Lanjutan Liga 1 2022-2023 Dengan Sistem Bubble To Bubble Itu Tak Adil Bagi 17 Tim Selain Arema

PT Liga Indonesia Baru (LIB) mengungkap lanjutan Liga 1 2022-2023 rencananya digelar dengan sistem bubble to bubble. Sistem terpusat itu dinilai tak adil bagi 17 tim peserta selain Arema.

Disebut tak adil lantaran sistem tersebut otomatis menghilangkan hak dan kesempatan bagi tim yang berstatus sebagai tuan rumah. Tim-tim tuan rumah menjadi tak bisa tampil di kandangnya sendiri.

Sebab, sistem bubble to bubble ini memaksa seluruh tim kontestan bermain terpusat dengan venue yang sudah ditunjuk. Sebagai gambarannya, bisa dilihat kembali bagaimana sistem yang dipakai di Liga 1 2021-2022 musim lalu.

Kali ini, PT LIB sudah menetapkan lanjutan kompetisi digelar di Jawa Tengah dan Yogyakarta. Empat stadion yang ditunjuk di antaranya Stadion Jatidiri (Semarang), Stadion Maguwoharjo (Sleman), Stadion Sultan Agung (Bantul), dan Stadion Moch Soebroto (Magelang).

Sementara, Arema sendiri harus menjalani sanksi dari Komisi Disiplin (Komdis) PSSI berupa laga usiran tanpa penonton di lokasi lebih dari 250 km gara-gara Kanjuruhan Disaster 2. Tentu saja, hal ini menjadi tidak adil ketika 17 tim lainnya harus diperlakukan yang sama dengan Arema.

Lanjutan Liga 1 2022-2023 Dengan Sistem Bubble To Bubble, Arema dan Aremania Yang Disalahkan

Tak sedikit yang akhirnya menyalahkan Arema dan Aremania karena lanjutan Liga 1 2022-2023 digelar dengan sistem bubble to bubble yang dinilai tak adil itu. Arema dan Aremania disebut-sebut sebagai penyebab ‘kekacauan’ ini.

Manajemen dan Panpel Arema sudah dianggap bersalah dan dijatuhi sanksi oleh Komdis PSSI pasca Tragedi Kanjuruhan. Namun, akibat ‘kesalahan’ Arema itu, semua tim peserta kompetisi harus menanggung ‘dosanya’ bersama-sama.

Aremania pun tak lepas dari tudingan sejumlah pihak dan bahan salah-salahan akibat tragedi ini. Selain simpati yang mengalir, ada saja suara-suara sumbang yang menyinggung masuknya Aremania ke lapangan sebagai penyebab tragedi.

Aremania Menolak Tegas Sistem Bubble to Bubble Tanpa Penonton

Aremania menolak dengan tegas penerapan sistem bubble to bublle tanpa penonton untuk lanjutan Liga 1 2022-2023 hingga berakhirnya putaran pertama. Tentu saja, sikap ini berbeda dengan sikap manajemen klub yang iya-iya saja dengan keputusan PT LIB.

Harapan sebagian besar Aremania, lanjutan kompetisi dihelat secara normal dengan sistem home-away dan dengan penonton seperti yang dilakukan sejak awal musim. Sementara, Arema pun tetap menjalani sanksi dari Komdis PSSI.