Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang tak hanya melakukan pencegahan penyebaran virus corona (covid-19) di wilayah kampus. Mereka pun berupaya membuat alat penangkal virus tersebut yang diberi nama Bilik KAVI (Kabut Anti Virus).
Bilik KAVI ini menggunakan teknologi yang diciptakan khusus oleh pihak UIN. Teknologi itu bekerja dalam sebuah bilik yang menyemprotkan kabut hand sanitizer. Karena bukan berupa air, melainkan kabut, hand sanitizer yang disemprotkan bisa lebih merata. Karena berupa kabut, tentu lebih hemat. Satu liter hand sanitizer diperkirakan dapat dipakai total selama lima hingga tujuh jam.
“Bilik KAVI ini sangat hemat dan merata, karena bentuknya bukan spray, tetapi uap atau kabut yang partikel-partikelnya sangat kecil,” jelas Dekan Fakultas Sains dan Teknologi UIN Maliki Malang, Sri Harini dikutip dari Malang Times.
UIN Maliki Malang Bagi-bagikan Bilik KAVI
Bilik KAVI buatan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang tak hanya dipakai di area kampus saja. Mereka juga membagi-bagikannya ke pihak lain, terutama di daerah sekitar kampus.
UIN membagikan bilik tersebut kepada pengurus masjid-masjid dan pondok pesantren di sekitar kampus. Tak hanya di sekitar kampus 1, melainkan juga kampus 2, dan kampus 3.
“Kita bagikan kepada 10 masjid di daerah sekitar UIN Maulana Malik Ibrahim. Baik kampus 1, maupun kampus 2, dan 3,” kata Rektor UIN Malang, Prof Dr Abdul Haris MAg.
Dengan pembagian alat penangkal covid-19 itu, pihak UIN Maliki Malang berharap dapat berguna. Bilik KAVI tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar kampus dalam rangka pencegahan penyebaran virus corona.
“Ini adalah salah satu bentuk pengabdian yang dilakukan oleh UIN Maulana Malik Ibrahim terhadap masyarakat Kota Malang,” tandasnya.






Discussion about this post