2.350 Aremania yang neribun di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Minggu (11/1/2026), pasti menyadari satu hal. Dua gol Arema ke gawang Persik Kediri yang membuat mereka memenangkan laga Pekan 17 Super League 2025-2026 itu tercipta usai terdengar chant “Ya Allah, Ya Rohman, Ya Rohim” dari Aremania.
Setelah bermain 0-0 hingga menit 80, gawang Arema pun kemasukan oleh gol Mochammad Supriadi. Chant “Maine kurang sangar” pun kenggema dari arah tribune.
Namun, jelang waktu 2×45 menit habis, Aremania meneriakkan chant *Ya Allah, Ya Rohman, Ya Rohim. Kabulkanlah doa dari kami. Kami Aremania pendukung Singo Edan. Jadikanlah Arema juara”. Tak berselang lama, hujan deras mengguyur stadion dan dua gol balasan dibuat Mochammad Supriadi (own goal) dan Ian Puleio yang memastikan Arema menang 2-1.
“Aremania memberikan banyak tekanan, tetapi saya ingin memberi selamat kepada para suporter yang masih percaya kepada saya, pemain, dan tim ini,” kata Pelatih Marcos Santos.
Berharap Gol Arema ke Gawang Persik Kediri Jadi Penanda Kebangkitan
Marcos berharap kemenangan atas Persik ini menjadi penanda kebangkitan Arema bersama Aremania. Seperti diketahui, Skuad Singo Edan akhirnya bisa menang lagi di kandang setelah enam laga berturut-turut tak pernah mencicipi manisnya kemenangan.
“Kami melewati masa yang buruk. Saya berharap masa buruk itu sudah berlalu dan sekarang kami bisa naik di klasemen, karena suporter Arema dan Kota Malang pantas mendapatkannya,” imbuhnya.
“Kami gak boleh menderita seperti musim-musim lalu. Kami harus memberikan segalanya agar di akhir musim kami berada di posisi terbaik untuk suporter Arema,” pungkas pelatih berusia 46 tahun ini.
