Arema hancur lebur di Derby Jawa Timur lawan Persebaya Surabaya di Pekan 30 Super League 2025-2026, Selasa (28/4/2026). Gelandang Matheus Blade akui merasa sangat malu usai kekalahan dengan skor 0-4 di Stadion Kapten I Wayan Dipta Gianyar itu.
Menjalani laga kandang “usiran” itu, Arema mendominasi serangan sejak awal babak pertama. Namun, Skuad Singo Edan gagal memaksimalkan peluang menjadi gol hingga babak pertama berakhir 0-0.
Pada babak kedua, situasi justru berbalik, di mana Persebaya ganti yang memegang kendali serangan sejak awal. Hasilnya, Francisco Rivera mencetak dua gol, disusul dua gol lainnya oleh Jefferson da Silva dan Mikael Tata.
“Saya ingin meminta maaf kepada para suporter. Sebenarnya saya gak tahu harus berkata apa. Saya pribadi merasa malu dengan hasil pertandingan ini. Saya berbicara untuk diri saya sendiri. Saya merasa sangat malu. Kami mencoba memberikan yang terbaik, tetapi itu gak cukup,” kata Blade dalam sesi jumpa pers setelah pertandingan.
Arema Hancur Lebur di Derby Jawa Timur Lawan Persebaya Surabaya, Matheus Blade Soroti Mental Timnya
Blade menyoroti mental timnya saat kalah telak dari Persebaya. Menurutnya, di laga ini Skuad Arema tidak menunjukkan mental bertanding yang dibutuhkan untuk memenangkan laga derby klasik.
“Seperti yang pelatih katakan, ini seharusnya adalah laga klasik. Namun kami bermain seperti pertandingan biasa, sementara mereka bermain seperti laga klasik,” imbuh pemilik jersey bernomor punggung 25 ini.
“Jadi saya merasa malu dengan hasil hari ini. Saya belum pernah merasakan hal seperti ini sebelumnya. Hari ini kami kalah, dan saya benar-benar merasa malu. Bahkan saya merasa gak enak berada di sini menghadapi kalian. Tetapi gak banyak yang bisa saya katakan, kalian sudah melihat bagaimana jalannya pertandingan,” tandasnya.
