Sejarah SMA Negeri 1 Malang berawal dari masa awal kemerdekaan Indonesia ketika akses pendidikan di Kota Malang masih sangat terbatas. Perjuangan Sardjoe Atmodjo bersama sejumlah tokoh pendidikan kemudian melahirkan sekolah yang berkembang menjadi salah satu SMA favorit di Kota Malang.
SMA Negeri 1 Malang berdiri di kawasan Alun-alun Tugu bersama SMA Negeri 3 dan SMA Negeri 4 Malang. Masyarakat kemudian mengenal ketiga sekolah tersebut dengan sebutan SMA Tugu karena lokasinya mengelilingi Alun-alun Tugu.
Banyak orang mengira SMA Negeri 1 Malang sudah berdiri sebelum Indonesia merdeka. Faktanya, sejumlah bangunan di kawasan Alun-alun Tugu sempat terbakar setelah berakhirnya pendudukan Jepang.
“Pada saat Belanda kembali ke Indonesia pasca-kemerdekaan, dari pihak republik tidak ada sekolah. Bahkan kantor Pendidikan dan Kebudayaan berkedudukan di Sumberpucung, Kabupaten Malang,” demikian catatan sejarah awal berdirinya sekolah tersebut.
Sejarah SMA Negeri 1 Malang Berawal dari SMT PGI
Sardjoe Atmodjo mengajak para pelajar mendirikan sekolah agar kegiatan belajar tetap berjalan. Sekolah itu memulai perjalanan dengan hanya tujuh murid dan belum memiliki gedung sendiri.
Pemerintah Belanda menganggap sekolah tersebut sebagai sekolah liar karena tidak berada di bawah naungan yayasan. Pengelola kemudian mengganti namanya menjadi SMT PGI atau Persatoean Goeroe Indonesia yang memiliki hak sejarah (Historisrecht).
Sekolah itu sempat menempati gedung di Jalan Kasin yang kini menjadi SMA Erlangga. Kegiatan belajar juga berlangsung di SD Ngaglik, Sukun, sebelum berpindah ke Jalan Arjuno.
“Pada Senin Kliwon, 17 April 1950, SMT PGI diresmikan menjadi SMA Negeri oleh Pemerintah Republik Indonesia dengan kepala sekolah pertama G.B. Pasariboe,” berdasarkan catatan sejarah sekolah.
Mitreka Satata Menjadi Identitas SMA Negeri 1 Malang
Tanggal 17 April kemudian menjadi hari lahir SMA Negeri 1 Malang. Warga sekolah juga mengenang Sardjoe Atmodjo sebagai perintis sekolah yang akrab disingkat SMANSA tersebut.
SMANSA memiliki semboyan Mitreka Satata yang berarti selalu bersahabat atau bersahabat yang sederajat. Semboyan itu lahir untuk mempersatukan warga sekolah setelah sempat muncul perpecahan akibat pengaruh politik.
Mitreka berasal dari kata Mitra yang berarti teman atau sahabat, Ika berarti satu atau itu, sedangkan Satata bermakna sederajat. Nilai tersebut terus menjadi identitas seluruh warga sekolah hingga sekarang.
Ikatan alumni sekolah menggunakan nama IKAMISA atau Ikatan Alumni Mitreka Satata. Organisasi tersebut menjaga hubungan antarlulusan dan siswa melalui berbagai kegiatan silaturahmi.
SMA Negeri 1 Malang juga rutin menggelar perayaan hari ulang tahun bertajuk NEVASCA. Pada 2015, acara itu menghadirkan penyanyi Tulus sebagai bintang tamu utama sekaligus memperkuat citra SMANSA sebagai sekolah favorit di Kota Malang.




