Arema Butuh Pelatih yang Filosofinya Sesuai dengan Aremania

Arema Butuh Pelatih yang Filosofinya Sesuai dengan Aremania
Gethuk (C) AKAIBARA

Joko Susilo menyebut Arema butuh pelatih yang filosofinya sesuai dengan keinginan Aremania. Sebagai pelatih yang pernah menangani Arema itu tahu betul keinginan suporter seperti apa terkait gaya bermain tersebut.

Sesuai dengan ilmu kepelatihan yang didapatnya dalam kursus lisensi AFC Pro, filosofi atau gaya bermain ada tiga, yakni asosiatif, vertikal dan direct. Menurutnya, biasanya pelatih yang dibutuhkan harus memiliki gaya bermain sesuai yang diinginkan suporter klubnya.

Misalkan Aremania, diambil gaya main Arema yang diinginkan berdasarkan suara terbanyak. Menurut Joko memang tak mudah, tapi manajemen klub harus jeli melirik keinginan suporter sebagai pangsa pasar.

“Sekarang manajemen klub harus melihat, Aremania inginnya Arema bermain yang seperti apa, menentukan pelatih dengan filosofi yang diinginkan suporter, lalu mencari pemain dengan tipe yang sesuai dengan filosofi tersebut. Kalau salah pilih ya tidak jadi,” kata pria yang akrab disapa Gethuk itu kepada WEAREMANIA.

Pelatih Juga Punya Filosofi Sendiri

Menurut Gethuk, seorang pelatih bisa memiliki filosofinya sendiri saat datang ke klub baru. Hal itu yang terjadi pada Arema di musim 2019, di mana Milomir Seslija datang menangani tim Arema yang sudah punya kerangka tim yang tak banyak berubah dari musim sebelumnya.

Asisten pelatih Timnas Indonesia itu menyebut, seorang pelatih tak melulu berpatokan pada satu filosofi bermain saja. Menurutnya, pelatih profesional harus menguasai gaya asosiatif, vertikal, maupun direct.

“Bisa juga pelatih datang lalu menyesuaikan filosofi klub. Tentu, pelatih tidak hanya menguasai satu filosofi saja. Kalau dia siap beradaptasi dengan gaya main Arema ya tidak masalah. Tentu saja acuannya prestasi. Kalau bisa berprestasi, dia akan dikatakan berhasil,” imbuhnya.

Pelatih Amerika Latin Cocok dengan Aremania

Arema dikabarkan sudah sepakat dengan satu nama pelatih asing asal Amerika Latin. Gethuk menilai, pelatih dari kawasan sana cocok dengan Aremania.

“Pelatih dari Amerika Latin juga ada yang bergaya asosiatif, vertikal atau direct. Negara asalnya memang tidak bisa dijadikan patokan gaya mainnya. Tapi, saya rasa cocok-cocok saja dengan Aremania,” pungkas pelatih 48 tahun ini.