Kuncoro Ungkapkan Ketenangan Mario Gomez Hadapi Masalah

Kuncoro Ungkapkan Ketenangan Mario Gomez Hadapi Masalah
Tim pelatih Arema (C) DANI KRISTIAN

Asisten Pelatih Arema, Kuncoro ungkapkan ketenangan yang dimiliki Pelatih Arema, Mario Gomez. Ketenangan itu tampak ketika menghadapi masalah komposisi pemain di laga perdana Liga 1 2020 melawan PS TIRA-Persikabo di Stadion Pakansari, Bogor, Senin (2/3/2020) malam.

Arema yang membawa serta 19 pemain ke Bogor tak bisa memainkan Jonathan Bauman yang masih dalam pemulihan cedera. Selain itu, H-2 saat sesi latihan di Bogor, Gomez harus kehilangan Utam Rusdiyana dan Dave Mustaine yang mengalami cedera.

Solusi untuk absennya Utam, pelatih asal Argentina itu memanggil Andryas Francisco sebagai kiper kedua, sedangkan Dave tetap dimasukkan sebagai pemain cadangan. Masalah tak berhenti sampai di situ, karena Matias Malvino dan Elias Alderete juga tak bisa dimainkan karena masalah administrasi.

“Menghadapi masalah ini Coach Gomez tetap tenang, saya pribadi harus belajar mengenai hal ini dari dia. Percaya dirinya terlihat, terus memotivasi pemain, sehingga pemain pun ikut terangkat mentalnya, tidak ikut panik,” kata Kuncoro.

Kuncoro Ungkapkan Ketegasan Mario Gomez

Selain itu, Kuncoro juga kagum dengan ketegasan yang dimiliki Mario Gomez. Ketegasan ini ditunjukkan pelatih berusia 63 tahun itu saat menghadapi pemain yang cedera.

Menurutnya, Gomez tidak mau memaksakan Jonathan Bauman yang kondisinya masih 75 persen untuk bermain melawan PS TIRA-Persikabo. Termasuk Utam dan Dave yang juga mengalami cedera pada sesi latihan H-2 jelang pertandingan.

“Tidak peduli pemain bintang, kalau cedera Coach Gomez memintanya minggir dulu, harus pulih 100 persen. Meskipun pemain muda, kalau siap ya dimainkannya, seperti Titan (Agung) kemarin menggantikan (Kushedya Hari) Yudo,” imbuh pelatih asal Gondanglegi, Kabupaten Malang ini.

Pemain Cedera Mamaksakan Tampil Tak Masalah

Kuncoro menjelaskan, Mario Gomez tak masalah seandainya ada pemain Arema yang memaksakan tampil dalam sebuah pertandingan. Namun, syaratnya si pemain harus bisa menjamin penampilannya maksimal.

“Sebenarnya tidak profesional, kalau cedera harusnya minggir dulu sampai pulih 100 persen. Kalau memaksa tampil harus maksimal. Kalau tidak, tentu justru merugikan tim, kasihan pemain Arema lainnya, dan mengancam kekompakn tim,” tandasnya.