{"id":13254,"date":"2021-07-22T15:20:51","date_gmt":"2021-07-22T08:20:51","guid":{"rendered":"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/?p=13254"},"modified":"2021-07-27T11:25:11","modified_gmt":"2021-07-27T04:25:11","slug":"kameswara-tirthayatra-dan-tafsir-baru-prasasti-ranu-kumbolo","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/sejarah\/kameswara-tirthayatra-dan-tafsir-baru-prasasti-ranu-kumbolo\/13254","title":{"rendered":"Kameswara Tirthayatra dan Tafsir Baru Prasasti Ranu Kumbolo"},"content":{"rendered":"<p>Prasasti Ranu Kumbolo, sebuah batu andesit di pendakian Gunung Semeru. Prasasti ini bertuliskan sebuah kalimat berbahasa Jawa Kuno (Sanskerta) yang awalnya dibaca \u2018<em>Ling dewa mpu Kameswara tirthayatra&#8217;.\u00a0<\/em>Seorang Professor Arkeologi, Ismail Lutfi,<a href=\"https:\/\/www.youtube.com\/channel\/UCCYu-pqVhunM1WK_kkbGu0w\">\u00a0<\/a>membeberkan tafsir baru tulisan aksara yang tertulis pada Prasasti Ranu Kumbolo ini. Melalui kanal YouTube <a href=\"https:\/\/www.youtube.com\/watch?v=ALe7HUTssZA\">Perkumpulan Ahli Epigrafi Indonesia<\/a>, beliau menggunakan cara yang berbeda dalam membaca askaranya, menjadi <em>&#8216;7441 Mpu Kameswara Tirthayatra&#8217;.\u00a0<\/em>Apa artinya?<\/p>\n<h3>Aksara Prasasti Ranu Kumbolo<\/h3>\n<p>Awalnya, pembacaan kalimat pada prasasti Ranu Kumbolo yakni <em>&#8220;Ling dewa mpu kameswara tirthayatra&#8221;<\/em> dan ada yang meembacanya tanpa <em>&#8220;ling dewa&#8221;.\u00a0<\/em>Namun pada awal Juli 2021 lalu, Ismail Lutfi mengemukakan cara membaca baru, yang mana tulisan pada prasasti ini menjadi <em>&#8216;7441 Mpu Kameswara Tirthayatra&#8217;.<\/em><\/p>\n<p>Aksara ini ditulis dengan huruf bergaya Jawa Tengah yang lazim disebut sebagai Aksara Gunung atau Buda. Aksara buda, menunjukkan masa yang kuno sekali. Secara Paleografis, aksara ini menunjukkan sebuah kebiasaan yang digunakan pada abad ke-15 dan awal 16 Masehi. Selain itu, aksara ini biasa digunakan oleh pelaku <a href=\"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/pendidikan-jawa-kuno-kadewaguruan\/8007\">kadewaguruan<\/a> dan mandala, dan bukan berasal dari kalangan kerajaan atau keraton.<\/p>\n<p>Tafsir ini diperkuat dengan bukti bahwa prasasti Ranu Kumbolo ditemukan di Gunung Semeru, sebuah tempat tinggal yang jauh dari pusat pemerintahan, cocok dengan lelaku kadewaguruan. Maka hal ini mendukung cara membaca aksara prasasti yang bahwa awal kalimatnya ditulis menggunakan angka yang satuannya ditulis terlebih dahulu. Jika dalam Prasasti tertulis angka 7441, maka jika dibalik menjadi 1447 Saka atau sekitar 1525 Masehi.<\/p>\n<h3>Mpu Kameswara<\/h3>\n<p>Awalnya, beberapa sejarawan berpendapat bahwa kata &#8216;<i>Mpu Kameswara&#8217; <\/i>dalam prasasti ini merujuk pada Raja Kediri. Namun &#8216;<em>Mpu&#8217;<\/em> tidak biasa digunakan untuk merujuk raja yang biasanya menggunakan gelar sri atau maha raja. Mpu Kameswara sering muncul pada prasasti di masa Kadiri maupun Majapahit sebagai pembesar atau pejabat pada masa itu. Maka Mpu Kameswara kemudian diartikan sebagai rohaniawan, seseorang yang melakukan perjalanan suci dalam rangka menuju kesempurnaan hidup sesuai dengan ajarannya.<\/p>\n<h3>Tirthayatra<\/h3>\n<p>Kata <em>tirthayatra<\/em>\u00a0berasal dari kata\u00a0<em>tirtha<\/em>\u00a0dan\u00a0<em>yatra<\/em>.\u00a0<em>Titha<\/em>\u00a0merupakan air sakral, berbeda dengan banyu yang berarti air biasa.\u00a0<em>Yatra<\/em>\u00a0berarti perjalanan spiritual. Sehingga\u00a0<em>tirthayatra<\/em> berarti sebuah perjalanan spiritual menuju air yang sakral. Air yang sakral dalam prasasti ini merujuk pada Ranu Kumbolo, sebuah danau air tawar yang berlokasi di kaki gunung Semeru, yaitu di Lumajang, Jawa Timur. Danau ini berada tepat di belakang prasasti.<\/p>\n<figure id=\"attachment_12225\" aria-describedby=\"caption-attachment-12225\" style=\"width: 330px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\" td-animation-stack-type0-1 wp-image-12225\" src=\"https:\/\/wearemania.net\/ngalam\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/prasasti-ranu-kumbolo-330x400.png\" alt=\"prasasti ranu kumbolo\" width=\"330\" height=\"400\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-12225\" class=\"wp-caption-text\">Foto Instagram @yosuapelamonia<\/figcaption><\/figure>\n<h3>Tafsir Baru Prasasti Ranu Kumbolo<\/h3>\n<p>Menurut Ismail Lutfi, ritual Tirthayatra kemungkinan memiliki syarat untuk menyebrangi sebuah tempat air, baik danau, sungai, atau samudra sebagai syarat menuju kesempurnaan hidup. Namun hal ini masih membutuhkan penelitian lebih lanjut.