Setelah mewabahnya virus covid-19, kini mulai bermunculan juga penyakit lain yang cukup memberi kehebohan pada masyarakat. Selain muncuknya hepatitis akut yang banyak menyerang pada anak-anak, kini muncul lagi penyakit lainnya yang menyerang pada hewan sapi. Penyakit tersebut adalah penyakit mulut dan kuku (PKM). Hal ini tentu membuat keresahan bagi peternak khususnya sapi karena apabila sudah ada wabah penyakit seperti ini maka akan menjadikan rentan pada sapi-sapi lainnya.
Pentingnya pemenuhan nutrisi pada hewan ternak memang perlu diperhatikan oleh peternak. Karena ini apabila tidak dijaga dan diperhatikan maka menyebabkan hewan menjadi lebih rentan terhadap penyakit maupun wabah yang terjadi. Apalagi saat ini sudah mendekati perayaan idul adha yang mana hewan kurban banyak dicari dan dibutuhkan oleh masyarakat. Hal ini dikarenakan hewan kurban harus dalam keadaan sehat.
Dilansir dari Jawa Pos Radar Malang, adanya wabah PMK, Dispangtan Kota Malang sudah menyiapkan skema pengawasan khusus terkait jual beli hewan kurban. Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Dispangtan Kota Malang drh Anton Pramujiono mengatakan, jelang Idul Adha banyak pedagang yang membuka lapak sementara khusus untuk menjual hewan kurban. Dirinya menyebut biasanya pembukaan lapak tersebut prosesnya hanya melalui kelurahan saja. “Jadi warga yang membuka lapak untuk menjual hewan kurban melapornya ke kelurahan untuk izin dan sejenisnya,” ujarnya.
Selain berfokus pada nutrisi yang diberikan pada sapi dan kambing, hal lain yang sangat perlu juga untuk diperhatikan adalah soal kebersihan kandang dan hewan itu sendiri. Tempat atau kanadang yang kotor maka juga menjadi pemicu timbulnya penyakit pada hewan itu sendiri.




