Kerusakan fasilitas publik seperti jalan memang tidak sedikit terjadi di Malang Raya, namun khususnya jalanan raya telah banyak yang dilaukan perbaikan oleh pemerintah, selain karena ketidaknyamanan bagi penggunanya, jalanan seperti ini lebih banyak penggunanya, dan dalam keadaan jalanan yang rusak atau berlubang tidak sedikit juga yang menimbulkan kecelakaan pada pengguna jalan khususnya pengguna motor.
Namun ternyata perbaikan fasilitas publik ini masih belum merasa, apalagi jalanan kampung di Malang. Kerusakan jalan di Desa Dengkol, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang masih terlihat rusak dan sangat tidak terurus. Jalanan disini memiliki banyak lubang yang dapat menjebak penggunanya. Hal ini dikarenakan tidak adanya perbaikan sedikit pun dari pemerintah yang hingga kini juga masih dibiarkan, Minggu (29/5).
Dilansir dari Informasi_Malangraya, pantauan di lokasi terlihat Pemkab Malang hanya memasang sebuah spanduk peringatan kepada pengguna jalan. Spanduk tersebut menyuruh pengendara agar berhati-hati karena kondisi jalan yang bergelombang. Hal ini tentu tidak memberi pengaruh bagi penggunanya, karena dengan keadaan yang rusak parah tetap mengakibatkan ketidaknyamanan bagi penggunanya.
Salah satu pengendara bernama Mamad (29) warga Lawang, Kabupaten Malang masih memilih melewati jalan Desa Dengkol karena untuk mempersingkat waktu perjalanan. Jalan ini memang merupakan alternatif menuju wilayah Kecamatan Pakis dan Bandara Abdulrachman Saleh. Sehingga masyarakat dengan keadaan yang rusak tetap menggunakan jalan ini sebagai jalurnya.
“Meskipun jalannya rusak sekali tetap sering lewat sini karena ini jalan pintas,” ungkapnya.
Mamad tak punya pilihan lain selain berkendara secara berhati-hati untuk melintas jalanan rusak tersebut. Mamad sangat berharap agar jalanan ini dapat segera dipernaiki, sehingga akan lebih mempermudah ia dan juga pengguna jalan lain untuk dapat melintas di jalanan ini.
“Harapannya ya tetap semoga lekas diperbaiki oleh pemerintah,” harapnya.
Bupati Malang, Muhammad Sanusi mengatakan bahwa lamanya perbaikan jalan karena adanya proses tender. Sanusi juga tak menampik perbaikan jalan tidak bisa rampung pada tahun ini.
“Memang tidak bisa tuntas (tahun 2022). Namun di tahun 2023 nanti kita tuntaskan,” beber Sanusi.
Sementara itu, Pemkab Malang sejatinya telah melakukan penganggaran untuk perbaikan jalan. Dananya mencapai Rp 325 miliar lebih.
“Sudah ada anggaran Rp 325 miliar hampir Rp 400 miliar,” kata Sanusi.
Sehingga dengan hal ini masyarakat diharapkan dapat lebih bersabar lagi untuk menerima perbaikan jalan, sehingga pemerintah hanya bisa hingga saat ini untuk memberi peringatan hati-hati padamasyarakat saat melintasi jalur ini.





