Thursday, June 4, 2026
  • Kontak
  • Iklan
Ngalam Wearemania
  • Terbaru
  • Destinasi
  • Malangan
  • Kuliner
  • Info Penting
  • Arema FC
No Result
View All Result
Ngalam Wearemania
No Result
View All Result
Home Berita Terbaru

Wabah PMK Membawa Kerugian bagi Peternak dan Keberkahan bagi Jagal Sapi

Ngalam Wearemania by Ngalam Wearemania
29 May 2022
in Berita Terbaru
0 0
0

Wabah Penyakit Mulut dan Kuku telah memberi dampak yang cukup memberatkan bagi para pedagang khususnya sapi potong. Hal ini dikarenakan sapi-sapi yang ada juga terjangkit PMK hingga mengakibatkan kematian yang banyak terjadi pada anakan sapi. Tentu dengan hal ini para pedagang sapi mengalami kerugian, karena pasar hewan juga dilakukan penutupan sehingga para pedagang berhenti memperjual belikan sapi-sapinya.

Dilansir dari Jawa Pos Radar Malang, saat ini yang terjadi sudah mulai berbeda, sebab keadaan wabah PMK ini memaksa para pedagang dan juga pelanggan untuk menjual dan membeli sapi-sapi yang terjangkit PMK dengan harga yang lebih murah. Penyakit PMK ini sebetulnya dapat disembuhkan, namun wabahnya dapat menularkan ke sapi lainnya yang dalam keadaan sehat.

ArtikelTerkait

Banyak Anak Tidak Sekolah di Kota Malang karena Nikah Muda

Pemkot Batu Siap Tindak Tegas Pemburu Koin Jagat yang Merusak Fasilitas Umum

Upaya Atasi Longsor Berhasil, Jalur Gunung Geger Kabupaten Malang Kembali Lancar

Jadi Salah Satu Titik Banjir di Kota Malang, Jembatan Glendang Pakem Bakal Ditinjau

ADVERTISEMENT

Dengan harga sapi yang lebih murah, para jagal menerima keberkahan karena dapat memperoleh keuntungan yang lebih tinggi. Sapi yang terkena PMK juga masih dapat dijual dagingnya, dan tetap dipasarkan. Hal ini dikarenakan penyakit ini menyerang pada mulut dan kuku dan juga tidak dapat menularkan ke manusia. Harga sapi-sapi yang ber-PMK ini dijual dengan harga yang sangat rendah, sehingga jagal memilih untuk memberi sapi yang ber-PMK dibanding yang sehat.

Seperti yang dikeluhkan sejumlah peternak sapi di Kampung Sanan, Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing, Kota Malang. Karena harga sapi yang murah, para jagal lebih memilih membeli sapi yang terpapar wabah PMK dari pada sapi sehat. Hal ini tentu karena mencari harga yang jauh lebih murah. Mulyono, yang merupakan salah satu peternak sapi di Kampung Sanan mengungkapkan, dua pekan lalu beberapa sapinya mulai terindikasi PMK. Akhirnya dia menjual empat sapinya.

“Terpaksa dijual untuk sapi yang sudah parah (sakitnya). Kalau masih bisa diobati ya kami obati. Jelas kami rugi. Tapi tidak ada pilihan lain, memang lebih baik dijual secepatnya untuk mengantisipasi agar tidak mati dulu,” ungkap pria 56 tahun itu.

Mulyono jelas merugi. Sebab sapi yang sudah terjangkit penyakit itu harganya akan turun drastis hingga lebih dari 25 persen. “Misalnya harga sapi sehat dengan harga Rp 20 juta per ekor akan turun menjadi Rp 13 juta sampai Rp 15 juta usai terpapar PMK,” terangnya.

Mulyono mengungkan bahwa sapi-sapi di wilayah Kampung Sanan mayoritas dibeli oleh pengusaha jagal sapi di Kota Malang. Para jagal biasa datang ke Kampung Sanan yang memang merupakan sentra penggemukan sapi.

