Sebagian masyarakat saat dilakukan penutupan Jembatan Tunggulmas memang kurang bisa diterima. Hal ini karena tidak ada lagi akses jembatan atau jalan yang menghubungkan antara Jalan Tlogomas menuju jalan Tunggulwulung.
Pasalnya hal ini dikarenakan ambrolnya Jembatan Sengaling yang merupakan salah satu akses yang dapat dilalui oleh masyarakat umum sebelum Jembatan Tunggulmas.
Kini atas dibangunnya Jembatan Tunggulmas masyarakat cukup antusias untuk dapat melintasinya karena tidak perlu memutar ke arah Batu atau Malang Kota untuk dapat sampai ke Wilayah Tegalgondo dan sekitarnya.
Namun nyatanya saat dibuka dan aktif digunakan justru menimbulkan kemacetan akibat banyaknya kendaraan yang mengantri untuk keluar dan menyebrang sehingga memberhentikan banyak kendaraan dibelakangnya, khusunya yang terjadi di Jalan Tlogomas.
Penutupan jalan kemudian dilakukan oleh personil yang bertugas untuk mengindari dan mengurangi kemacetan, namun hal ini juga tidak membuahkan hasil karena masih banyak juga masyarakat yang tetap menerobos melalui jalan trotoar di pinggir pintu masuk jembatan.
Hal ini tidak ada respon positif khususnya bagi pengguna motor, karena hanya jembatan ini yang menjadi akses untuk dapat berpindah dari Kota Malang menuju Kabupaten Malang secara cepat.
Dilansir dari Jawa Pos Radar Malang, kini Dishub Kota Malang menyarankan untuk membuka kembali Jembatan Tunggulmas, hal ini dinilai karena tetap ada banyak masyarakat yang tidak teratur dan tetap menerobos penutup jembatan. Guna memberi fasilitas kepada masyarakat, dengan dampak kemacetan yang dapat terjadi maka jembatan ini dibuka dengan ada penertiban lalu lintas oleh Dishub Kota Malang. BACA : Jembatan Tunggulmas Menuai Kritikan Masyarakat.





