More

    2 Pemain Arema Ini Paling Sering Ucapkan Maaf kepada Pemain Lawan di Super League 2025-2026

    - Advertisement -
    - Advertisement -

    Dua pemain Arema ini paling sering “mengucapkan maaf” kepada pemain lawan di Super League 2025-2026. Tentu yang dimaksud bukan ucapan secara harfiah, melainkan karena mereka menjadi pemain yang paling sering melakukan pelanggaran sepanjang musim.

    Berdasarkan data statistik, Matheus Blade menempati posisi teratas dalam daftar pelanggaran terbanyak pemain Arema. Hanya Betinho Filho yang mampu “menyaingi” jumlah palanggarannya, sedangkan pemain lain l terpaut cukup jauh.

    Matheus Blade, Raja Pelanggaran Arema

    Matheus Blade menjadi pemain Arema dengan jumlah pelanggaran terbanyak sepanjang musim. Gelandang asal Brasil itu mencatat 52 pelanggaran dalam 30 pertandingan dengan total 2.590 menit bermain.

    Menariknya, Blade mencatat empat pelanggaran dalam satu laga sebanyak tiga kali. Pemain asal Brasil ini melakukannya saat Arema bermain imbang 2-2 melawan Madura United, kalah 1-3 dari Borneo FC Samarinda, dan menang 1-0 atas Persita Tangerang.

    Namun, ada fakta unik dari statistik pemilik jersey bernomor punggung 25 ini. Saat menghadapi rival sesama Jawa Timur, Persebaya Surabaya, Blade justru tidak melakukan satu pun pelanggaran.

    Selain laga kontra Persebaya, Blade juga tanpa pelanggaran di empat pertandingan lainnya. Blade tampil ” .agak laen” saat Arema kalah 1-2 dari Persib Bandung, menang 3-0 atas Semen Padang, menang 2-0 atas Persis Solo, dan menang 3-1 atas PSIM Yogyakarta.

    Meski agresif dalam duel, Blade masih cukup disiplin dalam beberapa pertandingan, sehingga seluruh pelanggarannya “cuma” menghasilkan empat kartu kuning dan dua kartu merah. Bahkan, bersama Betinho Filho, Blade menjadi pemain Arema dengan koleksi kartu merah terbanyak di Super League 2025-2026.

     

    Jayus Hariono, Pelanggar Paling Sering per Menit Bermain

    Jika Blade menjadi pemimpin jumlah pelanggaran total, Jayus Hariono justru menempati posisi teratas dalam rasio pelanggaran per menit bermain.

    Dengan 25 pelanggaran dalam 727 menit bermain (21 pertandingan), Jayus mencatat rasio 3,44 pelanggaran per menit. Angka tersebut menjadi yang tertinggi di Skuad Arema untuk pemain dengan minimal 400 menit bermain.

    Pelanggaran terbanyak yang dilakukan gelandang bertahan asli Malang ini dalam satu pertandingan adalah tiga kali dan terjadi dalam tiga laga berbeda. Jayus melakukannya saat Arema kalah 0-1 dari Persita Tangerang, bermain imbang 1-1 melawan Malut United, dan bermain imbang 2-2 di kandang Madura United.

    Meski sering melanggar, Jayus tergolong cukup bersih dalam urusan kartu. Pemilik jersey bernomor punggung 14 ini hanya menerima empat kartu kuning sepanjang musim tanpa sekali pun mendapat kartu merah.

    Ikuti saluran WhatsApp kami, subscribe channel YouTube, ikuti Instagram, dan bergabung dengan kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Arema dan Aremania.

    🔥 Trending Minggu Ini

    Artikel Lainnya

    Memuat artikel otomatis