<\/p>\n<p>Maka dengan tafsir baru, Aksara dalam Prasasti Ranu Kumbolo menceritakan Mpu Kameswara yang melakukan suatu ritual bernama <em>tirthayatra<\/em> pada tahun Saka 1447. Ritual ini merupakan salah satu rangkaian langkah hidup\u00a0<em>wanaprastha\u00a0<\/em>untuk bisa memasuki tahap akhir kesempurnaan yang disebut dengan\u00a0<em>sanyasin\u00a0<\/em>atau\u00a0<em>biksuka<\/em>.<\/p>\n<p>Dalam konteks ini, keberadaan prasasti yang dekat dengan Ranu Kumbolo sebagai unsur air (tirtha) dalam ritual <em>tirthayatra. <\/em>Jika diartikan lebih lanjut, ritual\u00a0<em>tirthayatra\u00a0<\/em>adalah sebuah ritual penyucian diri dengan &#8220;menyebrang&#8221; ke tempat lain.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Baca juga:\u00a0<a href=\"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/pendidikan-jawa-kuno-kadewaguruan\/8007\">Pendidikan Jawa Kuno, Kadewaguruan<\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>Subscribe channel\u00a0<a href=\"https:\/\/www.youtube.com\/channel\/UCooTNJldUr9QuwIGKNN_cog\">Youtube<\/a>\u00a0kami, ikuti kami di\u00a0<a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/wearengalam\/\">Instagram<\/a>\u00a0dan gabunglah bersama kami di\u00a0<a href=\"https:\/\/www.facebook.com\/WeareNgalam\">Facebook<\/a> untuk menjadi bagian dari komunitas kami.<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Prasasti Ranu Kumbolo, sebuah batu andesit di pendakian Gunung Semeru. Prasasti ini bertuliskan sebuah kalimat berbahasa Jawa Kuno (Sanskerta) yang awalnya dibaca \u2018Ling dewa mpu Kameswara tirthayatra&#8217;.\u00a0Seorang Professor Arkeologi, Ismail Lutfi,\u00a0membeberkan tafsir baru tulisan aksara yang tertulis pada Prasasti Ranu Kumbolo ini. Melalui kanal YouTube Perkumpulan Ahli Epigrafi Indonesia, beliau menggunakan cara yang berbeda dalam [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":13255,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":"1590"},"footnotes":""},"categories":[23,1590],"tags":[8653,1655,8650,4595,940,8652,8651,8654],"class_list":["post-13254","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-malangan","category-sejarah","tag-arti-prasasti","tag-gunung-semeru","tag-pendakian-gunung-semeru","tag-prasasti-ranu-kumbolo","tag-ranu-kumbolo","tag-tafsir-prasasti","tag-tafsir-prasasti-ranu-kumbolo","tag-tulisan-prasasti"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v20.12 (Yoast SEO v24.4) - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Kameswara Tirthayatra dan Tafsir Baru Prasasti Ranu Kumbolo - Berita Malang Raya | WEAREMANIA<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Aksara dalam Prasasti Ranu Kumbolo menceritakan Mpu Kameswara yang melakukan suatu ritual bernama tirthayatra pada tahun Saka 1447.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/sejarah\/kameswara-tirthayatra-dan-tafsir-baru-prasasti-ranu-kumbolo\/13254\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Kameswara Tirthayatra dan Tafsir Baru Prasasti Ranu Kumbolo\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Aksara dalam Prasasti Ranu Kumbolo menceritakan Mpu Kameswara yang melakukan suatu ritual bernama tirthayatra pada tahun Saka 1447.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/sejarah\/kameswara-tirthayatra-dan-tafsir-baru-prasasti-ranu-kumbolo\/13254\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Ngalam Wearemania\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2021-07-22T08:20:51+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2021-07-27T04:25:11+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/141prasasti.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1280\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"800\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Ngalam Wearemania\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Ngalam Wearemania\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/sejarah\/kameswara-tirthayatra-dan-tafsir-baru-prasasti-ranu-kumbolo\/13254#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/sejarah\/kameswara-tirthayatra-dan-tafsir-baru-prasasti-ranu-kumbolo\/13254\"},\"author\":{\"name\":\"Ngalam Wearemania\",\"@id\":\"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/#\/schema\/person\/6eebd23f3b38e6e21a3792040847a0cf\"},\"headline\":\"Kameswara Tirthayatra dan Tafsir Baru Prasasti Ranu