Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang merebak khusunya di Kabupaten Malang nampaknya sangat memberi pengaruh serius bagi peternak sapi. Hal ini karena berdampak pada hewan ternaknya hingga penghasilan yang juga sangat merosot. Selain dirasakan oleh peternak, pedagang juga merasakan hal demikian, mereka mengeluh karena kerugian yang dialami sejak adanya wabah PMK ini. Dengan keadaan seperti ini, konsumen juga banyak yang mengkhawatirkan soal keadaan daging sapi yang beredar di pasar adalah daging yang ber-PMK.
Akhir ini telah beredar kabar jika sapi yang telah terkena PMK tetap disembelih dan di edarkan ke pasar, tentu hal inilah yang membuat konsumen semakin gelisah untuk membeli daging sapi. Selain itu, harga daging di pasar juga dibandrol lebih murah. Namun dengan kabar seperti ini, pedagang juga tidak terima dan ditepis oleh sejumlah pedagang daging di Kabupaten Malang. Salah satu pedagang tersebut mengungkapkan jika daging yang dijualnya tersebut merupakan dari sapi yang keadaannya sehat.
”Walaupun katanya PMK tidak berbahaya bagi manusia, tapi sapi kami diperiksa terlebih dahulu kesehatannya (sebelum disembelih),” Hj Siti Endang, salah satu pedagang daging di Pasar Pakisaji, kemarin (27/5).
Pedagang berusia 56 tahun tersebut menyesalkan jika daging sapi yang dijual di pasaran adalah dari sapi yang ber-PMK. Ia menyebut jika daging yang dijual merupakan daging dengan kualitas baik atau super, sehingga jauh terhindar dari sapi yang kurang sehat. Ia juga mengungkapkan jika daging ini diambil dari jagal yang merupakan langganan RSUD (Rumah Sakit Umum Daerah) Kanjuruhan.
Tidak hanya dirasakan oleh Siti, hal serupa juga disampaikan oleh pedagang lain yang ada di Pasar Landungsari-Dau, Kabupaten Malang. Mukti yang merupakan salah satu pedagang daging itu mengaku selalu memilih sapi yang sehat sebelum disembelih.
“Walaupun pembeli tidak ada yang menanyakan tentang kualitas sapi, tapi kami tetap menyembelih yang sehat. Tidak berani membeli sapi tidak sehat untuk dijual,” terang Mukti.
Mukti menjual daging dengan harga yang masih tergolong normal, tanpa ada penurunan harga secara drastis. Namun dengan keadaan wabah PMK seperti saat ini, pembelinya yang menurun. Dia tetap menjual daging dengan kualitas super seharga Rp 120 ribu dan kualitas yang standar adalah Rp 115 ribu.
”Saya jual daging yang bagus dengan harga Rp 120 ribu per kilogram. Kalau kualitas standar ya Rp 115 ribu,” lanjut dia.
Tidak hanya kedua pedagang tersebut. Pedagang-pedagang lainnya di Kabupaten Malang juga merasakan hal yang serupa. Hampir semua telah mengalami penurunan pelanggan. Karena hal ini dikhawatirkan pedagang daging menjual dari sapi dengan ber-PMK agar mengais keuntungan yang lebih tinggi.
Sementara penjual daging di Pasar Singosari, Muhammad Ali mengaku sering menemui konsumen yang mengeluh kepadanya atas penyakit PMK yang mulai merebak. Namun, dia menjelaskan bahwa sapi yang dia sembelih adalah daging sehat dan bagus. “Ya karena ada isu PMK, jadi menurun penjualan,” kata pedagang berusia 37 tahun itu. BACA : Dampak Wabah PMK rugikan penjual daging sapi.





