Mesin gol Arema Putri U-15 Kesya Arabela Manisnya Nian tetap merasa bangga meski timnya gagal melaju ke final Hydro Plus Soccer League All-Stars 2026. Penyerang asal Jayapura itu mengapresiasi perjuangan seluruh rekan setim sepanjang turnamen.
Arema Putri U-15 harus mengakhiri langkah di babak semifinal setelah kalah 1-2 dari Cipta Cendikia FA. Hasil tersebut sekaligus mengubur harapan Ongis Sinam muda tampil di partai puncak.
Cipta Cendikia FA lebih dulu unggul melalui gol Shilen Nailenka Khanza dan Ayla Dva Khala Ahisma. Setelah itu, Fadilla memperkecil ketertinggalan Arema Putri U-15 menjadi 1-2, tetapi skor bertahan hingga laga usai.
Semifinal menjadi momen spesial bagi Kesya setelah sempat menepi akibat cedera. Penyerang berusia 13 tahun tersebut merasa bersyukur bisa kembali membantu tim di ajang nasional.
“Saya sangat senang dan bangga bisa bawa tim ke semifinal. Ini juga berkat Tuhan, kami bisa sampai di sini, karena kerja sama juga kami bisa sampai di sini,” kata Kesya.
Mesin Gol Arema Putri U-15 Tetap Apresiasi Perjuangan Tim
Mesin gol Arema Putri U-15 tidak ingin larut dalam kekecewaan usai gagal melangkah ke final. Kesya memilih mengapresiasi kerja keras seluruh pemain selama mengikuti Hydro Plus Soccer League All-Stars 2026.
Kesya menilai setiap pemain sudah memberikan kemampuan terbaiknya sejak fase grup hingga semifinal. Pengalaman tampil di level nasional juga menjadi bekal penting bagi perkembangan seluruh pemain muda Arema Putri.
“Terima kasih juga untuk tim karena sudah berjuang, meskipun belum rezeki kita ke final,” kata Kesya.
Kesya juga memberikan penilaian positif terhadap penyelenggaraan Hydro Plus Soccer League All-Stars 2026. Menurut pemain muda tersebut, turnamen ini membuka kesempatan bagi pesepak bola putri untuk menunjukkan kemampuan sekaligus mengembangkan bakat.
“Kalau menurut saya, Hydro Plus Soccer League ini sangat bagus, karena bisa mencari bakat, perempuan juga semakin berkembang di sepak bola,” tandasnya.
