Hansamu Yama jadi kapten tim Arema di laga lawan Persija Jakarta di Pekan 20 Super League 2025-2026 (8/2/2026) lalu. Ternyata ada cerita menarik di balik proses pemilihannya yang diungkap General Manager Arema, Yusrinal Fitriandi.
Menurutnya, sehari sebelum pertandingan, Pelatih Marcos datang kepadanya untuk membahas siapa kapten tim untuk laga lawan Persija ini. Tanda tanya itu muncul karena pemain-pemain yang biasa mengenakan ban kapten itu, seperti Johan Farizi, Dendi Santoso, atau Julian Guevara tak ada di starting line up.
Inal, sapaan akrab Yusrinal memberi opsi beberapa pemain, seperti Adi Satryo. Namun, karena posisinya kiper yang dinilai terlalu jauh untuk berkomunikasi dengan lini depan, maka namanya tak dipilih Marcos.
Opsi lainnya ada Iksan Lestaluhu bek kiri 24 tahun yang menempati posisi Farizi. Namun, namanya juga tersisih sebagai kapten lantaran Marcos menilai masih terlalu muda untuk memikul beban berat sebagai kapten tim.
“Selain pemain lokal, kita juga punya kandidat pemain asing. Betinho (Filho) seharusnya kemarin, tapi dia menolak, alasannya dia ingin fokus ke pertandingan saja. Akhirnya kita putuskan si Hansamu jadi kapten. Kita tawarkan ke dia dan dia mau,” kata Inal kepada WEAREMANIA.
Pertimbangan Hansamu Yama Jadi Kapten Tim Arema
Inal menamnahkan, pemilihan Hansamu sebagai kapten tim juga tidak asal-asalan. Ada beberapa pertimbangan dari manajemen dan tim pelatih yang melatarbelakangi keputusan itu.
Meski terkesan Hansamu “anak baru” di Arema, Inal menilai pengalamannya di pentas sspak bola nasional bahkan internasional sudah banyak. Menurutnya, sah-sah saja pemain yang baru dipinjam dari Persija di tengah musim itu menjadi kapten.
“Kapten ini kan pertimbangannya macam-macam, gak harus yang paling lama di sini, yang penting dia harus bisa berkomunikasi dengan baik, bisa mengkoordinir teman-teman di timnya. Apalagi Hansamu sudah berpengalaman jadi kapten tim di klub maupun level Tim Nasional,” jelasnya.
Bukan Kapten Permanen
Inal menegaskan, status kapten tim untuk Hansamu tidaklah permanen. Di laga-laga berikutnya, jabatan itu masih terbuka untuk pemain lain, ketika kapten-kapten utama berhalangan mengenakannya di lengan.
“Bisa saja nanti lawan Semen Padang (15/2/2026) kaptennya ganti lagi. Mungkin Leo Guntara. Dia kan kapten tim Semen Padang di putaran pertama kemarin,” tandasnya.
