biar aku menghilang saja sekalian, biar kamu gak merasa terganggu karena ada aku, biar gak ada yang bawel-bawel lagi ke kamu, kamu bisa tenang. Bye!”

“Ya elah, ngambekan juga lagi,”

Masih ngambek?

Sesampainya di rumah, coba kubalas lagi pesan Whatsapp dari Cecil.

“Ini aku baru sampai, kamu lagi apa?” kataku, namun lama sekali tak ada balasan darinya.

“Masih ngambek?”

Karena masih tak ada balasan hingga malam hari, ku-Whatsapp lagi si Cecil.

“Ya sudah, kalau masih ngambek, selamat malam Sayang, aku tidur duluan, sampai ketemu di mimpi,” kataku.

Pagi harinya kubuka Whatsapp lagi. Ternyata, belum ada balasan dari si Cecil. Jangankan dibalas, dibaca saja belum. Aku berpikir, si dia ini benar-benar ngambek.

“Ya ampun, ngambek sampai sebegitunya, sampai gak dibaca chatku,”

Cecil ada Mbak?

Karena merasa bersalah, akhirnya kuputuskan untuk ke rumahnya. Pikirku, sudah satu minggu juga kami gak ketemu. Sebelum sampai ke rumahnya, aku mampir dulu ke warung bakso urat langganan kami.

“Ini kubawakan bakso urat kesukaanmu,” kukirim pesan bersamaan dengan foto sebungkus bakso yang berisi dua bakso urat dengan ukuran sekepalan tangan.

Sesampainya di rumah Cecil, ternyata yang membukakan pintu adalah asisten rumah tangganya. Si Mbak agak heran melihatku.

“Cecil ada Mbak?” tanyaku.

“Lho, Den gak tahu? Non Cecil kan lagi dirawat di rumah sakit dari minggu lalu,” jawabnya.

“Hah, sakit? Kok bisa? Sakit apa?”

“Saya kurang tahu Den, Non Cecil sakit apa, coba saja Den ke rumah sakit deh, Non Cecil dirawat di Rumah Sakit Tentara Den,” ujar si Mbak.

“Ok Mbak, makasih, saya pamit dulu,” kataku sambil buru-buru memacu sepeda motor ke RST.

Cecil kenapa?

Sesampainya di RST, aku langsung menghubungi meja resepsionis kamar rawat inap untuk mencari tahu Cecil dirawat di ruangan mana.

“Maaf Mas, setelah saya cek, pasien atas nama Cecil Maharani sudah meninggal dunia, ini tadi baru saja dibawa pulang ke rumah duka,” betapa kagetnya aku mendengar jawaban si suster, tubuhku lemas.

Singkat cerita, aku kembali ke rumah Cecil, ternyata sudah ramai di sana. Jenazah kekasihku itu pun siap diberangkatkan menuju ke pemakaman. Aku pun menemui ibunya.

“Bu, Cecil kenapa? Kenapa bisa sampai meninggal begini Bu? Sakit apa dia?” tanyaku menyergah.

“Kita doakan saja supaya Cecil tenang di sana ya, dia sudah terbebas dari penyakitnya, sudah tidak merasakan sakit lagi sekarang, ini ada titipan surat dari Cecil buat kamu,” jawab ibu Cecil.

Jenazah kekasihku pun dibawa ke pemakaman. Aku pun ikut mengantarnya menuju ke tempat peristirahatan terakhirnya. Ketika seluruh pelayat pulang, dan tinggal tersisa aku seorang, kubuka surat dari Cecil, dan kubaca dengan seksama.

Apa Kabar?

“Sayang akuuu Dani, apa kabar? Maaf ya aku selalu bawel dan ganggu kamu. Hehe. Tapi, saat kamu baca surat ini, aku sudah gak bisa menemani kamu lagi, sudah gak bisa bawel-bawel lagi. Terakhir kita berantem itu karena aku sudah pengen pergi, pergi yang jauh, dan aku pengennya sebelum aku pergi jauh, aku bisa melihatmu untuk yang terakhir kali, tapi ternyata kamu sibuk, ya sudah gak papa deh.”

“Kamu jaga kesehatan selalu yah, kalau nonton Arema jangan lupa bawa jaket, kalau kangen aku, kamu bisa datang ke kuburan aku untuk ketemu aku. Hehe. Kalau kamu cari pacar lagi, carilah yang lebih baik dariku, yang gak bawel-bawel, yang gak nyariin kamu terus ya, biar kamu gak merasa pusing dan terganggu kayak waktu sama aku. Tapi aku mah jujur saja sayang banget sama kamu, makanya aku suka khawatir selalu.”

