{"id":5356,"date":"2020-09-11T22:27:14","date_gmt":"2020-09-11T15:27:14","guid":{"rendered":"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/?p=5356"},"modified":"2020-09-11T22:27:14","modified_gmt":"2020-09-11T15:27:14","slug":"gejala-happy-hypoxia-yang-lebih-mematikan-dari-senyuman-happy-asmara","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/berita\/gejala-happy-hypoxia-yang-lebih-mematikan-dari-senyuman-happy-asmara\/5356","title":{"rendered":"Gejala Happy Hypoxia yang Lebih Mematikan dari Senyuman Happy Asmara"},"content":{"rendered":"<p>Jika ada yang menganggap senyuman Happy Asmara sudah cukup mematikan, sebaiknya Anda berpikir ulang sebelum mengenal gejala Happy Hypoxia. Ini bukan nama penyanyi dangdut, tapi gejala baru <a href=\"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/covid-19\">covid-19<\/a> yang mematikan.<\/p>\n<p>Pandemi covid-19 yang melanda dunia saat ini belum juga usia. Sudah banyak pihak yang meneliti penyakit yang disebabkan oleh virus corona ini. Terungkap satu persatu fakta menarik mengenai virus ini. Terbaru, munculnya gejala happy hypoxia yang diduga membuat sejumlah pasien covid-19 di Indonesia meninggal tanpa tanda-tanda jelas.<\/p>\n<p>Dikutip Halodoc.com, Hypoxia sendiri adalah kondisi yang sangat berbahaya, di mana otak, ginjal dan berbagai organ dalam tubuh tanpa oksigen. Situasi ini dapat merusak organ-organ tersebut hanya dalam beberapa menit setelah gejala dimulai. Kadar oksigen yang terus menurun, bukan cuma membuat organ-organ tersebut rusak, melainkan juga mengancam jiwa.<\/p>\n<h2>Lalu, Apakah Gejala Happy Hypoxia?<\/h2>\n<p>Sebutan lain untuk happy hypoxia adalah silent hypoxia atau hypoxemia. Masih dari laman yang sama, dijelaskan yang dimaksud Happy Hypoxia adalah penurunan kadar oksigen dalam darah. Situasi ini memaksa seseorang mengalami masalah dalam pernapasan berupa sesak napas atau dispnea.<\/p>\n<p>Namun, ada fakta terbaru yang diungkapkan Science Daily dari Loyola University Health System. Studi ini menjelaskan, pengidap covid-19 yang mengalami happy hypoxia masih bisa beraktivitas tanpa masalah dan tidak mengalami sesak napas. Penulis dari penelitian ini menyebut, kondisi penderita masih membingungkan para dokter, karena bertentangan dengan biologi dasar. Disebut terjangkit covid-19 tapi tak menampakkan gejalanya, tetapi disebut tidak terjangkit nyatanya si penderita bisa meninggal secara mendadak.<\/p>\n<p>Yang harus diketahui, tekanan oksigen dalam arteri yang normal berada pada kisaran angka 75 sampai 100 milimeter merkuri (mm Hg). Untuk memeriksanya, diperlukan alat bernama pulse oksimetri. Jika angkanya berada di bawah 60 mm Hg, maka Anda dipastikan membutuhkan oksigen tambahan. Sementara, konsentrasi oksigen dalam jaringan yang normal adalah 95-100 persen. Di bawah nilai itu, artinya kadar oksigen di dalam tubuh Anda rendah.<\/p>\n<h2>Hubungannya dengan Penderita Covid-19<\/h2>\n<p>Para penderita covid-19 erat hubungannya dengan yang namanya happy hypoxia. Sebab, pada dasarnya kedua penyakit ini memiliki masalah yang sama, yakni pada pernapasan manusia.<\/p>\n<p>Pada kasus covid-19 yang parah biasanya ditemukan, jumlah oksigen pada tubuh penderita pun berkurang, sehingga paru-paru menjadi kekurangan daya untuk memompa. Karenanya, tingkat oksigen darah yang sangat rendah kerap ditemukan pada sejumlah pasien covid-19 di Indonesia yang meninggal.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><strong>Subscribe channel <a href=\"https:\/\/www.youtube.com\/channel\/UCooTNJldUr9QuwIGKNN_cog\">Youtube<\/a> kami, ikuti kami di <a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/wearemanianet\/\">Instagram<\/a> dan gabunglah bersama kami di <a href=\"https:\/\/www.facebook.com\/KamiAremania\/\">Facebook<\/a> untuk menjadi bagian dari komunitas Arema dan Aremania.