Dalam menjaga tradisi serta budaya memiliki banyak cara. Hal ini dilakukan sesuai dengan budaya setiap daerah yang tentunya memiliki kepercayaan dan berbeda dengan daerah lainnya. Penjagaan culture menjadi penting dilkukan untuk menjadikan tradisi tetap ada dan hidup.
Kota Malang sendiri memiliki banyak Kampung Tematik yang terus dikelola dengan baik. Salah satunya adalah melakukan pergelaran Festival Kali Brantas yang dilakukan di Kampung Putih, Klojen setelah diadakan sebelumnya di Kampung Keramik Dinoyo dan Kampung Gerabah Penanggungan.
Hal tersebut dilakukan untuk menjaga budaya dan lingkungan dengan melakukan berbagai susunan acara. Pada festival ini tampak 10 remaja perempuan yang mengenakan kostum serba putih memberi penampilan teatrikal dan tari grebek sabrang. “Kedua penampilan tersebut dilakukan oleh anak-anak,” ujar Ketua Pokdarwis Kampung Putih David Rakha.
Tak hanya dua penampilan tersebut saja, namun juga ada bentuk kampanye yang berypa pemuatan komentar ataupun bentuk pendapat dari warga kampung mengenai Kali Brantas dan kebersihannya. Sedangkan untuk teatrikalnya, pihaknya melakukan hal ini sebagai bentuk tradisi kentongan yang merupakan salah satu alat komunikasi di zaman dulu.
“Jika dikaitkan dengan Kali Brantas, dulunya jika kampung ini dilanda banjir warga menggunakan kentongan untuk memperingatkan warga. Kami ingin mengenalkan tradisi kentongan kepada adik-adik sekarang,” terangnya.
Sedangkan untuk tari grebek sabrang, dipilih karena tarian ini memiliki arti prajurit atau pasukan yang siap berperang di medan perang. Sehingga hal ini dimaknai bahwa Kampung Putih siap menerima kembali kunjungan baik dari wisatawan local maupun mancanegara.
“Kami berharap dengan kegiatan seperti ini bisa menarik minat dari tamu-tamu lokal untuk berkunjung kembali,” tuturnya.





