Arema ogah rekrut pemain asing dari klub pesaing sesama peserta Super League 2026-2027. Manajemen Singo Edan memilih mencari pemain dari luar negeri karena faktor harga si pemain.
Sebelumnya, Arema mempertahankan tujuh pemain asing musim lalu, yaitu Julian Guevara, Matheus Blade, Betinho Filho, Gabriel Silva, Gustavo França, Joel Vinicius, dan Walisson Maia. Manajemen juga mendatangkan Diego Landis dari Terengganu FC, Malaysia.
Saat ini, Arema masih menyisakan tiga slot pemain asing. Manajemen berencana mengisi seluruh slot tersebut dengan pemain asal Brasil.
General Manager Arema, Yusrinal Fitriandi, mengungkapkan banyak agen menawarkan pemain asing yang sudah tampil di Super League musim lalu. Namun, manajemen memilih tidak mengambil opsi tersebut karena pertimbangan anggaran.
“Awalnya kami ingin merekrut pemain asing yang sudah bermain di Indonesia agar proses adaptasi lebih mudah. Namun harga mereka melonjak hingga tiga kali lipat dari musim lalu, sehingga kami memutuskan mencari pemain dari luar negeri saja,” kata Yusrinal.
Arema Ogah Rekrut Pemain Asing yang Tidak Sesuai Kebutuhan Pelatih
Manajer yang akrab disapa Inal itu menegaskan, Arema pantang mengoontrak pemain asing yang tidak sesuai kebutuhan tim pelatih. Yusrinal menegaskan seluruh pemain asing baru dipilih berdasarkan rekomendasi Pelatih Marcos Santos.
Selain memperkuat sektor pemain asing, Arema juga mendatangkan empat pemain lokal, yaitu Syahrul Trisna Fadillah, Erlangga Setyo, Robi Darwis, dan Alfeandra Dewangga. Manajemen turut mempromosikan Abyan Adwitya dan Azmiy Aziz dari Akademi Arema ke tim senior.
Yusrinal memastikan tim pelatih memegang peran utama dalam proses perekrutan pemain. Manajemen hanya menjalankan proses negosiasi setelah menerima daftar kebutuhan dari Marcos Santos.
“Semua pemain yang direkrut berasal dari daftar yang diajukan tim pelatih. Untuk pemain lokal pun kami mengajukan beberapa nama kepada pelatih, lalu mereka menentukan pilihan akhir,” pungkasnya.