<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jika ada yang menganggap senyuman Happy Asmara sudah cukup mematikan, sebaiknya Anda berpikir ulang sebelum mengenal gejala Happy Hypoxia. Ini bukan nama penyanyi dangdut, tapi gejala baru covid-19 yang mematikan. Pandemi covid-19 yang melanda dunia saat ini belum juga usia. Sudah banyak pihak yang meneliti penyakit yang disebabkan oleh virus corona ini. Terungkap satu persatu [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":8,"featured_media":5358,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"0","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":""},"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[604,576],"class_list":["post-5356","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","tag-fase-new-normal","tag-new-normal"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v20.12 (Yoast SEO v24.4) - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Gejala Happy Hypoxia yang Lebih Mematikan dari Senyuman Happy Asmara - Berita Malang Raya | WEAREMANIA<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Jika ada yang menganggap senyuman Happy Asmara sudah cukup mematikan, sebaiknya Anda berpikir ulang sebelum mengenal gejala Happy Hypoxia.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/berita\/gejala-happy-hypoxia-yang-lebih-mematikan-dari-senyuman-happy-asmara\/5356\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Gejala Happy Hypoxia yang Lebih Mematikan dari Senyuman Happy Asmara\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Jika ada yang menganggap senyuman Happy Asmara sudah cukup mematikan, sebaiknya Anda berpikir ulang sebelum mengenal gejala Happy Hypoxia.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/berita\/gejala-happy-hypoxia-yang-lebih-mematikan-dari-senyuman-happy-asmara\/5356\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Ngalam Wearemania\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2020-09-11T15:27:14+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/wp-content\/uploads\/2020\/09\/2020_09_11_Gejala-Happy-Hypoxia-yang-Lebih-Mematikan-dari-Senyuman-Happy-Asmara.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1080\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"608\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Ongis Mbois\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Ongis Mbois\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/berita\/gejala-happy-hypoxia-yang-lebih-mematikan-dari-senyuman-happy-asmara\/5356#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/berita\/gejala-happy-hypoxia-yang-lebih-mematikan-dari-senyuman-happy-asmara\/5356\"},\"author\":{\"name\":\"Ongis Mbois\",\"@id\":\"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/#\/schema\/person\/8b97dfce1ab52eb657912d7eb4da3347\"},\"headline\":\"Gejala Happy Hypoxia yang Lebih Mematikan dari Senyuman Happy Asmara\",\"datePublished\":\"2020-09-11T15:27:14+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/berita\/gejala-happy-hypoxia-yang-lebih-mematikan-dari-senyuman-happy-asmara\/5356\"},\"wordCount\":395,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/berita\/gejala-happy-hypoxia-yang-lebih-mematikan-dari-senyuman-happy-asmara\/5356#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/wp-content\/uploads\/2020\/09\/2020_09_11_Gejala-Happy-Hypoxia-yang-Lebih-Mematikan-dari-Senyuman-Happy-Asmara.jpg\",\"keywords\":[\"fase new normal\",\"New Normal\"],\"articleSection\":[\"Berita Terbaru\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/berita\/gejala-happy-hypoxia-yang-lebih-mematikan-dari-senyuman-happy-asmara\/5356\",\"url\":\"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/berita\/gejala-happy-hypoxia-yang-lebih-mematikan-dari-senyuman-happy-asmara\/5356\",\"name\":\"Gejala Happy Hypoxia yang Lebih Mematikan dari Senyuman Happy Asmara - Berita Malang Raya | WEAREMANIA\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/berita\/gejala-happy-hypoxia-yang-lebih-mematikan-dari-senyuman-happy-asmara\/5356#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/berita\/gejala-happy-hypoxia-yang-lebih-mematikan-dari-senyuman-happy-asmara\/5356#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/wp-content\/uploads\/2020\/09\/2020_09_11_Gejala-Happy-Hypoxia-yang-Lebih-Mematikan-dari-Senyuman-Happy-Asmara.jpg\",\"datePublished\":\"2020-09-11T15:27:14+00:00\",\"description\":\"Jika ada yang menganggap senyuman Happy Asmara sudah cukup mematikan, sebaiknya Anda berpikir ulang sebelum mengenal gejala Happy Hypoxia.