Menarik untik melihat detail rapor Lucas Frigeri di Super League 2025-2026. Musim ini benar-benar menjadi ajang pembuktian nyata bagi kiper asal Brasil itu di saat mulai tersisih sejak kedatangan kiper lokal, Adi Satryo.
Aroma tersisih dari skuad utama tercium sejak laga Pekan 1, di mana Frigeri cuma duduk di bench hingga empat laga beruntun. Pemain berusia 36 tahun itu baru melakoni laga perdananya musim ini di Pekan 5 ketika Adi terkendala cedera.
Sejak saat itu, Frigeri mulai kembali menunjukkan aksi-aksi penyelamatan dengan seragam bermomor punggung 31 miliknya. Total, Frigeri melakoni 21 pertandingan dalam 1.706 menit musim ini, di mana 19 laga di antaranya sebagai starter, terbanyak di antara penjaga gawang Arema lainnya.
Di antara kiper lain, Frigeri juga punya jumlah save paling banyak, yakni 71 penyelamatan. Rekor save-nya musim ini terjadi saat Arema menahan imbang 0-0 sekaligus merusak rekor kemenangan kandang 100% milik Persib Bandung sebagai juara liga, dengan 12 penyelamatannya.
Untuk urusan cleansheet, Frigeri mengemas lima nirbobol, dan empat laga di antaranya terjadi secara beruntun. Catatan clenasheet terlamanya diukirnya selama 356 menit, sejak masuk sebagai pengganti di laga lawan Malut United hingga baru kebobolan lawan Persebaya Surabaya.
Ya, laga Derby Jawa Timur itu menjadi pertandingan terburuk Frigeri bersama Arema di Super League musim ini. Memang, eks Madura United itu melakukan tiga save, tapi gawang yang dijaganya kemasukan empat gol dan endingnya kalah 0-4 di kandang.
Secara keseluruhan, Frigeri menonjol sebagai pemain dengan kontribusi defensif paling spesifik dan paling dominan melalui jumlah penyelamatan yang sangat tinggi. Itu menjadi kenangan manis ketika sang “Kakek assl Brasil itu”, jukukan Aremania untuknya, akhirnya harus pergi seiring kontraknya di Arema berakhir.
Inilah Rapor Lucas Frigeri di Super League 2025-2026

