{"id":16132,"date":"2022-02-08T16:56:36","date_gmt":"2022-02-08T09:56:36","guid":{"rendered":"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/?p=16132"},"modified":"2022-02-08T16:56:36","modified_gmt":"2022-02-08T09:56:36","slug":"tradisi-jawa-mengubur-ari-ari-bayi-baru-lahir-masih-kental-di-malang-raya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/berita\/tradisi-jawa-mengubur-ari-ari-bayi-baru-lahir-masih-kental-di-malang-raya\/16132","title":{"rendered":"Tradisi Jawa Mengubur Ari-ari Bayi Baru Lahir Masih Kental di Malang Raya"},"content":{"rendered":"<p>Ada banyak tradisi Jawa untuk menyambut <a href=\"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/daftar-alamat-toko-perlengkapan-bayi-di-kota-malang\/7270\">bayi<\/a> yang baru lahir ke dunia. Salah satunya adalah tradisi mengubur ari-ari yang masih kental di Malang Raya.<\/p>\n<p>Tradisi mengubur ari-ari ini bisa dibilang sebagai upacara pertama yang dilakukan orang tua yang anaknya baru lahir. Umumnya, tradisi ini dilakukan oleh sang bapak dari bayi yang memiliki ari-ari yang dikubur tersebut.<\/p>\n<p>Rangkaian upacara ini dilakukan sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan<br \/>\nYang Maha Esa dengan hadirnya anugerah berupa anggota keluarga baru yang terlahir.<\/p>\n<p>Selain itu, upacara adat Jawa ini juga dimaksudkan sebagai salah satu cara untuk mendoakan si jabang bayi dan seluruh keluarga. Harapannya semuanya diberikan kesehatan, keselamatan, dan kesejahteraan.<\/p>\n<h2>Bagaimana Cara Mengubur Ari-ari Bayi Baru Lahir<\/h2>\n<p>Ari-ari merupakan sebutan lain untuk plasenta, atau dalam Bahasa Jawa dikenal pula dengan sebutan among\/dulur. Biasanya, ari-ari keluar setelah bayi keluar dari rahim sang ibu, lalu harus dikuburkan.<\/p>\n<p>Dalam rahim, ari-ari ini memiliki empat fungsi, yakni mengirimkan gizi dan oksigen dari darah ibu pada janin, membawa karbondioksida dan sisa pembuangan janin kembali ke darah ibu, membentuk pertahanan untuk infeksi dari obat-obatan tertentu, dan mengeluarkan hormon terutama human chorionic gonadotrophin (HCG), progesteron dan oestrogen.<\/p>\n<p>Sementara, bagi orang Jawa, ari-ari ini dianggap sebagai batur\/teman bayi sejak di dalam kandungan. Memang, sejak bayi keluar dari rahim, tugas ari-ari berakhir, tetapi organ ini harus dirawat dengan cara ditanam agar tidak membusuk atau dimakan binatang.<\/p>\n<p>Yang pertama dilakukan, ari-ari ditempatkan dalam sebuah gendok (semacam kendi), dengan alas daun talas. Alas ini mempunyai simbol agar sang anak kelak tumbuh tidak hanya memikirkan hal duniawi saja.<\/p>\n<p>Mendhem gendok berisi ari-ari ini dilakukan di lubang yang dibuat di dekat pintu utama rumah yang ditinggali. Untuk anak laki-laki di sebelah kanan pintu, sedangkan anak perempuan di sebelah kirinya.<\/p>\n<p>Tanah paling atas tempat mengubur ari-ari itu diberi kembang layaknya tradisi nyekar, lalu ditutupi daun pisang. Biasanya, di sekelilingnya diberi pagar bambu, atau sekarang orang-orang kerap menggunakan tempat sampah plastik sebagai pelindung di atasnya.<\/p>\n<p>Jangan lupa beri penerangan berupa lampu secukupnya yang harus dinyalakan ketika hari mulai gelap. Kalau zaman dahulu biasanya yang digunakan adalah lampu minyak\/oblek. Penerangan ini digunakan selama 35 hari sampai prosesi selapan digelar.<\/p>\n<p>Banyak tradisi Jawa lainnya yang masih terasa kental di Malang Raya. <span style=\"color: #ff0000;\"><strong>BACA: <\/strong><\/span><a href=\"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/menilik-tradisi-kembul-dungo-khas-kota-batu\/8192\"><span style=\"color: #ff0000;\"><strong>Inilah tradisi kembul dungo yang ada di Malang<\/strong><\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ada banyak tradisi Jawa untuk menyambut bayi yang baru lahir ke dunia. Salah satunya adalah tradisi mengubur ari-ari yang masih kental di Malang Raya. Tradisi mengubur ari-ari ini bisa dibilang sebagai upacara pertama yang dilakukan orang tua yang anaknya baru lahir. Umumnya, tradisi ini dilakukan oleh sang bapak dari bayi yang memiliki ari-ari yang dikubur [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":8,"featured_media":16134,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":""},"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[9273,4257,9274],"class_list":["post-16132","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","tag-mengubur-ari-ari-bayi","tag-tradisi","tag-tradisi-jawa"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v20.12 (Yoast SEO v24.4) - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Tradisi Jawa Mengubur Ari-ari Bayi Baru Lahir Masih Kental di Malang Raya - Berita Malang Raya | WEAREMANIA<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/berita\/tradisi-jawa-mengubur-ari-ari-bayi-baru-lahir-masih-kental-di-malang-raya\/16132\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Tradisi Jawa Mengubur Ari-ari Bayi Baru Lahir Masih Kental di Malang Raya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Ada banyak tradisi Jawa untuk menyambut bayi yang baru lahir ke dunia. Salah satunya adalah tradisi mengubur ari-ari yang masih kental di Malang Raya. Tradisi mengubur ari-ari ini bisa dibilang sebagai upacara pertama yang dilakukan orang tua yang anaknya baru lahir. Umumnya, tradisi ini dilakukan oleh sang bapak dari bayi yang memiliki ari-ari yang dikubur [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/berita\/tradisi-jawa-mengubur-ari-ari-bayi-baru-lahir-masih-kental-di-malang-raya\/16132\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Ngalam Wearemania\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-02-08T09:56:36+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/20220208_Mengubur-Ari-ari-Bayi.