More

    Arema Datangkan ‘Pemain Asing’ dari Eropa, Tugasnya Bantu Empat Kiper Berlatih

    - Advertisement -
    - Advertisement -

    Arema datangkan ‘pemain asing’ dari Eropa untuk melengkapi persiapan menghadapi Super League 2026-2027. Namun, ‘pemain asing’ itu bukan manusia, melainkan dua boneka latihan berkaki dua yang membantu program latihan para kiper.

    Pelatih Kiper Arema, Tiago Simoes, menjelaskan fungsi dua boneka baru tersebut. Kehadiran alat latihan itu melengkapi boneka tanpa kaki yang sudah lebih dulu ‘dikontrak’ sejak musim lalu.

    Boneka tersebut memiliki dua kaki terbuka yang menyisakan celah di bagian tengah. Alat itu dapat berdiri tegak setelah offisial tim mengisi bagian bawahnya dengan air sebagai pemberat.

    Selama 10 hari terakhir, Adi Satryo, Gianluca Pandeynuwu, Syahrul Trisna Fadillah, dan Erlangga Setyo memanfaatkan dua boneka tersebut dalam setiap sesi latihan. Tiago menilai keberadaan alat itu memberi manfaat besar bagi peningkatan kualitas latihan.

    “Kami membelinya dari Eropa karena di Asia sangat sulit mendapatkannya. Saya memang punya teman di Vietnam yang juga menggunakannya, dia bilang sebagian besar perlengkapan harus didatangkan dari Eropa karena sulit ditemukan di kawasan ini,” kata Tiago kepada WEAREMANIA.

    Arema Datangkan ‘Pemain Asing’ untuk Melatih Reaksi Kiper

    Tiago datangkan boneka itu agar tim pelatih dapat menciptakan situasi latihan yang lebih mendekati pertandingan sesungguhnya. Tiago memanfaatkan alat tersebut untuk mengasah reaksi para penjaga gawang.

    Menurut pelatih asal Portugal itu, boneka berkaki dua mampu menghalangi pandangan kiper terhadap arah datangnya bola. Kondisi tersebut membuat latihan menjadi lebih realistis karena menyerupai situasi pertandingan.

    Tiago juga menggunakan alat tersebut dalam berbagai model latihan. Pelatih kiper Arema tidak hanya memakainya saat simulasi tendangan bebas, tetapi juga ketika penyerang menjalani latihan penyelesaian akhir.

    “Alat seperti boneka latihan berkaki dua sangat penting bagi kami untuk menciptakan situasi pertandingan yang realistis. Dalam pertandingan, terkadang pandangan penjaga gawang terhadap bola tertutup oleh kaki pemain bertahan atau lawan sehingga sulit melihat arah bola dari jarak dekat. Karena itu saya mulai melengkapi latihan dengan peralatan seperti ini,” imbuhnya.

    Pelatih berusia 43 tahun itu meyakini latihan dengan alat tersebut akan meningkatkan kemampuan para kiper. Tiago berharap para penjaga gawang Arema semakin siap menghadapi berbagai situasi sulit selama kompetisi.

    “Alat itu lebih ditujukan untuk melatih reaksi penjaga gawang. Situasi ketika bola datang dari jarak dekat sangat sulit. Dengan alat tersebut kami bisa meningkatkan kemampuan mereka menghadapi kondisi seperti itu,” tegasnya.

    Ikuti saluran WhatsApp kami, subscribe channel YouTube, ikuti Instagram, dan bergabung dengan kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Arema dan Aremania.

    🔥 Trending Minggu Ini

    Artikel Lainnya

    Memuat artikel otomatis