“Sekarang sapi-sapi gemuk tidak laku. Jagal-jagal cari yang sakit, karena lebih murah. Kalau udah kena (penyakit) itu gak susah jualnya,” kata dia.

Melihat fenomena cepat-cepat jual sapi itu, Kepala Bidang Peternakan Dispangtan Kota Malang, Anton Pramujiono menilai bahwa hal itu terjadi karena peternak merasa takut jika ternaknya mati saat terserang PMK. “Sehingga mereka segera menjualnya ke jagal dengan harga murah, meskipun merugi,” kata Anton (26/5).

Meskipun begitu, Anton mengatakan bahwa daging sapi yang terjangkit PMK aman dikonsumsi, namun dengan hal ini perlu menjadi perhatian penting bagi para jagal untuk tidak juga menjual bagian hidung dan mulut sapi apabila sapi yang disembelihnya merupakan sapi yang terjangkit PMK.

Kelesuan penjualan ini tidak hanya terjadi pada peternak yang sapinya terjangkit PMK. Salah satu blantik di daerah Kelurahan Lesanpuro, Kecamatan Kedungkandang, Paimo yang memiliki sapi sehat pun mengaku tidak punya pendapatan sama sekali sejak adanya wabah PMK.

“Ini karena pasar-pasar hewan ternak ditutup,” keluhnya saat dihubungi (26/5). Paimo merasa bingung, pasalnya pasar tempat biasanya dia berjualan sapi, yakni Pasar Singosari, Pajaran, Wajak, dan Pakis ditutup.

“Coba kalau pasar tetap dibuka tapi disiapkan alat cek kesehatan untuk sapi sebelum masuk pasar, jadi perekonomian kita tidak mati,” ujar Paimo. Pada akhirnya untuk memasarkan sapinya, Paimo mengandalkan koneksi sesama blantik. “Ya kalau ada blantik yang masih minat beli karena punya lapak jualan daging, ya masih bisa,” ujar Paimo. Sehingga dengan pasar yang dilakukan penutupan sementara, para pedagang blantik ini menawarkan sapi-sapinya secara online. BACA : RPH di Kota Malang kembali dibuka perlahan.

Tags: MalangRPHrph malangWabah PMK Membawa Kerugian bagi Peternak dan Keberkahan bagi Jagal Sapi
ShareTweetSend
Previous Post

Warga Malang Raya, Jangan Lewatkan Final Liga Champions Eropa Liverpool vs Real Madrid

Next Post

Nyeruput Kopi Impor di Malbourne Coffee Malang

Ngalam Wearemania

Ngalam Wearemania

Bagian dari Wearemania Network yang hadir memperkaya konten eksklusif tentang Malang Raya. Mulai dari berita terbaru hingga rekomendasi destinasi wisata di Malang Raya.

Related Posts

Kuliner

Nongkrong sambil Menikmati Gelato yang Legit di Malang

19 October 2024
Berita Terbaru

5 Rekomendasi Tempat Nongkrong Paling Aesthetic di Kayutangan

17 October 2024
Ngalampedia

Profil Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang

16 October 2024
Malangan

Istilah-istilah Khas yang Hanya Dipahami Oleh Arek Malang

10 October 2024

Arema FC

    Ngalam Wearemania

    Berita dan Destinasi Wisata Malang Raya dari Wearemania Network

    KATEGORI

    • Akomodasi
    • Berita Terbaru
    • Destinasi
    • Event
    • Fakta dan Mitos
    • Info Penting
    • Kuliner
    • Malangan
    • Ngalampedia
    • Ramadan
    • Sejarah
    • Tokoh
    • Wisata

    WEAREMANIA NGALAM

    Redaksi
    Kebijakan Privasi
    Pedoman Media Siber
    Pengaduan

     

    Disclaimer
    Hak Jawab & Koreksi Berita
    Ketentuan Pengguna
    Kontak dan Iklan

    © 2021 Ngalam Wearemania by Wearemania Network.

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password?

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In
    No Result
    View All Result
    • Terbaru
    • Destinasi
    • Malangan
    • Kuliner
    • Info Penting
    • Arema FC

    © 2021 Ngalam Wearemania by Wearemania Network.