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1080\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"608\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Ongis Mbois\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Ongis Mbois\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/berita\/tradisi-jawa-mengubur-ari-ari-bayi-baru-lahir-masih-kental-di-malang-raya\/16132#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/berita\/tradisi-jawa-mengubur-ari-ari-bayi-baru-lahir-masih-kental-di-malang-raya\/16132\"},\"author\":{\"name\":\"Ongis Mbois\",\"@id\":\"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/#\/schema\/person\/8b97dfce1ab52eb657912d7eb4da3347\"},\"headline\":\"Tradisi Jawa Mengubur Ari-ari Bayi Baru Lahir Masih Kental di Malang Raya\",\"datePublished\":\"2022-02-08T09:56:36+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/berita\/tradisi-jawa-mengubur-ari-ari-bayi-baru-lahir-masih-kental-di-malang-raya\/16132\"},\"wordCount\":382,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/berita\/tradisi-jawa-mengubur-ari-ari-bayi-baru-lahir-masih-kental-di-malang-raya\/16132#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/20220208_Mengubur-Ari-ari-Bayi.jpg\",\"keywords\":[\"Mengubur Ari-ari Bayi\",\"Tradisi\",\"Tradisi Jawa\"],\"articleSection\":[\"Berita Terbaru\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/berita\/tradisi-jawa-mengubur-ari-ari-bayi-baru-lahir-masih-kental-di-malang-raya\/16132\",\"url\":\"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/berita\/tradisi-jawa-mengubur-ari-ari-bayi-baru-lahir-masih-kental-di-malang-raya\/16132\",\"name\":\"Tradisi Jawa Mengubur Ari-ari Bayi Baru Lahir Masih Kental di Malang Raya - Berita Malang Raya | WEAREMANIA\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/berita\/tradisi-jawa-mengubur-ari-ari-bayi-baru-lahir-masih-kental-di-malang-raya\/16132#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/berita\/tradisi-jawa-mengubur-ari-ari-bayi-baru-lahir-masih-kental-di-malang-raya\/16132#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/20220208_Mengubur-Ari-ari-Bayi.jpg\",\"datePublished\":\"2022-02-08T09:56:36+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/berita\/tradisi-jawa-mengubur-ari-ari-bayi-baru-lahir-masih-kental-di-malang-raya\/16132#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/berita\/tradisi-jawa-mengubur-ari-ari-bayi-baru-lahir-masih-kental-di-malang-raya\/16132\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/berita\/tradisi-jawa-mengubur-ari-ari-bayi-baru-lahir-masih-kental-di-malang-raya\/16132#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/20220208_Mengubur-Ari-ari-Bayi.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/20220208_Mengubur-Ari-ari-Bayi.jpg\",\"width\":1080,\"height\":608},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/berita\/tradisi-jawa-mengubur-ari-ari-bayi-baru-lahir-masih-kental-di-malang-raya\/16132#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Tradisi Jawa Mengubur Ari-ari Bayi Baru Lahir Masih Kental di Malang Raya\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/\",\"name\":\"Ngalam Wearemania\",\"description\":\"Malang Raya bersama Wearemania\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/#organization\",\"name\":\"Wearemania\",\"url\":\"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/logo_wearemania-ngalam_small.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/logo_wearemania-ngalam_small.png\",\"width\":154,\"height\":45,\"caption\":\"Wearemania\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/#\/schema\/person\/8b97dfce1ab52eb657912d7eb4da3347\",\"name\":\"Ongis Mbois\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7e9c2d15189af6353dc2f70154aab1ba?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7e9c2d15189af6353dc2f70154aab1ba?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Ongis Mbois\"},\"description\":\"Kuli tinta yang mendedikasikan diri untuk Bhumi Arema\",\"sameAs\":[\"http:\/\/Wearemania.net\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Tradisi Jawa Mengubur Ari-ari Bayi Baru Lahir Masih Kental di Malang Raya - Berita Malang Raya | WEAREMANIA","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/berita\/tradisi-jawa-mengubur-ari-ari-bayi-baru-lahir-masih-kental-di-malang-raya\/16132","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Tradisi Jawa Mengubur Ari-ari Bayi Baru Lahir Masih Kental di Malang Raya","og_description":"Ada banyak tradisi Jawa untuk menyambut bayi yang baru lahir ke dunia. Salah satunya adalah tradisi mengubur ari-ari yang masih kental di Malang Raya. Tradisi mengubur ari-ari ini bisa dibilang sebagai upacara pertama yang dilakukan orang tua yang anaknya baru lahir. Umumnya, tradisi ini dilakukan oleh sang bapak dari bayi yang memiliki ari-ari yang dikubur [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/berita\/tradisi-jawa-mengubur-ari-ari-bayi-baru-lahir-masih-kental-di-malang-raya\/16132","og_site_name":"Ngalam Wearemania","article_published_time":"2022-02-08T09:56:36+00:00","og_image":[{"width":1080,"height":608,"url":"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/20220208_Mengubur-Ari-ari-Bayi.