Sudah seperti klub Eropa, ada klausul Sell-,On dalam kontrak pemain Akademi Arema yang naik ke tim senior. Manajemen klub telah menberlakukannya untuk Muhammad Dimas Aryaguna di Super League 2025-2026.
Klausul Sell-On memastikan bahwa klub asal pemain (klub yang mengembangkan akademi) akan menerima persentase dari keuntungan penjualan kembali pemain tersebut di masa mendatang. Tujuannya untuk memberikan kompensasi kepada klub akademi atas biaya pengembangan pemain dan meningkatkan loyalitas klub tersebut untuk mengembangkan talenta muda, karena ada potensi keuntungan finansial jangka panjang.
DImas sempat menjalani trial lebih dulu sejak pengujung musim lalu sebelum akhirnya benar-benar direkrut. Manajemen Arema menyodori striker asal Jambi itu kontrak dengan durasi satu tahun.
General Manager Arema, Yusrinal Fitriandi mengatakan, ada klausul khusus untuk penjualan dalam kontrak Dimas. Jujur diakuinya, klausul itu diadaptasi dan dimodivikasi dari kontrak pemain-pemain akademi di Eropa.
“Dimas kan dibesarkan di Arema, misalkan progresnya luar biasa dan ada klub lain yang tertarik ingin mengontraknya, maka harus ada kontribusi untuk Akademi Arema,’ kata Yusrinal kepada WEAREMAnIA.
Kontrak Pemain Akademi Arema Jadi Modal Pembinaan
Pria yang akrab disapa Inal itu menambahkan, kontribusi eks Akademi Arema lewat klausul khusus itu nantinya bukan masuk ke kantong manajemen klub. Kontribusi itu akan menjadi modal pembinaan di Akademi Arema.
Artinya, kontribusi dari si pemain akan dirasakan dampaknya oleh para siswa Akademi Arema. Hal itu sebagai bentuk balas budi si pemain kepada klub yang membesarkan namanya.
“Kontribusinya berupa uang, sebagian dari gaji dia, sekian persen itu masuk ke Akademi Arema. Nah, itu kita masukkan dalam klausul kontraknya,” pungkasnya.
