3 Kali Kartu Merah, 3 Kali Arema Gagal Menang

Ada tiga kesialan yang dialami Arema sepanjang Liga 1 2021-2022 Seri 1 dan Seri 2. Tiga kali pemainnya mendapatkan kartu merah, tiga kali pula Arema gagal menang karena keunggulan skornya kemudian disamakan lawan.

Kesialan pertama terjadi di laga melawan PSM Makassar di mana Jayus Hariono dikartu merah di menit 4. Arema sempat unggul lewat gol penalti Hanif Sjahbandi di menit 22 sebelum skor disamakan Ilham Udin dengan golnya satu menit kemudian.

Yang kedua terjadi saat Kushedya Hari Yudo diganjar kartu merah di laga melawan Persita Tangerang. Keunggulan Arema 2-1 sirna setelah Muhammad Edo mencetak gol bagi Persita di injury time babak kedua.

Terbaru, ketika unggul 2-1, Arema dihadiahi kartu merah yang diterima Dendi Santoso. Pelatih Arema, Eduardo Almeida menyebut kartu merah itu yang jadi salah satu penyebab Persebaya kemudian menyamakan kedudukan lewat gol Marselino Fernando.

Arema Gagal Menang Atas Persebaya, Tak Salahkan Dendi Santoso

Eduardo Almeida tak menyalahkan Dendi Santoso atas kartu merahnya, meski itu yang disebutnya sebagai salah satu penyebab Arema batal mengalahkan Persebaya Surabaya. Justru pelatih asal Portugal itu mengkritisi keputusan wasit.

Secara tersirat, Almeida berharap keadilan dari wasit yang dinilainya membiarkan pemain Persebaya yang melakukan pelanggaran serupa secara beruntun seperti Dendi. Pemain yang dimaksudnya adalah Taisei Marukawa.

“Dendi melakukan dua pelanggaran dan kena kartu kuning dua kali, dan tentu kartu merah, saya lihat. Dengan segala hormat, saya lihat peain lain melakukan dua kali kesalahan yang sama, tapi tak ada kartu merah. Kami tetap harus menerima keputusan wasit, oke, saya tahu saya tidak mau bicara lebih soal wasit,” kata Almeida.

Menerima Hasil Imbang dengan 10 Pemain

Eduardo Almeida tetap menerima hasil imbang yang didapatkan Arema dengan 10 pemain di lapangan. Pasalnya, dengan keunggulan jumlah pemain di lapangan, tim lawan bisa saja berbalik unggul atas Arema.

“Dalam tiga laga kami bermain dengan 10 orang dalam waktu yang cukup panjang. Tapi kami bisa melkaukan yang terbaik dalam situasi ini. Tentu kami ingin menang, tapi setelah kartu merah saya harus menyadari apa yang menimpa. Kami dapat satu poin, lawan dapat satu poin dengan unggul jumlah pemain. Berdasarkan situasi itu saya rasa ini tidak buruk,” pungkasnya.

 

Subscribe channel Youtube kami, ikuti kami di Instagram dan gabunglah bersama kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Arema dan Aremania.