Akhir-akhir ini telah ramai dan hits dikalangan anak muda soal tren baru yaitu Catwalk Fashion Week yang telah dieksiskan oleh anak muda di Citayam. Dalam momen ini menyatukan masyarakat muda dengan berbagai bentuk style pakaian yang kemudian berjalan bak model atau catwalk di jalur zebra cross. Tentu dengan ini menimbulkan keramaian hingga kemacetan jalan.
Kota Malang yang ikut meramaikan tren tersebut kemudian di gelar di kawasan Kajoetangan Heritage Kota Malang. Akibatnya, kawasan ini yang belum genap satu tahun peresmian, mengalami kerusakan pada sejumlah fasilitas hingga kondisi memprihatinkan. Rusaknya fasilitas tersebut menyebabkan pada beberapa taman bangku yang berdiri di sekitar samping jalan kawasan Kayutangan Heritage.
Rusaknya bangku ini menunjukkan beberapa kayu dan besi pangait bangku taman mulai lepas. Bahkan besi sandaran bangkunya juga ada yang patah. Bukan hanya itu, di sepanjang jalan Kayutangan Heritage, lampu hias dengan ornamen khas Jawa juga mengalami kerusakan. Padahal anggaran untuk lampu penerangan ini menelan lebih dari Rp1 miliar.
Rasa kurang nyaman juga terjadi ketika menyusuri jalur pedestrian. Jalur yang seharusnya menjadi hak pejalan kaki “direbut” oleh pemilik kedai yang sengaja menggelar meja dan kursi di sepanjang trotoar atau di depan kedai mereka.
Pekan lalu, Kayutangan Heritage bahkan ikut terjangkit “virus” Citayam Fashion Week. Lewat Kayutangan Street Style, event ini diramaikan sejak Jumat (23/7/2022).
Trotoar hingga beberapa titik zebra cross mendadak menjadi area catwalk yang dimanfaatkan oleh masyarakat muda, yang terutama dimanfaatkan ketika lampu merah menyala.
Meski kerusakan fasilitas belum tentu berasal dari kegiatan ini, namun ada baiknya event semacam ini juga menyelipkan misi untuk tetap menjaga fasilitas public hingga penertiban agar menimbulkan rasa nyaman untuk semua orang.