Kumbolo\",\"datePublished\":\"2021-07-22T08:20:51+00:00\",\"dateModified\":\"2021-07-27T04:25:11+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/sejarah\/kameswara-tirthayatra-dan-tafsir-baru-prasasti-ranu-kumbolo\/13254\"},\"wordCount\":518,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/sejarah\/kameswara-tirthayatra-dan-tafsir-baru-prasasti-ranu-kumbolo\/13254#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/141prasasti.jpg\",\"keywords\":[\"arti prasasti\",\"Gunung semeru\",\"pendakian gunung semeru\",\"Prasasti Ranu Kumbolo\",\"Ranu Kumbolo\",\"tafsir prasasti\",\"tafsir prasasti ranu kumbolo\",\"tulisan prasasti\"],\"articleSection\":[\"Malangan\",\"Sejarah\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/sejarah\/kameswara-tirthayatra-dan-tafsir-baru-prasasti-ranu-kumbolo\/13254\",\"url\":\"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/sejarah\/kameswara-tirthayatra-dan-tafsir-baru-prasasti-ranu-kumbolo\/13254\",\"name\":\"Kameswara Tirthayatra dan Tafsir Baru Prasasti Ranu Kumbolo - Berita Malang Raya | WEAREMANIA\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/sejarah\/kameswara-tirthayatra-dan-tafsir-baru-prasasti-ranu-kumbolo\/13254#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/sejarah\/kameswara-tirthayatra-dan-tafsir-baru-prasasti-ranu-kumbolo\/13254#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/141prasasti.jpg\",\"datePublished\":\"2021-07-22T08:20:51+00:00\",\"dateModified\":\"2021-07-27T04:25:11+00:00\",\"description\":\"Aksara dalam Prasasti Ranu Kumbolo menceritakan Mpu Kameswara yang melakukan suatu ritual bernama tirthayatra pada tahun Saka 1447.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/sejarah\/kameswara-tirthayatra-dan-tafsir-baru-prasasti-ranu-kumbolo\/13254#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/sejarah\/kameswara-tirthayatra-dan-tafsir-baru-prasasti-ranu-kumbolo\/13254\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/sejarah\/kameswara-tirthayatra-dan-tafsir-baru-prasasti-ranu-kumbolo\/13254#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/141prasasti.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/141prasasti.jpg\",\"width\":960,\"height\":600},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/sejarah\/kameswara-tirthayatra-dan-tafsir-baru-prasasti-ranu-kumbolo\/13254#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Kameswara Tirthayatra dan Tafsir Baru Prasasti Ranu Kumbolo\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/\",\"name\":\"Ngalam Wearemania\",\"description\":\"Malang Raya bersama Wearemania\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/#organization\",\"name\":\"Wearemania\",\"url\":\"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/logo_wearemania-ngalam_small.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/logo_wearemania-ngalam_small.png\",\"width\":154,\"height\":45,\"caption\":\"Wearemania\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/#\/schema\/person\/6eebd23f3b38e6e21a3792040847a0cf\",\"name\":\"Ngalam Wearemania\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d73624a7a7252973da70dec17cb8d49f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d73624a7a7252973da70dec17cb8d49f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Ngalam Wearemania\"},\"description\":\"Bagian dari Wearemania Network yang hadir memperkaya konten eksklusif tentang Malang Raya. Mulai dari berita terbaru hingga rekomendasi destinasi wisata di Malang Raya.\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Kameswara Tirthayatra dan Tafsir Baru Prasasti Ranu Kumbolo - Berita Malang Raya | WEAREMANIA","description":"Aksara dalam Prasasti Ranu Kumbolo menceritakan Mpu Kameswara yang melakukan suatu ritual bernama tirthayatra pada tahun Saka 1447.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/sejarah\/kameswara-tirthayatra-dan-tafsir-baru-prasasti-ranu-kumbolo\/13254","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Kameswara Tirthayatra dan Tafsir Baru Prasasti Ranu Kumbolo","og_description":"Aksara dalam Prasasti Ranu Kumbolo menceritakan Mpu Kameswara yang melakukan suatu ritual bernama tirthayatra pada tahun Saka 1447.","og_url":"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/sejarah\/kameswara-tirthayatra-dan-tafsir-baru-prasasti-ranu-kumbolo\/13254","og_site_name":"Ngalam Wearemania","article_published_time":"2021-07-22T08:20:51+00:00","article_modified_time":"2021-07-27T04:25:11+00:00","og_image":[{"width":1280,"height":800,"url":"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/141prasasti.