Cedera di Piala Presiden 2026 menjadi salah satu kekhawatiran yang mengiringi persiapan Arema menghadapi turnamen pramusim. Namun, winger senior Dendi Santoso menilai risiko tersebut sudah menjadi bagian dari profesi seorang pesepak bola.
Arema akan memulai perjuangan di Grup A Piala Presiden 2026 dengan menghadapi Persib Bandung, Tampines Rovers Singapura, dan DPMM FC Brunei Darussalam. Seluruh pemain tentu ingin tampil maksimal tanpa mengalami kendala cedera.
Piala Presiden edisi sebelumnya juga menyisakan pelajaran penting. Penyerang Timnas Indonesia yang membela Oxford United mengalami cedera serius setelah mendapat tekel dari pemain Arema, Paulinho Moccelin, sehingga harus menepi selama beberapa bulan.
Pengalaman tersebut mengingatkan setiap pemain agar tetap berhati-hati di lapangan. Meski begitu, Dendi menegaskan seorang pesepak bola tidak boleh kehilangan keberanian saat bertanding.
“Secara pribadi, saya pernah mengalami cedera. Saya pikir, itu risiko pekerjaan kita. Kita harus siap, karena kita gak tahu apesnya kapan, jadi kita yakin saja,” kata Dendi.
Cedera di Piala Presiden 2026 Tak Boleh Kurangi Semangat Bertanding
Dendi menganggap permainan setengah hati justru dapat merugikan tim. Pemain berusia 36 tahun itu meminta seluruh penggawa Arema tetap tampil dengan determinasi tinggi pada setiap pertandingan.
Menurut Dendi, setiap pemain harus memberikan kemampuan terbaik sejak menit pertama. Mental bertanding yang kuat menjadi modal penting untuk menghadapi persaingan di Piala Presiden 2026.
“Kalau kita main kurang keras, akan menurunkan motivasi pemain lain dan memengaruhi performa tim. Kalau mainnya ragu-ragu atau gak 100 persen maka kemampuan gak bisa keluae 100 persen,” pungkasnya.
