Monday, July 20, 2026
  • Kontak
  • Iklan
Ngalam Wearemania
  • Terbaru
  • Destinasi
  • Malangan
  • Kuliner
  • Info Penting
  • Arema FC
No Result
View All Result
Ngalam Wearemania
No Result
View All Result
Home Berita Terbaru

Buron Selama 17 Tahun, Siapa Sebenarnya Maria Pauline Lumowa

Alfin by Alfin
9 July 2020
in Berita Terbaru
0 0
0
tersangka pelaku pembobolan Bank BNI, Maria Pauline Lumowa diekstradisi dari Serbia (Kemenkumham)

tersangka pelaku pembobolan Bank BNI, Maria Pauline Lumowa diekstradisi dari Serbia (Kemenkumham)

MariaPauline Lumowa, buronan kelas kakap akhirnya tiba di Indonesia hari ini (09/07/20). Prosed ektradisi dilakukan oleh delegasi pemerintah yang dipimpin Menkumham saat kunjungan kerja ke Serbia.

Dilansir dari CNN Indonesia, Maria Pauline Lumowa merupakan salah satu tersangka pelaku pembobolan kas Bank BNI cabang Kebayoran Baru senilai Rp 1,7 triliun lewat Letter of Credit (L/C) fiktif. Ia lahir di Paleloan, Sulawesi Utara, 27 Juli 1958.

ArtikelTerkait

Specta Flora Festival 2026 Hadir di Batu Love Garden, Simak Ragam Acara dan Harga Tiketnya

Hari Pertama Masuk Sekolah, Dinas Pendidikan Kota Batu Ajak Ayah Antar Anak

Kasus Penipuan Tertinggi di Jawa Timur, Kabupaten Malang Masuk 4 Besar

Kerja Sama Pemkab Malang dan Bank Syariah Indonesia Resmi Dimulai

ADVERTISEMENT

Kasusnya berawal pada periode Oktober 2002 hingga Juli 2003. Ketika itu Bank BNI mengucurkan pinjaman senilai 136 juta dollar AS dan 56 juta euro atau sama dengan Rp 1,7 triliun dengan kurs saat itu kepada PT Gramarindo Group yang dimiliki Maria Pauline Lumowa dan Adrian Waworuntu.

Adapun Adrian Waworuntu sendiri telah divonis hukuman penjara seumur hidup dalam kasus pembobolan Bank BNI tersebut.

Selama 17 tahun pelarian Maria telah singgah ke berbagai negara. Dia bahkan telah tercatat sebagai warga negara Belanda sejak 1979.

Pemerintah Indonesia sempat dua kali mengajukan proses ekstradisi ke Pemerintah Kerajaan Belanda, yakni pada 2010 dan 2014, namun ditolak. Pemerintah Kerajaan Belanda hanya memberikan opsi agar Maria Pauline Lumowa disidangkan di Belanda.

Meski pemerintah Belanda menolak permintaan ekstradisi dari RI. Namun perburuan terhadap Maria tak berhenti. Babak baru perburuan terjadi ketika Maria ditangkap oleh NCB Interpol Serbia di Bandara Internasional Nikola Tesla, Serbia, 16 Juli 2019.

Dijelaskan oleh Menkumham, Yasonna Laoly penangkapan itu dilakukan berdasarkan red notice Interpol yang diterbitkan pada 22 Desember 2003.

“Pemerintah bereaksi cepat dengan menerbitkan surat permintaan penahanan sementara yang kemudian ditindaklanjuti dengan permintaan ekstradisi melalui Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum Kemenkumham,” ujar Yasonna.

Subscribe channel Youtube kami dan ikuti kami di Instagram dan gabunglah bersama kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Arema dan Aremania.

Tags: kemenkumhamMaria Pauline Lumowamenkumhampembobol Bank BNI
Share226TweetSend
Previous Post

Dikabarkan Jadi Klaster Covid-19, Kanwil BRI Malang Tetap Buka

Next Post

Dinner Romantis di The Clubhouse Jambuluwuk Resort Batu

Alfin

Alfin

Related Posts

No Content Available

Arema FC

    Ngalam Wearemania

    Berita dan Destinasi Wisata Malang Raya dari Wearemania Network

    KATEGORI

    • Akomodasi
    • Berita Terbaru
    • Destinasi
    • Event
    • Fakta dan Mitos
    • Info Penting
    • Kuliner
    • Malangan
    • Ngalampedia
    • Ramadan
    • Sejarah
    • Tokoh
    • Wisata

    WEAREMANIA NGALAM

    Redaksi
    Kebijakan Privasi
    Pedoman Media Siber
    Pengaduan

     

    Disclaimer
    Hak Jawab & Koreksi Berita
    Ketentuan Pengguna
    Kontak dan Iklan

    © 2021 Ngalam Wearemania by Wearemania Network.

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password?

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In
    No Result
    View All Result
    • Terbaru
    • Destinasi
    • Malangan
    • Kuliner
    • Info Penting
    • Arema FC

    © 2021 Ngalam Wearemania by Wearemania Network.