“Maaf kalau aku gak cerita tentang sakitku ini, aku kena kanker otak, kata dokter sudah gak ada kemungkinan sembuh, makanya aku gak mau kasih tahu kamu, aku cuma pingin di sisa hari-hariku bisa ketemu kamu, tapi kamu sibuk sih, jadi ya sudah gak papa deh. Aku pamit pergi ya. Kamu kuat kok. Maafkan aku, Aremaniaku.”

Astaga. Aku yang harusnya minta maaf sama kamu Sayang. Aku tahu, kamu bukanlah sosok Aremanita, gak suka sepak bola, gak pernah mau kuajak ke tribun stadion, tapi kamu gak pernah melarang aku mencintai sepak bola, mendukung tim kebanggaanku, atau datang ke stadion. Aku sayang banget sama kamu. Maafkan aku. Semoga surga menjadi tempat terbaikmu.

TAMAT

Cerita di atas hanyalah fiksi atau karangan, jika ada kesamaan nama tokoh dan tempat, hanyalah kebetulan belaka.

Agil Munawar Tak Gentar Nama Besar Pemain PSM

0

Agil Munawar tahu betul akan menghadapi penyerang sayap PSM Makassar macam Ferdinand Sinaga dan Zulham Zamrun di laga pekan ke-22 Liga 1 2019, Rabu (2/10/2019) malam di Stadion Kanjuruhan Malang. Bek sayap Arema itu mengaku tak gentar dengan nama besar pemain PSM.

Jika dimainkan sebagai bek sayap kanan atau pun kiri, Agil bakal berhadapan dengan Ferdinand atau pun Zulham. Hal tersebut tak masalah bagi pemain asal Bandung ini.

Disadarinya, sebagai pemain senior, sosok Ferdinand dan Zulham bisa dibilang sudah berpengalaman di sepak bola Indonesia, bahkan level internasional. Namun, hal tersebut tak membuatnya minder apalagi takut.

“Bagi saya, nama besar pemain PSM malah membuat saya makin semangat. Bagaimana caranya hal tersebut menjadi motivasi bagi saya, tapi emosi tetap terkontrol,” kata Agil.

Punya Trik Sendiri

Menghadapi pemain-pemain senior, terlebih punya nama besar seperti Ferdinand dan Zulham menurutnya tak bisa sembarangan. Agil menjelaskan, dibutuhkan trik-trik khusus agar bisa menjinakkan mereka.

Agil belajar dari pengalaman-pengalamannya bermain musim ini. Misal, ketika pemain 23 tahun itu dipercaya menjaga dua sayap cepat Madura United, Greg Nwokolo dan Andik Vermansyah.

“Intinya, kalau saya nanti dipasang di posisi bek kanan atau pun bek kiri, mau bertemu Ferdinand atau Zulham, harus bermain pintar. Harus menerapkan pressing-pressing ketat, dan jangan sampai kalah bersemangat, jangan kalah ngotot,” pungkas pemilik jersey bernomor punggung 37 itu.

Pelatih Arema Putri Targetkan Lolos ke Semifinal Liga 1 Putri 2019

0

Pelatih Arema Putri, Alief Syahrizal Muhammadan menargetkan timnya lolos ke babak semifinal Liga 1 Putri 2019. Namun, target awalnya adalah lolos babak penyisihan grup dulu.

Babak penyisihan grup Liga 1 Putri akan bergulir mulai 6 Oktober 2019. Demi bersiap melakoni laga perdana, Arema Putri sedang menjalani pemusatan latihan di Lapangan Arati Bhaya Wighina di kompleks Batalyon Zeni Tempur (Yon Zipur) 5 Kepanjen, Kabupaten Malang, mulai Senin (30/9/2019) pagi.

Demi meraih target tersebut, Alief sudah memanggil 23 pemain yang didaftarkan untuk kompetisi amatir ini. Persiapan fisik, taktik, mental, dengan target utama membina kekompakan antar pemain sudah digeber dalam pemusatan latihan hingga Jumat (4/10/2019) pagi itu.

“Target kami lolos grup dulu, lalu masuk ke babak semifinal. Itu target minimal kami, kalau bisa melebihi itu ya Alhamdulillah,” kata Alief.

Satu Grup dengan Persebaya

Arema Putri yang berada di Grup B bersama empat tim lainnya mengajukan diri sebagai tuan rumah seri pertama. Menariknya, mereka akan satu grup dengan Persebaya Surabaya, Bali United, Persipura Jayapura, dan PSM Makassar.

Bali United menjadi tim yang paling diwaspadai Alief di grup ini. Menurutnya, mereka yang bakal menjadi pesaing utama, bukan Persebaya yang statusnya rival Arema di tim putra.

“Saya pikir lawan berat kami masih Bali United, karena saya tahu betul komposisi pemain mereka bagus. Di sana banyak pemain timnas Indonesia Putri yang tadinya mau ke Arema, ternyata merapat ke Bali United,” pungkas pelatih Arema Putri asal Gresik ini.

