Wabah Penyakit Mulut dan Kuku masih ada hingga saat ini. Penanganan oleh Pemkot Malang juga tetap terus dilakukan, dan kini sudah memasuki babak baru. Menurut informasi terbaru, hewan ternak akan segera mendapatkan vaksinasi sebagai langkah untuk meminimalisir penularan PMK.
Wabah PMK ini memang sudah menyebabkan banyak korban yang terjadi pada sapi. Tak hanya itu, peternak juga tak sedikit yang mengalami kerugian dan terpaksa menjual sapi-sapinya yang ber-PMK dengan harga yang jauh sangat murah. Hal ini masih menjadi sesuatu yang lebih baik, jika dibandingkan peternak yang sapi miliknya terpapar PMK kemudian mati, sehingga kerugiannya lebih besar.
Peternak sapi juga khawatir jika sapi-sapinya tidak laku terjual saat idul adha mendatang, sebab hewan yang dijadikan untuk kurban, tentu diwajibkan sapi yang benar-benar sehat. Beralih juga pada pembeli sendiri, apalagi umat muslim yang ingin melakukan kurban perlu waspada dan hati-hati agar tidak membeli hewan yang ber-PMK. Sebab, hewan dengan status ber-PMK sendiri ada juga yang tidak memiliki gejala, sehingga tidak akan diketahui apakah sapi tersebut benar-benar sehat atau tidak.
Dilansir dari Malang Posco Media, Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang, Sri Winarni menjelaskan jika berdasarkan informasi dari Kementrian Pertanian saat ini sedang melakukan produksi vaksin dalam negeri untuk hewan ternak. Rencananya, soal vaksin ini akan selesai di bulan Agustus mendatang. “Yang untuk kebutuhan darurat itu, Kementan itu akan melakukan impor. Lah itu nanti prioritas yang akan di vaksin siapa itu yang menentukan dari Kementan. Jadi saat ini kami masih dimintai data populasi dan kasus,” jelas Winarni.
Winarni memastikan bahwa pihaknya sangat siap dari segi sumber daya manusia yang nantinya akan terlibat dah bahkan juga dari instansi lain untuk melakukan kerjsama. “Kalau dari Dispangtan kita punya 4 dokter hewan dan 2 paramedik veteriner. Nanti ketika itu dilaksanakan, tentu kita menunggu petunjuk teknis dari Kementan bagaimana untuk pelaksanaannya. Kalau kita nanti juga akan minta kerja sama dengan FKH (Fakultas Kedokteran Hewan) UB dan perguruan tinggi lainnya,” ungkapnya.
Dalam perhitungan sementara, jumlah populasi hewan ternak saat ini di Kota Malang mencapai 5 ribu ekor, yang mana hewan tersebut terdiri dari sapi, kambing, domba, dan juga kerbau. Nantinya seluruh poulasi ini akan segera mendapatkan vaksinasi secara merata tanpa kurang.
Sedangkan untuk hewan ber-PMK sendiri hingga Sabtu (11/6), total rekapan kasus PMK sudah mencapai 280 kasus. Dan rinciannya sebanyak 87 ekor telah sembuh dari PMK, satu ekor mati, dan 66 ekor dipotong paksa. Hingga saat ini tersisa sebanyak 166 ekor sapi yang sedang dalam perawatan dan dalam proses penyembuhan.





