Filosofi Klub Sepak Bola Ibarat Mobil Ala Kuncoro

Begini Arahan Direksi Arema Tentang Pengganti Mario Gomez
Mario Gomez (C) DANI KRISTIAN

Asisten Pelatih Arema, Kuncoro punya filosofi unik dalam memandang klub sepak bola. Menurutnya, klub sepak bola itu ibarat mobil.

Lalu, kompetisi Liga 1 2020 dianggapnya sebagai rute yang panjang yang harus dilalui oleh mobil tadi. Tentunya, rute tersebut tidaklah mulus, melainkan berkelok-kelok dan penuh rintangan yang harus ditaklukkan, layaknya 17 klub peserta Liga 1 2020 lainnya.

Juara Liga 1 2020 diibaratkannya seperti tujuan kemana mobil tadi berjalan. Untuk mencapai tujuan itu, tentu diperlukan bahan bakar.

“Kalau klub sepak bola itu ibaratnya sebuah mobil, bensinnya adalah latihan fisik. Kalau bensinnya cuma setengah liter tapi yang dituju sangat jauh, ya tidak cukup. Mana bisa juara kalau tidak punya modal fisik pemain,” kata Kuncoro.

Pelatih Jadi Faktor Penting di Balik Filosofi Klub Sepak Bola

Sebagaimana sebuah mobil butuh pengemudi, klub sepak bola juga butuh pelatih. Kuncoro menyebut saat ini keberadaan Pelatih Arema, Mario Gomez sudah sangat pas.

Menurutnya, klub-klub lain boleh mengontrak pemain-pemain bintang yang diibaratkannya sebagai penumpang mobil tadi. Namun, menurutnya, jika sopirnya bukan yang benar-benar ahli, mobil yang dimaksud tidak bisa mencapai tujuan, dalam hal ini gagal menjadi juara Liga 1 2020.

“Selain tergantung pada Tuhan, sampai tidaknya mobil ke tujuan tentu ada di tangan pengemudinya. Kalau mobilnya bagus, tapi yang nyetir belajaran, ada kemungkinan menabrak, dan tak sampai ke tujuan. Biar mobilnya jelek, penumpangnya biasa-biasa saja, kalau yang nyetir bagus, insyaallah sampai tujuan. Jadi, pelatih jadi kunci utama, dilihat dari program latihannya, Coach Gomez ini cocok buat Arema,” tegasnya.