Arema Mencari Pengganti Hilangnya Pendapatan dari Tiket

Setelah mempertahankan sponsor klub untuk lanjutan Liga 1 2020, Arema mencari pengganti hilangnya pendapatan dari tiket. General Manager Arema, Ruddy Widodo menyebut hal itu sebagai langkah pentingnya untuk menyelamatkan finansial klub.

Langkah itu harus mereka lakukan jika Liga 1 2020 benar-benar dilanjutkan dengan tanpa penonton. Seperti diketahui, sebagai klub swasta sejak lama Arema bergantung pada pemasukan dari tiket laga kandang.

Menurutnya, selain sponsor, sektor ticketing ini adalah pendapatan klub paling besar tiap musimnya. Dengan vakumnya kompetisi sejak Maret, bisa dibayangkan berapa income yang hilang, terlebih jika wacana laga tanpa penonton jadi diberlakukan untuk memenuhi protokol kesehatan covid-19.

“Saya akan bertemu dengan Inal (Manager Bisnis dan Marketing Arema, Yusrinal Fitriandi) dan membahas rencana mencari pengganti pendapatan dari tiket ini. Ada sejumlah ide yang akan kami bahas,” kata Ruddy kepada WEAREMANIA.

Arema Mencari Pengganti dengan Menggandeng Sponsor Lokal

Ruddy Widodo menjelaskan, salah satu rencana Arema adalah menggandeng sponsor lokal yang memiliki pangsa pasar Aremania, pendukung setia klub. Sebagai timbal balik, mereka bisa berpromosi melalui a-board (advertorial board) atau papan iklan berjalan di setiap laga kandang Arema.

Pihak klub akan menggandeng kafe, atau tempat-tempat yang biasa dipakai Aremania untuk nonton bareng (nobar) pertandingan Arema melalui layar kaca. Salah satu teknisnya, misalkan tiap porsi makanan atau minuman yang terjual dalam acara nobar laga Arema itu beberapa persennya masuk ke kantong Arema.

“Memang kami menyadari langkah ini tidak bisa maksimal, karena nilai hilangnya pendapatan dari tiket sungguh signifikan. Tentu ini menjadi tugas dari Divisi Bisnis dan Marketing Arema, butuh kreativitas dari mereka untuk mendatangkan pengganti pendapatan yang hilang itu,” tegasnya.