More

    Arema Luruskan Kabar Miring Penghematan Uang Rp100 Juta Masuk ke Kantong Siapa?

    - Advertisement -
    - Advertisement -

    Jelang laga melawan PSS Sleman di Pekan 23 Liga 1 2024-2025, Senin (17/2/2025), pukul 15.30 WIB Arema diterpa kabar miring terkait uang operasional Rp100 juta masuk ke kantong siapa? Manajemen Arema menegaskan, uang itu merupakan nominal yang bisa dihemat jika laga kandang digelar tanpa penonton.

    Isu itu memang merebak setelah Arema memutuskan menggelar laga kandang menjamu PSS Sleman dan PSIS Semarang tanpa penonton. Dengan alasan efisiensi, Arema bisa menghemat biaya penyelenggaraan pertandingan home hingga Rp100 juta.

    General Manager Arema, Yusrinal Fitriandi menegaskan, uang yang dikeluarkan murni untuk kepanpelan. Tidak ada uang yang masuk ke kantong pribadi pejabat pemerintahan atau kepolisian setempat seperti yang ramai jadi perbincangan di jagad maya.

    “Jadi, mau menggelar pertandingan di Blitar atau kota lainnya, kebutuhan dananya memang besar. Tidak ada hubungannya dengan yang diberitakan beberapa media terkait suap dan lainnya,” kata Yusrinal.

    “Kami nyuapin diri sendiri saja berat, apalagi mau nyuapin orang lain, kami bersikap realistis saja. Semoga kali ini masyarakat teredukasi.”

    Penghematan Uang Rp100 Juta Untuk Apa Saja?

    Inal, sapaan akrab Yusrinal menjelaskan detail penghematan yang bernilai hingga Rp100 juta jika laga kandang digelar tanpa penonton. Jika laga digelar dengan penonton, maka Arema harus mengeluarkan biaya penyelenggaraan hingga Rp250 juta.

    “Penghematan sejumlah dana itu berasal dari berbagai unsur kepanpelan. Tidak hanya satu unsur saja,” imbuh mantan Manajer Bisnis dan Marketing Arema itu.

    Menurutnya, jumlah pengeluaran itu bisa meningkat jika laga berlabel big match dengan tingkat risiko keamanan di atas rata-rata. Makanya, jika Arema kembali menggelar laga kandang dengan penonton, Aremania diharapkan memenuhi tribune stadion dengan membeli tiket, yang bisa membantu finansial klub.

    Jika tidak ada penonton, panpel tidak perlu membuka banyak pintu masuk yang sekaligus mengurangi penggunaan barikade di setiap pintu masuk. Inal menyebut, untuk perlengkapan tersebut pun Arema harus mengeluarkan uang sendiri untuk menyewanya.

    “Biaya penyelenggaraan pertandingan dengan adanya penonton itu besar. Biaya sewa Stadion Soepriadi memang terjangkau. Namun, kami sewa dalam keadaan kosong. Jadi butuh unsur-unsur terkait penyediaan perlengkapan sesuai standart regulasi penyelenggaraan pertandingan Liga 1. Itu semua sewa ke vendor,” tandasnya.

    Ikuti saluran WhatsApp kami, subscribe channel YouTube, ikuti Instagram, dan bergabung dengan kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Arema dan Aremania.

    🔥 Trending Minggu Ini

    Artikel Lainnya

    Memuat artikel otomatis