Akhirnya ITC Matias Malvino Keluar

ITC Matias Malvino Sudah Keluar
Matias Malvino (C) DANI KRISTIAN

Kabar baik datang dari proses pengurusan ITC (International Transfer Certificate) pemain asing Arema, Matias Malvino. Surat pengesahan stopper asal Uruguay itu sudah keluar, Senin (2/3/2020) pukul 23.30 WIB tengah malam.

Seperti diketahui, kedua pemain terganjal ITC, sehingga tidak bisa dimainkan pada laga perdana Arema di Liga 1 2020 melawan PS TIRA-Persikabo, Senin (2/3/2020) malam. Pemain asal Uruguay dan Argentina itu bahkan belum terdaftar sebagai pemain anyar Arema di laman resmi Liga 1 2020, www.liga-indonesia.co.id.

Media Officer Arema, Sudarmaji menjelaskan, nama Matias sudah didaftarkan ke PSSI dan TMS (Transfer Matching System) FIFA sejak 27 Januari, meski statusnya masih tertunda karena dokumennya belum dilengkapi. Lalu, pada 14 Februari, Arema melengkapi dokumen si pemain, seperti paspor, kontrak, TPO (bukti tak ada tunggakan klub dari klub lamanya, Defensore). Saat itu, yang kurang hanya release letter (surat keluar dari klub lamanya).

Surat keluar itu baru terkonfirmasi pada 22 Februari yang baru terverifikasi oleh PSSI dua hari kemudian, 24 Februari. Selang sehari, 25 Februari, PSSI mengonfirmasi kepada federasi Uruguay, AUF (Asociacion Uruguaya de Futbol). Status Malvino waiting ITC delivery, yang maksudnya kelengkapan dokumen tinggal menunggu persetujuan dari AUF.

“Malvino disahkan setelah mengantongi persetujuan AUF pada 2 Maret, pukul 23.30 WIB. Cuma tiga jam setelah Arema mengalahkan PS TIRA-Persikabo 2-0. Setelah mendapatkan konfirmasi dari AUF, PSSI langsung mengesahkan si pemain, dan menyampaikan kabar itu kepada pihak Arema,” kata Sudarmaji.

Manajemen Arema Sudah Maksimal Selesaikan ITC Matias Malvino

Sudarmaji menegaskan, langkah manajemen Arema untuk mendaftarkan Matias sudah dimulai 27 Januari, dengan melengkapi semua dokumen administrasi yang diperlukan. Kalau soal keterlambatannya, info yang diterima pihak klub dari sang agen, di Uruguay memang baru saja ada cuti bersama karena ada agenda pelantikan presiden baru.

Menurut info dari sang agen pula, aktivitas AUF baru normal lagi pada 2 Maret. Kendalanya lagi, ada perbedaan waktu antara Indonesia dan Uruguay, di mana di sini waktunya lebih dulu sembilan jam. Kalau disahkan pukul 23.30 WIB, artinya di sana pukul 14.30 WIB.

“Perbedaan waktu ini yang membuat kami selalu mengajukan dokumen-dokumen kepada PSSI pada sore dan malam hari. Harapannya, sampai di Uruguay masih pagi hari di hari yang sama sesuai jam kerja AUF, sehingga bisa langsung direspon. Mungkin anggapan AUF, segala sesuatu yang menyangkut urusan administrasi federasi harus dilakukan sesuai jam kerja. Beda dengan di sini yang bisa dilakukan 24 jam non stop,” tandasnya.