Setelah terjadi di Payung, Senin (19/1/2021), longsor kembali melanda kawasan Kota Batu. Kali ini longsor terjadi di Dusun Gangsiran Puthuk, Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo.
Longsor itu mengakibatkan terputusnya akses jalan penghubung desa. Longsor itu turut menyebabkan rumpun bambu yang ada di tebing terbawa ke bagian bawah.
Dimensi longsoran yang terjadi di Gangsiran itu panjangnya sekitar 20 meter, dengan lebar 5 meter, dan tinggi 10 meter. Material longsor bercampur rumpun bambu itu menutup badan jalan penghubung antar desa.
“Hujan deras merata yang terjadi di Kota Batu mengakibatkan tebing jenuh sehingga tanah longsor,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu, Agung Sedayu, seperti dikutip Malang Times.
Tanah Longsor Melanda Desa Tlekung, Petugas Gabungan Bahu-membahu
Para petugas gabungan bahu-membahu membersihkan material longsor. Mereka berupaya membersihkan jalan raya dari material yang tertimbun, termasuk memotong rumpun bambu yang terbawa.
Tim gabungan itu terdiri dari berbagai pihak. Selain dari BPBD Kota Batu, ada pula dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), warga, perangkat desa, dan garda relawan.
“Kami minta kepada masyarakat untuk lebih waspada dan hati-hati, terutama di waktu turun hujan jika melewati kawasan rawan longsor,” imbuhnya.
Sosialisasi Tentang Rencana Relokasi
Agung menambahkan, BPBD Kota Batu bersama Satpol PP Kota Batu juga melakukan sosialisasi terntang rencana relokasi. Warga terdampak tanah longsor rencananya bakal diungsikan ke ke Dusun Pagersari, Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji.
“Sebelumnya ada 11 rumah terdapat 15 KK yang memang kondisinya rawan akan tanah longsor, sehingga perlu di relokasi nantinya,” tandasnya.
Subscribe channel Youtube kami, ikuti kami di Instagram dan gabunglah bersama kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Arema dan Aremania.

