Sebuah assist saat Arema tumbangkan Semen Padang di Pekan 21 Super League 2025-2026, Minggu (15/2/2026) jadi momen kebangkitan Valdeci Moreira. Sebelum membawa Arema menang 3-0 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, putaran kedua memang menjadi masa sulit buat gelandang asal Brasil itu setelah puasa gol sembilan laga dan puasa assist enam laga.
Dalam tiga laga awal di putaran kedua, Valdeci kehilangan tempat utamanya di starting XI Arema. Di beberapa laga terakhir putaran pertama, Valdeci kerap dimainkan sebagai penyerang sayap, dan kini posisi itu ditempati Gabriel Silva atau Gustavo França.
Namun, di laga lawan Semen Padang, Valdeci seperti mendapatkan angin segar saat Pelatih Marcos Santos harus menarik keluar Betinho Filho di menit 25 karena mengalami cedera. Pemilik jersey bermomor punggung 10 itu yang sejak putaran kedua lebih sering masuk menggantikan França, kini justru kedua pemain dimainkan bersama.
Hasilnya, Valdeci berhasil menyumbang assist untuk gol ketiga Arema yang menghancurkan Semen Padang. Umpan terobosannya di menit 57 mampu diserobot Joel Vinicius yang lancsung melepaskan tembakan menyusur tanah yang gagal diantisipasi kiper lawan.
“Masuknya Valdeci sangat membantu. Dia adalah pemain yang bekerja sangat keras. Kami memiliki keseimbangan tim yang baik, baik dalam bertahan dan menyerang,” kata Marcos.
Kebangkitan Valdeci Moreira Bukti Pemahaman Taktik yang Baik dari Bench
Marcos mengapresiasi para pemain Arema yang masuk dari bench pemain cadangan, termasuk Valdeci. Menurutnya, jika semua pebggawa Singo Edan memiliki pemahaman taktik yang baik, maka taktikal bisa berjalan lancar di lapangan.
Pemahaman taktikal itu terbukti lewat proses gol Arema ke gawang Semen Padang. Dua gol Vinicius dan satu gol França telah membuktikan prnilaian Marcos tersebut.
“Kredit utama tim adalah kemampuan untuk memahami setiap sesi latihan, setiap pertandingan, dan terus berkembang. Kami berhasil mencetak gol l-gol penting,” pungkas pelatih berpaspor Brasil ini.
