Jatim menduduki peringkat pertama sebagai daerah dengan produksi padi tertinggi se-Indonesia pada tahun 2020 ini. Produksi padi di Jawa Timur mencapai 10,02 juta ton pada 2020, naik 0,44 dari 9,58 juta ton padi tahun 2019.
“Capaian ini mengukuhkan peran Jatim sebagai provinsi penyanggah pangan nasional, untuk menunjang pembangunan pertanian,” kata Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, dikutip dari Medcom.id Senin (19/10/20)
Adapun daerah dengan produksi padi terbesar adalah Kabupaten Lamongan, yakni 0,87 juta ton padi. Disusul peringkat kedua Kabupaten Ngawi 0,83 juta ton, dan ketiga Kabupaten Bojonegoro 0,74 juta ton.
Apabila dilihat dari jumlah kenaikan dibanding tahun 2019, lanjut Khofifah, maka kenaikan tertinggi produksi padi di Jatim terjadi di Kabupaten Ponorogo yakni sebesar 74,61 ribu ton, Kabupaten Ngawi 52,28 ribu ton, dan Kabupaten Bojonegoro 45,32 ribu ton.
Sementara produksi padi di Provinsi Jawa Timur sepanjang Januari hingga September 2020, diperkirakan sekitar 8,48 juta ton GKG, atau mengalami peningkatan sekitar 167,85 ribu ton (2,02 persen) dibandingkan Januari-September 2019 yang sebesar 8,31 juta ton GKG.
“Diperkirakan, potensi produksi sepanjang Oktober hingga Desember 2020 sebesar 1,54 juta ton GKG,” ujar Kepala BPS Jatim, Dadang Hardiwan, dalam keterangan pers virtual di Surabaya, Kamis (15/10/2020).
Produksi padi tertinggi pada 2020 terjadi pada Bulan April, yaitu sebesar 2,24 juta ton sementara produksi terendah terjadi pada Bulan Januari, yaitu sebesar 0,29 juta ton. Berbeda dengan produksi pada 2020, produksi tertinggi pada 2019 terjadi pada Bulan Maret.
Baca Juga: Jatim Park 2 dan Eco Green Park Mulai Buka Sabtu
Subscribe channel Youtube kami, ikuti kami di Instagram dan gabunglah bersama kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Arema dan Aremania.