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/berita\/gejala-happy-hypoxia-yang-lebih-mematikan-dari-senyuman-happy-asmara\/5356#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/berita\/gejala-happy-hypoxia-yang-lebih-mematikan-dari-senyuman-happy-asmara\/5356\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/berita\/gejala-happy-hypoxia-yang-lebih-mematikan-dari-senyuman-happy-asmara\/5356#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/wp-content\/uploads\/2020\/09\/2020_09_11_Gejala-Happy-Hypoxia-yang-Lebih-Mematikan-dari-Senyuman-Happy-Asmara.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/wp-content\/uploads\/2020\/09\/2020_09_11_Gejala-Happy-Hypoxia-yang-Lebih-Mematikan-dari-Senyuman-Happy-Asmara.jpg\",\"width\":1024,\"height\":576,\"caption\":\"Wanita bermasker (C) SHUTTERSTOCK\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/berita\/gejala-happy-hypoxia-yang-lebih-mematikan-dari-senyuman-happy-asmara\/5356#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Gejala Happy Hypoxia yang Lebih Mematikan dari Senyuman Happy Asmara\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/\",\"name\":\"Ngalam Wearemania\",\"description\":\"Malang Raya bersama Wearemania\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/#organization\",\"name\":\"Wearemania\",\"url\":\"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/logo_wearemania-ngalam_small.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/logo_wearemania-ngalam_small.png\",\"width\":154,\"height\":45,\"caption\":\"Wearemania\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/#\/schema\/person\/8b97dfce1ab52eb657912d7eb4da3347\",\"name\":\"Ongis Mbois\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7e9c2d15189af6353dc2f70154aab1ba?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7e9c2d15189af6353dc2f70154aab1ba?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Ongis Mbois\"},\"description\":\"Kuli tinta yang mendedikasikan diri untuk Bhumi Arema\",\"sameAs\":[\"http:\/\/Wearemania.net\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Gejala Happy Hypoxia yang Lebih Mematikan dari Senyuman Happy Asmara - Berita Malang Raya | WEAREMANIA","description":"Jika ada yang menganggap senyuman Happy Asmara sudah cukup mematikan, sebaiknya Anda berpikir ulang sebelum mengenal gejala Happy Hypoxia.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/berita\/gejala-happy-hypoxia-yang-lebih-mematikan-dari-senyuman-happy-asmara\/5356","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Gejala Happy Hypoxia yang Lebih Mematikan dari Senyuman Happy Asmara","og_description":"Jika ada yang menganggap senyuman Happy Asmara sudah cukup mematikan, sebaiknya Anda berpikir ulang sebelum mengenal gejala Happy Hypoxia.","og_url":"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/berita\/gejala-happy-hypoxia-yang-lebih-mematikan-dari-senyuman-happy-asmara\/5356","og_site_name":"Ngalam Wearemania","article_published_time":"2020-09-11T15:27:14+00:00","og_image":[{"width":1080,"height":608,"url":"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/wp-content\/uploads\/2020\/09\/2020_09_11_Gejala-Happy-Hypoxia-yang-Lebih-Mematikan-dari-Senyuman-Happy-Asmara.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Ongis Mbois","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Ongis Mbois","Est. reading time":"2 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/berita\/gejala-happy-hypoxia-yang-lebih-mematikan-dari-senyuman-happy-asmara\/5356#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/berita\/gejala-happy-hypoxia-yang-lebih-mematikan-dari-senyuman-happy-asmara\/5356"},"author":{"name":"Ongis Mbois","@id":"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/#\/schema\/person\/8b97dfce1ab52eb657912d7eb4da3347"},"headline":"Gejala Happy Hypoxia yang Lebih Mematikan dari Senyuman Happy Asmara","datePublished":"2020-09-11T15:27:14+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/berita\/gejala-happy-hypoxia-yang-lebih-mematikan-dari-senyuman-happy-asmara\/5356"},"wordCount":395,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/berita\/gejala-happy-hypoxia-yang-lebih-mematikan-dari-senyuman-happy-asmara\/5356#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/wp-content\/uploads\/2020\/09\/2020_09_11_Gejala-Happy-Hypoxia-yang-Lebih-Mematikan-dari-Senyuman-Happy-Asmara.jpg","keywords":["fase