Bernardo Tavares Curhat Soal Jadwal Ngeri PSM Makassar

Bernardo Tavares curhat soal jadwal ngeri PSM Makassar di Liga 1 2022-2023 dan AFC Cup 2022. Pelatih PSM Makassar itu mengkritisi jadwal yang tak bisa dikompromikan oleh PSSI maupun PT Liga Indonesia Baru (LIB).

PSM bakal menjalani jadwal ngeri, di mana akan menjamu Arema, Sabtu (20/8/2022) di Liga 1. Lalu, mereka hrus ke kandang Kuala Lumpur FA Malaysia di AFC Cup, Rabu (24/8/2022), dan menjamu Persib Bandung, Minggu (30/8/2022) di Liga 1.

Pelatih asal Portugal itu sempat berpikiran orang-orang akan menganggapnya sebagai pelatih yang banyak protes soal jadwal padat ini. Namun, ditegaskannya, sebagai pelatih, pemain PSM harus dilindunginya.

“Pemain kami bukanlah mesin, mereka bisa lelah setelah berjuang keras, mereka harus beristirahat seperti pemain lain pada umumnya,” kata Tavares.

Sudah Ajukan Penundaan Jadwal Ngeri PSM Makassar

Tavares menyebut, manajemen PSM sudah mengajukan penundaan laga lawan Persib satu hari. Merasa punya argumen, pelatih berusia 42 tahun itu merasa kecewa karena permintaan itu ditolak PT LIB sebagai oprator Liga 1 2022-2023.

Dengan mengajukan penundaan dari 28 Agustus ke 29 Agustus, Tavares mengaku punya argumen. Tavares juga sudah mengecek, sebelum lawan PSM, Persib bakal away ke kandang Bali United (23/8/2022), dan menjamu RANS Nusantara (4/9/2022).

Sementara, sebelum lawan Persib, PSM menantang tuan rumah Kuala Lumpur FA (24/8/2022) di AFC Cup, yang membuat laga lawan Barito Putera di hari yang sama ditunda. Setelah lawan Persib, PSM mentantang Persik Kediri (2/9/2022).

“Jadi, seharusnya tak masalah kalau laga lawan Persib ditunda sehari, karena mereka punya banyak waktu daripada kami. Saya tidak minta laga lawan Arema ditunda. Kami tidak bodoh, Presiden Klub Arema (mungkin yang dimaksudnya adalah Iwan Budianto) adalah Wakil Ketua Umum Federasi (PSSI),” imbuhnya.

Masa Recovery Pemain PSM Makassar Tak Ideal

Salah satu alasan PSM mengajukan penundaan jadwal lawan Persib adalah tidak idealnya masa recovery pemainnya. Bahkan dibandingkan dengan Arema pun, masa rehat anak asuh Tavares pun masih kalah.

“Sebelum lawan kami, Arema main 13 Agustus, PSM main 15 Agustus, itu pun dengan kondisi cuaca yang buruk, laga sempat tertunda lebih dari 60 menit. Kami baru sampai hotel dan makan malam itu pada 16 Agustus,” sambungnya.

Keputusan PT LIB yang menolak pengajuan penundaan jadwal laga lawan Persib membuat Tavares bertanya-tanya mengenai cara padang mereka. Yang membuatnya penasaran tentu mana yang menjadi prioritas PSSI antara kiprah klub di AFC Cup atau di Liga 1.

“Saya bingung, penyusunan jadwal ini membantu klub menjadi yang terbaik di ajang internasional atau ajang domestik. Seharusnya semua fokus ke klub masing-masing atau sama-sama membantu kami atas nama Indonesia,” tambahnya.

PSSI Dinilai Tak Mau Bantu PSM Makassar

Tavares terang-terangan menilai kebijakan PSSI dan PT LIB tak mau bantu kiprah PSM di AFC Cup 2022 yang sudah sampai di babak final zona Asean. Bahkan, hal ini membuatnya penasaran siapa yang ada di balik jadwal kompetisi.

“Mereka bilang kami masih punya waktu ideal 72 jam untuk recovery antar laga. Namun, ketika kami melawa Arema dan Persib, mereka punya waktu istirahat yang lebih banyak dari kami, kenapa? Siapa yang ada di balik jadwal ini?” ujar Tavares.

Pelatih kelahiran 2 Mei 1980 itu mengajak semua pihak membandingkan dengan liga-liga di Eropa atau negara tetangga. Klub-klub luar negeri didukung sarana memadai, seperti pesawat pribadi untuk laga tandang.

“Sementara perjalanan kami ke Malaysia bisa sampai 12 jam atau lebih. Setelah pemain menyelesaikan pertandingan sekitar jam 12 malam, pulang ke hotel tempat menginap, dan harus bangun jam 03.00 pagi hari untuk terbang pulang. Apakah ini yang diinginkan untuk sepak bola Indonesa?” sambungnya.

Iri Kepada Tim Malaysia yang Didukung Federasi Sepakbolanya

Tavares pun mengungkapkan nada iri kepda Kuala Lumpur FA, calon lawan PSM di partai puncak AFC Cup 2022 zona Asean. Yang membuatnya kecewa, PSSI diklaim tak mendukung PSM dengan menolak pengajuan jadwal tanding.

“Saya pikir ini penting bagi pemain kami, agar mereka belajar, meski kurang tidur. Semua itu pemain, bukan orang dari federasi yang membuat jadwal ini tidak bisa ditunda, pemain kami bukan mesin, padahal kami sudah menampilkan yang terbaik membawa nama Indonesia di AFC Cup,” ungkapnya.

Menurutnya, Kuala Lumpur FA yang akan dihadapi PSM (24/8/2022) punya masa recovery yang cukup ideal. Hal itu tak lepas dari penundaan jadwal yang dilakukan federasi sepak bola Malaysia.

“Tim Malaysia main kemarin, sekarang menanti kami, sedangkan kami masih harus bertanding besok. Sebelumnya juga begitu, federasi Malaysia menunda laga mereka, sementara tim kami tetap main di Piala Presiden 2022. Sekarang kami coba mengubah jadwal, tapi yang diubah cuma laga lawan Barito,” tandasnya.