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Ngalam Wearemania","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Ngalam Wearemania","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/sejarah\/kameswara-tirthayatra-dan-tafsir-baru-prasasti-ranu-kumbolo\/13254#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/sejarah\/kameswara-tirthayatra-dan-tafsir-baru-prasasti-ranu-kumbolo\/13254"},"author":{"name":"Ngalam Wearemania","@id":"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/#\/schema\/person\/6eebd23f3b38e6e21a3792040847a0cf"},"headline":"Kameswara Tirthayatra dan Tafsir Baru Prasasti Ranu Kumbolo","datePublished":"2021-07-22T08:20:51+00:00","dateModified":"2021-07-27T04:25:11+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/sejarah\/kameswara-tirthayatra-dan-tafsir-baru-prasasti-ranu-kumbolo\/13254"},"wordCount":518,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/sejarah\/kameswara-tirthayatra-dan-tafsir-baru-prasasti-ranu-kumbolo\/13254#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/141prasasti.jpg","keywords":["arti prasasti","Gunung semeru","pendakian gunung semeru","Prasasti Ranu Kumbolo","Ranu Kumbolo","tafsir prasasti","tafsir prasasti ranu kumbolo","tulisan prasasti"],"articleSection":["Malangan","Sejarah"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/sejarah\/kameswara-tirthayatra-dan-tafsir-baru-prasasti-ranu-kumbolo\/13254","url":"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/sejarah\/kameswara-tirthayatra-dan-tafsir-baru-prasasti-ranu-kumbolo\/13254","name":"Kameswara Tirthayatra dan Tafsir Baru Prasasti Ranu Kumbolo - Berita Malang Raya | WEAREMANIA","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/sejarah\/kameswara-tirthayatra-dan-tafsir-baru-prasasti-ranu-kumbolo\/13254#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/sejarah\/kameswara-tirthayatra-dan-tafsir-baru-prasasti-ranu-kumbolo\/13254#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/141prasasti.jpg","datePublished":"2021-07-22T08:20:51+00:00","dateModified":"2021-07-27T04:25:11+00:00","description":"Aksara dalam Prasasti Ranu Kumbolo menceritakan Mpu Kameswara yang melakukan suatu ritual bernama tirthayatra pada tahun Saka 1447.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/sejarah\/kameswara-tirthayatra-dan-tafsir-baru-prasasti-ranu-kumbolo\/13254#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/sejarah\/kameswara-tirthayatra-dan-tafsir-baru-prasasti-ranu-kumbolo\/13254"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/sejarah\/kameswara-tirthayatra-dan-tafsir-baru-prasasti-ranu-kumbolo\/13254#primaryimage","url":"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/141prasasti.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/141prasasti.jpg","width":960,"height":600},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/sejarah\/kameswara-tirthayatra-dan-tafsir-baru-prasasti-ranu-kumbolo\/13254#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Kameswara Tirthayatra dan Tafsir Baru Prasasti Ranu Kumbolo"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/#website","url":"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/","name":"Ngalam Wearemania","description":"Malang Raya bersama Wearemania","publisher":{"@id":"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/#organization","name":"Wearemania","url":"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/logo_wearemania-ngalam_small.png","contentUrl":"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/logo_wearemania-ngalam_small.png","width":154,"height":45,"caption":"Wearemania"},"image":{"@id":"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/#\/schema\/person\/6eebd23f3b38e6e21a3792040847a0cf","name":"Ngalam Wearemania","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d73624a7a7252973da70dec17cb8d49f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d73624a7a7252973da70dec17cb8d49f?s=96&d=mm&r=g","caption":"Ngalam Wearemania"},"description":"Bagian dari Wearemania Network yang hadir memperkaya konten eksklusif tentang Malang Raya. Mulai dari berita terbaru hingga rekomendasi destinasi wisata di Malang Raya."}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13254","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=13254"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13254\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":13322,"href":"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13254\/revisions\/13322"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/wp-json\/wp\/v2\/media\/13255"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=13254"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=13254"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=13254"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}