Sistem Kompetisi

Sepuluh klub peserta dibagi menjadi dua grup yang akan bermain dalam tiga babak, yakni babak pendahuluan, semi-final, dan final. Untuk babak pendahuluan terbagi dalam empat seri, satu serinya berlangsung selama enam hari dan tuan rumahnya akan bergantian.

Kemudian, untuk babak semi-final dan final agar bisa ikut diramaikan oleh masyarakat akan digelar dengan format kandang-tandang.

Milo: Motivasi Pemain Arema Harus Lebih Besar dari Aremania

0

Milomir Seslija meminta motivasi pemain Arema harus lebih besar dari yang dimiliki Aremania. Hal ini yang ditanamkan pelatih yang akrab disapa Milo itu jelang menjamu PSM Makassar di pekan ke-22 Liga 1 2019, Rabu (2/10/2019) malam di Stadion Kanjuruhan Malang.

Pelatih asal Bosnia ini mengajak anak asuhnya untuk kembali mengingat tujuh hari lalu saat posisi Arema sedang sulit. Dalam tekanan harus menang setelah empat laga tak pernah menang, akhirnya mereka mampu mencukur PS Sleman 4-0.

Saat itu, menurutnya tekanan Aremania sangat terasa pada tim, khususnya 11 pemain yang berada di lapangan. Namun, Milo melihat sejak menit awal babak pertama, ada kesatuan antara pemain dan suporter yang sama-sama ingin memenangkan pertandingan itu.

“Sekarang, Arema pada posisi yang lebih bagus daripada tujuh hari lalu. Seharusnya perjuangan kami melawan PSM bisa berjalan lebih baik. Yang terpenting, motivasi pemain Arema harus lebih besar daripada Aremania. Ketika Aremania punya motivasi untuk menang lebih besar dari pemain, itu akan menjadi masalah besar bagi tim ini,” kata Milo.

Berharap Dukungan Aremania Tetap Besar

Melawan PSM, Milo berharap timnya mendapatkan dukungan Aremania dengan jumlah sebesar pada laga melawan PS Sleman lalu. Pelatih 55 tahun itu menilai hal ini penting bagi upaya timnya meraih kemenangan demi kemenangan.

Menurutnya, wajar jika Aremania memberikan kritik ketika penampilan timnya buruk. Begitu pula dengan keinginan mereka yang ingin Arema selalu tampil bagus dan terus menuai kemenangan di setiap laga.

“Tapi ingat, ketika kami sudah memberikan yang terbaik, seperti saat kami mengalahkan PS Sleman kemarin. Harapan kami dukungan dari Aremania itu tetap berlanjut di pertandingan selanjutnya,” tegas pelatih berlisensi UEFA Pro itu.

Andai Jebol Gawang PSM, Rifaldi Bawuo Siapkan Selebrasi Kejutan

0

Rifaldi Bawuo ingin sekali mencetak gol ke gawang PSM Makassar di pekan ke-22 Liga 1 2019, Rabu (2/10/2019) malam di Stadion Kanjuruhan Malang. Bahkan, penyerang Arema itu sudah menyiapkan selebrasi kejutan andai mencetak gol di laga tersebut.

Modal Rifaldi untuk mencetak gol cukup kuat, lantaran mentalnya sedang bagus-bagusnya. Sebab, pada laga sebelumnya, saat Arema menghancurkan PS Sleman 4-0, pemain asal Gorontalo itu menyumbang satu gol.

Sebagai spesialis pemain pengganti, penampilan Rifaldi cukup menjanjikan. Tiga gol sudah dicetaknya sejauh ini di Liga 1 2019 bersama Arema. Selain satu gol ke gawang PS Sleman, dua gol lain dibuat pemilik jersey bernomor punggung 11 itu ke gawang Persib Bandung.

“Kalau nanti saya mencetak gol lagi ke gawang PSM, selebrasinya mungkin akan berbeda. Akan saya pikirkan dulu, biarlah menjadi kejutan saja,” kata Rifaldi.

Harus Kerja Keras

Meski tekadnya basar, Rifaldi Bawuo menilai niatnya mencetak gol ke gawang PSM dan membawa Arema menang tidak akan mudah. Sebab, lawan pun punya kualitas yang tidak bisa dipandang sebelah mata.

Menurutnya, tim PSM merupakan tim kuat yang juga sering bermain keras. Setiap pemain lawan harus diwaspadainya.

“Tapi, kami juga sudah mempersiapkan diri, saya pribadi juga sudah siap menghadapi mereka. Yang jelas, melawan PSM kuncinya harus kerja keras dan bermain bagus,” imbuh mantan pemain Kalteng Putra tersebut.