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Ongis Mbois","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Ongis Mbois","Est. reading time":"2 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/berita\/tradisi-jawa-mengubur-ari-ari-bayi-baru-lahir-masih-kental-di-malang-raya\/16132#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/berita\/tradisi-jawa-mengubur-ari-ari-bayi-baru-lahir-masih-kental-di-malang-raya\/16132"},"author":{"name":"Ongis Mbois","@id":"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/#\/schema\/person\/8b97dfce1ab52eb657912d7eb4da3347"},"headline":"Tradisi Jawa Mengubur Ari-ari Bayi Baru Lahir Masih Kental di Malang Raya","datePublished":"2022-02-08T09:56:36+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/berita\/tradisi-jawa-mengubur-ari-ari-bayi-baru-lahir-masih-kental-di-malang-raya\/16132"},"wordCount":382,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/berita\/tradisi-jawa-mengubur-ari-ari-bayi-baru-lahir-masih-kental-di-malang-raya\/16132#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/20220208_Mengubur-Ari-ari-Bayi.jpg","keywords":["Mengubur Ari-ari Bayi","Tradisi","Tradisi Jawa"],"articleSection":["Berita Terbaru"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/berita\/tradisi-jawa-mengubur-ari-ari-bayi-baru-lahir-masih-kental-di-malang-raya\/16132","url":"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/berita\/tradisi-jawa-mengubur-ari-ari-bayi-baru-lahir-masih-kental-di-malang-raya\/16132","name":"Tradisi Jawa Mengubur Ari-ari Bayi Baru Lahir Masih Kental di Malang Raya - Berita Malang Raya | WEAREMANIA","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/berita\/tradisi-jawa-mengubur-ari-ari-bayi-baru-lahir-masih-kental-di-malang-raya\/16132#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/berita\/tradisi-jawa-mengubur-ari-ari-bayi-baru-lahir-masih-kental-di-malang-raya\/16132#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/20220208_Mengubur-Ari-ari-Bayi.jpg","datePublished":"2022-02-08T09:56:36+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/berita\/tradisi-jawa-mengubur-ari-ari-bayi-baru-lahir-masih-kental-di-malang-raya\/16132#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/berita\/tradisi-jawa-mengubur-ari-ari-bayi-baru-lahir-masih-kental-di-malang-raya\/16132"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/berita\/tradisi-jawa-mengubur-ari-ari-bayi-baru-lahir-masih-kental-di-malang-raya\/16132#primaryimage","url":"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/20220208_Mengubur-Ari-ari-Bayi.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/20220208_Mengubur-Ari-ari-Bayi.jpg","width":1080,"height":608},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/berita\/tradisi-jawa-mengubur-ari-ari-bayi-baru-lahir-masih-kental-di-malang-raya\/16132#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Tradisi Jawa Mengubur Ari-ari Bayi Baru Lahir Masih Kental di Malang Raya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/#website","url":"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/","name":"Ngalam Wearemania","description":"Malang Raya bersama Wearemania","publisher":{"@id":"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/#organization","name":"Wearemania","url":"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/logo_wearemania-ngalam_small.png","contentUrl":"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/logo_wearemania-ngalam_small.png","width":154,"height":45,"caption":"Wearemania"},"image":{"@id":"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/#\/schema\/person\/8b97dfce1ab52eb657912d7eb4da3347","name":"Ongis Mbois","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7e9c2d15189af6353dc2f70154aab1ba?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7e9c2d15189af6353dc2f70154aab1ba?s=96&d=mm&r=g","caption":"Ongis Mbois"},"description":"Kuli tinta yang mendedikasikan diri untuk Bhumi Arema","sameAs":["http:\/\/Wearemania.net"]}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16132","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/wp-json\/wp\/v2\/users\/8"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=16132"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16132\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":16133,"href":"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16132\/revisions\/16133"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/wp-json\/wp\/v2\/media\/16134"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=16132"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=16132"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=16132"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}