Wednesday, July 22, 2026
  • Kontak
  • Iklan
Ngalam Wearemania
  • Terbaru
  • Destinasi
  • Malangan
  • Kuliner
  • Info Penting
  • Arema FC
No Result
View All Result
Ngalam Wearemania
No Result
View All Result
Home Ngalampedia

Mengenang Puspa Indah, Raja Di Malang-Jombang-Kediri-Tuban

Bus PO Puspa Indah dikenal sebagai raja jalanan di wilayah Malang dengan melayani trayek ke Kediri, Jombang, dan Tuban. Namun, kini bis tersebut sudah diakuisisi oleh PO Bagong.

Ongis Mbois by Ongis Mbois
5 November 2023
in Ngalampedia
0 0
0

Puspa Indah, begitu nama bis yang merupakan PO (Perusahaan Otobus) asli Malang. Nama yang sudah tidak asing oleh mahasiswa di sekitar wilayah Jombang, Kediri, Lamongan, hingga Tuban yang kini hanya tinggal kenangan karena sudah diakuisisi.

Bus dengan ukuran medium ini melayani tiga trayek yaitu Malang-Ngoro-Kediri, Malang-Ngoro-Jombang, dan Malang-Ngoro-Jombang-Babat-Tuban. Selama lebih dari 30 tahun bus itu seperti menjadi pemenang tunggal di kawasan yang dikenal dengan jalur kelokan itu.

ArtikelTerkait

Sejarah Pabrik Gula Kebonagung Malang, Berdiri Sejak 1905

Sejarah SMA Negeri 1 Malang, Berawal dari Sekolah Liar hingga Jadi SMA Favorit di Kota Malang

Profil Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang

Profil Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang

ADVERTISEMENT

Selama menjadi raja jalanan di pegunungan, Puspa indah bukannya tanpa pesaing. Pada tahun 80-an hingga 90-an bus ini mendapatkan kompetitor dari trayek Malang-Kediri ataupun Malang-Jombang dari PO Hasti. Sebuah perusahaan yang berasal dari Kediri yang kandangnya berada di seberang RS Baptis. Selain Hasti, juga ada PO Harapan Kita yang merupakan anak dari PO Akas II yang pada waktu adalah PO terbesar di Jawa Timur yang bermarkas pusat di Probolinggo.

Tetapi, Puspa indah tetap jaya melawan dua kompetitornya, bus yang berkandang di sebelah kampus Universitas Negeri Malang ini bertahan di tengah gempuran karena memang penumpang menyukai gaya supirnya yang dikenal mahir melawan kelokan di wilayah Malang. Untuk menambah kekuatan, PO itu kemudian sempat diakuisisi oleh HM Anton dan memindahkan garasinya ke Dadaprejo, Batu.

Dikutip dari busdigest, saat masih berkompetisi dengan Hasti pada periode 90-an , trek Malang-Kandangan-Ngoro adalah trek yang seru. Saling intip antara kedua bus selalu terjadi. Salah satu spot tersebut adalah di pertigaan Pasar Kandangan. Biasanya, begitu bus pesaing dari jauh mulai terlihat menyusul, bus yang semula ngetem di sana langsing ngacir melawan, terkadang juga ada saling salip untuk beradu kecepatan dan keahlian.

Spot ngetem lainnya adalah di pertigaan Kuwak di Kota Kediri. Sudah jadi rahasia umum jika slot atau jarak keberangkatan antar bus di trayek ini cukup panjang karena armada yang tidak terlalu banyak. Alhasil, kebiasaan ngetem dan nggandol, saling menunggu kedatangan bus pesaing seolah menjadi hal jamak. Ketika ponsel mulai marak digunakan, peranti ini dipakai awak bus untuk saling mengintip pesaing.

Cerita seru lain adalah rute Kandangan. Trek beraspal di wilayah Kabupaten Kediri ini sebenarnya merupakan short cut atau jalan pintasan rute dari dan Kediri dan Malang. Tapi, karena aturan kepolisian, bus tidak boleh masuk rute ini dan harus memutar ke wilayah Ngoro di Kabupaten Jombang, sebelum masuk ke Terminal Pare. Biasanya, bus yang jam keberangkatannya malam hari memilih rute ini, meski razia petugas kadang juga dilakukan.

Bus Puspa Indah kalah melawan Bagong
Bus Puspa Indah kalah melawan Bagong

Tidak selamanya hidup selalu di atas, karena semuanya berputar bagaikan roda. Hal ini juga dialami oleh Puspa Indah. Karena mereka digoyang oleh PO Bagung yang dikenal sebagai raja Malang-Blitar yang bermarkas di Kepanjen.

Bagong yang punya armada lebih baru dengan kabin yang besar dengan AC tarif ekonomi membuat pelanggan setia dari Puspa Indah ingin mencoba dan akhirnya keterusan. Manajemen Puspa Indah awalnya menyadari fenomena ini, mereka pun melakukan demo kepada Dinas Perhubungan.

Dari demo itu diambil keputusan jika Bagong hanya boleh mengambil penumpang di terminal. Namun, keadaan itu tidak berpengaruh banyak karena memang kebanyakan penumpang adalah dari terminal ke terminal, supir pun mogok dan melakukan bentrokan.

Makin sedikitnya penumpang membuat manajemen bertindak, seakan sudah tidak berdaya melawan, mereka akhirnya menjual seluruh armada busnya kepada Bagong karena pendapatan sudah tidak cukup untuk melakukan pembiayaan.

Puspa Indah dengan pemilik baru yaitu Hary Susilo menjanjikan perubahan demi kenyamanan penumpang. Salah satunya tentu saja memperbaiki sejumlah bus yang sudah menua usianya.

Tags: bus ke malangbus pagongbus puspa indahnaik bus malang - jombangnaik bus malang - kediri
ShareTweetSend
Previous Post

Unggul FC Malang U-20 Matangkan Persiapan Terakhir Jelang Festival Futsal Indonesia U-20 2023

Next Post

Batu Lumut Sendang, Akik Khas Malang Selatan

Ongis Mbois

Ongis Mbois

Kuli tinta yang mendedikasikan diri untuk Bhumi Arema

Related Posts

No Content Available

Arema FC

    Ngalam Wearemania

    Berita dan Destinasi Wisata Malang Raya dari Wearemania Network

    KATEGORI

    • Akomodasi
    • Berita Terbaru
    • Destinasi
    • Event
    • Fakta dan Mitos
    • Info Penting
    • Kuliner
    • Malangan
    • Ngalampedia
    • Ramadan
    • Sejarah
    • Tokoh
    • Wisata

    WEAREMANIA NGALAM

    Redaksi
    Kebijakan Privasi
    Pedoman Media Siber
    Pengaduan

     

    Disclaimer
    Hak Jawab & Koreksi Berita
    Ketentuan Pengguna
    Kontak dan Iklan

    © 2021 Ngalam Wearemania by Wearemania Network.

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password?

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In
    No Result
    View All Result
    • Terbaru
    • Destinasi
    • Malangan
    • Kuliner
    • Info Penting
    • Arema FC

    © 2021 Ngalam Wearemania by Wearemania Network.