4 Tim Poinnya Sama, Kok Bisa Arema Memimpin Klasemen Grup D?

Usai matchday 2, empat tim peserta, yakni Arema, Persik Kediri, Persikabo 1973, dan PSM Makassar, poinnya sama-sama tiga. Namun, Arema memimpin klasemen Grup D Piala Presiden 2022.

Situasi ini terjadi gara-gara Arema kalah dari PSM, Persikabo kalah dari Persik, PSM kalah dari Persikabo, dan Persik kalah dari Arema. Menariknya, seluruh tim itu mengalami kekalahan 0-1 dan kemenangan 1-0.

Selain sama-sama mengoleksi tiga poin, satu kemenangan, dan satu kekalahan, keempat tim di Grup D ini juga telah mencetak satu gol dan kebobolan satu gol. Walhasil, selisih gol mereka pun sama-sama impas alias nol semua.

Namun demikian, dalam klasemen Grup D Piala Presiden 2022, Arema berada di puncak klasemen. Lalu, di bawahya ada PSM, Persik, dan Persikabo.

Mengapa Arema Memimpin Klasemen Grup D?

Untuk menentukan urutan klasemen grup di turnamen pramusim ini, bisa dilihat di Regulasi Piala Presiden 2022. Aturannya ada di Pasal 5 tentang Sistem Turnamen, pada poin F.

Penentuan peringkat di setiap grup ditentukan sebagai berikut:
(1) jumlah nilai yang diperoleh klub dari hasil pertandingan-pertandingan yang telah dimainkan;
(2) apabila terdapat dua klub atau lebih memiliki jumlah nilai yang sama, maka penentuan peringkat ditentukan berdasarkan kriteria-kriteria dan urutan sebagai berikut:
(a) head-to-head dengan urutan kriteria:
(i) jumlah nilai yang lebih tinggi didapat masing-masing klub dari pertandingan-pertandingan yang telah dimainkan hanya di antara klub-klub terkait yang memiliki jumlah nilai yang sama;
(ii) selisih gol yang lebih baik dari masing-masing klub dari pertandingan-pertandingan yang telah dimainkan hanya di antara klub-klub terkait yang memiliki jumlah nilai yang sama;
(iii) jumlah gol memasukkan masing-masing klub dari pertandingan-pertandingan yang telah dimainkan hanya di antara Klub-klub terkait yang memiliki jumlah nilai yang sama;

Jika prosedur head-to-head ini tidak dapat menetapkan peringkat bagi tim yang memiliki jumlah poin yang sama, maka berlaku tie-breaker, yakni diberlakukan kembali prosedur (i) sampai (iii) di atas, khusus untuk tim yang memiliki jumlah poin yang sama.

Jika tie-breaker ini pun tidak bisa menetapkan peringkat karena masih memiliki hasil yang sama, maka semua perhitungan yang terjadi dari hasil prosedur head-to-head dan tie-breaker tersebut ditiadakan dan dikembalikan ke posisi sebelum prosedur head-to�head dijalankan, selanjutnya berlaku ketentuan berikut:
(b) selisih gol klub-klub terkait dalam seluruh pertandingan yang telah dimainkan di grup tersebut;
(c) jumlah gol memasukkan dari masing-masing klub dalam seluruh Pertandingan yang telah dimainkan di grup tersebut;
(d) nilai lebih rendah dari hasil perhitungan perolehan kartu kuning dan kartu merah dalam seluruh Pertandingan di grup tersebut (sesuai dengan Lampiran 1 Penentuan Peringkat Fair Play);

Arema Paling Sedikit Mengoleksi Kartu dari Wasit

Mengacu pada poin (d), Arema berhak atas posisi puncak klasemen Grup D. Sebab, skuad Singo Edan mengoleksi kartu dari wasit paling sedikit di antara tim peserta grup ini.

“Yang berbunyi nilai lebih rendah dari hasil perhitungan perolehan kartu kuning dan kartu merah dalam seluruh Pertandingan di grup tersebut (sesuai dengan Lampiran 1 Penentuan Peringkat Fair Play),” bunyi poin (d).

Dari dua laga, Arema baru mendapatkan satu kartu kuning atas nama Rizky Dwi. Sementara, PSM mengoleksi dua kartu kuning, Persik 7 kartu kuning, dan Persikabo sama 7 kartu kuning.

Kalau sesuai regulasi, satu kartu kuning bernilai tiga poin, maka poin Arema tercatat paling rendah atau menjadi tim paling fairplay di Grup D ini. Alasan inilah yang membuat Arema memimpin klasemen grup ini.

Satu-satunya kartu kuning yang diperoleh Arema didapat di laga melawan PSM Makassar. BACA: Inilah momen-momen menarik dalam laga Arema vs PSM Makassar di Piala Presiden 2022.

---
Subscribe channel Youtube kami, ikuti kami di Instagram dan gabunglah bersama kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Arema dan Aremania.