More

    Membangkitkan Semangat Kiper Arema Putri U-18 Usai Gagal di Hydro Plus Soccer League All-Stars 2026

    - Advertisement -
    - Advertisement -

    Membangkitkan semangat kiper Arema Putri U-18, Keysha Putri Dwi Arianti menjadi fokus keluarganya setelah kegagalan di Hydro Plus Soccer League All-Stars 2026. Sang ibu, Solichah Zaenal, memilih memberikan dukungan penuh agar mental putrinya tetap terjaga.

    Sebelumnya, Arema Putri U-18 gagal melaju ke final setelah kalah 0-1 dari Putri Garut pada babak semifinal. Gol semata wayang lawan bermula dari kesalahan Keysha saat mengawal gawang.

    Solichah mengaku putrinya tentu merasa sedih dengan hasil tersebut. Namun, ia meminta Keysha menjadikan momen itu sebagai pengalaman berharga untuk meningkatkan kemampuan.

    “Saya tetap bangga, karena setelah bikin blunder sekali dia gak terpuruk tapi bisa kembali fokus dan menangkap bola-bola sulit yang tim Putri Garut berikan berkali-kali. Coba mental anak saya buruk, saya yakin setelah blunder dia bakal kegolan lebih banyak lagi, karena tim lawan makin gencar menyerang setelah kejadian itu,” kata Solichah kepada WEAREMANIA.

    Ia juga memilih tidak memarahi putrinya sepulang pertandingan. Menurutnya, Keysha sudah memahami kesalahan yang dilakukan tanpa harus mendapat teguran.

    “Saya sebagai orang tua tetap mendukungnya, saya gak memarahinya setelah kejadian itu. Menurut saya, tanpa saya marahi pun dia pasti tahu kesalahan yang telah dilakukannya. Saya yakin dengan kejadian itu dia akan mengingatnya sampai kapan pun, dan menjadikan itu pengalaman untuk membuatnya lebih baik lagi ke depannya,” imbuhnya.

    Membangkitkan Semangat Kiper Arema Putri U-18

    Membangkitkan Semangat Kiper Arema Putri U-18 dengan Dukungan Orang Tua dan Pelatih

    Membangkitkan semangat Keysha juga dilakukan melalui komunikasi yang positif di rumah. Solichah menilai dukungan keluarga menjadi kunci agar Keysha tetap percaya diri setelah melakukan kesalahan.

    Wanita yang merupakan guru olahraga di Kota Sidoarjo itu mengapresiasi sikap tim pelatih yang tidak hanya menilai satu blunder. Menurutnya, pelatih juga menghargai penyelamatan penting yang dilakukan Keysha sebelum maupun sesudah insiden tersebut.

    “Hebatnya saat saya tanyakan ke dia tentang respons pelatih apakah mereka memarahinya gara-gara blunder itu. Ternyata pelatih gak hanya melihat satu kesalahan yang dia lakukan, tapi mereka juga menghargai beberapa kali usaha putri saya untuk menghalau bola sebelum dan sesudah bola blunder terjadi,” jelasnya.

    Solichah terus memotivasi putrinya agar fokus dan berani berkembang. Ia ingin Keysha menjadikan setiap kesalahan sebagai bahan evaluasi, bukan alasan untuk menyerah.

    “Tipsnya yaitu komunikasi yang baik dengan anak, karena apa pun yang terjadi yang penting dia harus maksimal dalam bertanding. Soal menang atau kalah itu biar Allah yang urus. Selalu jadi support system buat dia. Kesalahan yang dilakukan menjadi bahan evaluasi agar tidak terulang di pertandingan berikutnya,” terang Solichah.

    “Trik saya adalah memberikan dorongan serta motivasi untuk putri saya ke depannya agar tetap percaya diri, mengembangkan kemampuannya untuk menjadi lebih baik lagi. Yang terpenting sebagai seorang kiper harus fokus, supaya gak terjadi kesalahan seperti yang sudah dilakukannya kemarin,” tandasnya.

    Ikuti saluran WhatsApp kami, subscribe channel YouTube, ikuti Instagram, dan bergabung dengan kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Arema dan Aremania.

    🔥 Trending Minggu Ini

    Artikel Lainnya

    Memuat artikel otomatis