new normal","New Normal"],"articleSection":["Berita Terbaru"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/berita\/gejala-happy-hypoxia-yang-lebih-mematikan-dari-senyuman-happy-asmara\/5356","url":"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/berita\/gejala-happy-hypoxia-yang-lebih-mematikan-dari-senyuman-happy-asmara\/5356","name":"Gejala Happy Hypoxia yang Lebih Mematikan dari Senyuman Happy Asmara - Berita Malang Raya | WEAREMANIA","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/berita\/gejala-happy-hypoxia-yang-lebih-mematikan-dari-senyuman-happy-asmara\/5356#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/berita\/gejala-happy-hypoxia-yang-lebih-mematikan-dari-senyuman-happy-asmara\/5356#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/wp-content\/uploads\/2020\/09\/2020_09_11_Gejala-Happy-Hypoxia-yang-Lebih-Mematikan-dari-Senyuman-Happy-Asmara.jpg","datePublished":"2020-09-11T15:27:14+00:00","description":"Jika ada yang menganggap senyuman Happy Asmara sudah cukup mematikan, sebaiknya Anda berpikir ulang sebelum mengenal gejala Happy Hypoxia.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/berita\/gejala-happy-hypoxia-yang-lebih-mematikan-dari-senyuman-happy-asmara\/5356#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/berita\/gejala-happy-hypoxia-yang-lebih-mematikan-dari-senyuman-happy-asmara\/5356"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/berita\/gejala-happy-hypoxia-yang-lebih-mematikan-dari-senyuman-happy-asmara\/5356#primaryimage","url":"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/wp-content\/uploads\/2020\/09\/2020_09_11_Gejala-Happy-Hypoxia-yang-Lebih-Mematikan-dari-Senyuman-Happy-Asmara.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/wp-content\/uploads\/2020\/09\/2020_09_11_Gejala-Happy-Hypoxia-yang-Lebih-Mematikan-dari-Senyuman-Happy-Asmara.jpg","width":1024,"height":576,"caption":"Wanita bermasker (C) SHUTTERSTOCK"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/berita\/gejala-happy-hypoxia-yang-lebih-mematikan-dari-senyuman-happy-asmara\/5356#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Gejala Happy Hypoxia yang Lebih Mematikan dari Senyuman Happy Asmara"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/#website","url":"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/","name":"Ngalam Wearemania","description":"Malang Raya bersama Wearemania","publisher":{"@id":"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/#organization","name":"Wearemania","url":"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/logo_wearemania-ngalam_small.png","contentUrl":"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/logo_wearemania-ngalam_small.png","width":154,"height":45,"caption":"Wearemania"},"image":{"@id":"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/#\/schema\/person\/8b97dfce1ab52eb657912d7eb4da3347","name":"Ongis Mbois","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7e9c2d15189af6353dc2f70154aab1ba?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7e9c2d15189af6353dc2f70154aab1ba?s=96&d=mm&r=g","caption":"Ongis Mbois"},"description":"Kuli tinta yang mendedikasikan diri untuk Bhumi Arema","sameAs":["http:\/\/Wearemania.net"]}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5356","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/wp-json\/wp\/v2\/users\/8"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5356"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5356\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5359,"href":"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5356\/revisions\/5359"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5358"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5356"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5356"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.wearemania.net\/ngalam\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5356"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}