Tak Terpengaruh Penundaan

Laga melawan PSM ini bagi Rifaldi Bawuo dan kawan-kawan bisa menjadi pelampiasan setelah laga pekan ke-21 melawan tuan rumah Persib Bandung ditunda karena tidak mendapatkan izin kepolisian. Namun, pemain 26 tahun itu mencoba tidak terpengaruh karenanya.

“Saya pikir tidak ada pengaruh penundaan itu ke tim, kami secara tim sudah siap. Pada putaran kedua ini misi saya ingin menemukan kembali permainan terbaik saya dulu yang sempat hilang,” pungkasnya.

Panpel Yuzu Indonesia Master Sulap Gor Ken Arok Menjadi Mini Istora

0

GOR Ken Arok adalah salah satu arena olahraga kebanggaan Kota Malang. GOR yang diresmikan pada 21 September 2006 ini juga menjadi arena pertarungan para atlet Bulutangkis kelas Dunia memperebutkan poin di Olimpiade Jepang.

Dipilihnya GOR Ken Arok sebagai venue memang bukan tanpa alasan. Ketua Panitia Achmad Budiharto menjelaskan jika awalnya panpel mencoba menggunakan kembali GOR Cakrawala milik Universitas Negeri Malang yang pernah dipakai pada 2015 lalu.

Namun, layout dari GOR tersebut tidak ideal jika digunakan untuk membangun lapangan bulutangkis karena bentuknya yang bundar. Dirinya pun akhirnya memilih GOR Ken Arok yang memiliki bentuk kotak sehingga layoutnya sangat pas jika dibuat empat lapangan plus dengan siaran televisinya.

“GOR Ken Arok sangat ideal untuk kejuaraan Bulutangkis Yuzu Indonesia Master ini, namun kami harus melakukan perbaikan. Karena layaknya gedung milik pemerintah, sangat banyak sekali yang dipermak terutama kebersihan gedung,” tegas Budi.

Panpel pun melakukan perbaikan, mulai dari kebersihan toilet, rumah laba-laba, hingga penataan layout. Hasilnya cukup membuat Walikota Malang terkagum-kagum dan kaget saat melihat dari dalam gedung sendiri.

“Beberapa atlet menyatakan jika GOR ini sangat nyaman, mereka bilang seperti mirip Istora dengan kapasitas yang lebih kecil. Saya berharap atlet bisa menunjukkan performa terbaik selama bermain,” tegasnya.

“Kami juga melakukan permak di GOR Djagung, yang digunakan sebagai tempat latihan dan pemanasan atlet sebelum bertanding. Arena lokasi latihan yang berdekatan dengan tempat pertandingan juga menjadikan alasan kami memilih GOR Ken Arok.”

Saat WEAREMANIA datang melihat, kami memang dibuat takjub dengan perubahan yang terjadi. Perubahan yang yang mencolok itu membuat penampakan GOR dari dalam tidak seperti biasanya.

“Ini juga menjadi sebuah investasi dari kami, sehingga kami memiliki harapan jika Walikota Malang mampu merawatnya dengan baik setelah kegiatan Bulutangkis ini selesai,” tutup Budiharto.

Di sisi lain, konsep sportainment yang dihadirkan pada kejuaraan yang berhadia total 1 milyar itu juga membuat pengunjung bisa berlama-lama di arena tersebut. Sebab, di luar GOR banyak sekali terdapat stand untuk memanjakan lidah demi mengisi kekosongan perut yang lelah setelah menonton pertandingan.

Duel Seru Atlet Pelatnas Melawan PB Djarum

Sementara itu dari pertandingan hari pertama Yuzu Indonesia Master, tidak ada kejutan yang berarti bagi pemain yang dijadikan unggulan yang melaju ke babak utama.

Kejutan mungkin bisa dialamatkan pada Desima Aqmar Syarafina dari PB Djarum memenangkan pertandingan melawan satu-satunya wakil pelatnas PBSI Alifia Intan Nurrohkhim lewat pertandingan tiga set dengan skor 18-21, 21-16, dan 21-19.

Alifia Intan Nurrohkhim saat bertanding melawan Desima Aqmar Syarafina
Alifia Intan Nurrohkhim saat bertanding melawan Desima Aqmar Syarafina

Usai pertandingan, Alifia menyatakan kekalahan terjadi karena dia banyak melakukan kesalahan sendiri sehingga lawan bisa memanfaatkannya.

Sementara Desima menyatakan jika kemenangan ini terjadi karena dia lebih siap.

“Yang penting fokus sama yakin saja di lapangan. Karena memang rekor pertemuan kita itu imbang. Jadi selalu ramai kalau kita bertanding. Mungkin kali ini, saya yang lebih siap,” tutur Desima.

Di babak pertama Yuzu Indonesia Masters 2019 BWF Tour Super 100, Desima sudah dinanti tunggal putri asal Tiongkok, Li Yun. Pertemuan ini akan menjadi duel perdana bagi kedua pebulutangkis.