Pandi Lestaluhu Bisa Jadi Solusi Minimnya Sayap Pengumpan di Arema

Pandi Lestaluhu Bisa Jadi Solusi Minimnya Sayap Pengumpan di Arema
Pandi Lestaluhu (C) DANI KRISTIAN

Musim lalu, Arema punya striker tinggi sekelas Sylvano Comvalius yang tak bisa dimaksimalkan lantaran minimnya pemain sayap tipe pengumpan. Eks Kalteng Putra, Pandi Lestaluhu bisa jadi solusi masalah ini.

Di sektor sayap musim lalu Arema punya Rivaldi Bawuo, Riky Kayame, Nasir, Ridwan Tawainella, Dedik Setiawan, dan Dendi Santoso. Dari mereka, hanya Nasir dan Dendi yang biasa mengirimkan umpan tarik dari sisi sayap menuju ke area kotak penalti lawan.

Dari keenam pemain itu, cuma Ridwan, Dedik, dan Dendi yang dipastikan bertahan di Arema. Sebagai pengganti, sejauh ini Arema baru mendatangkan Kushedya Hari Yudho dan Wawan Febrianto.

Kalau Pandi direkomendasikan langsung oleh Coach (Mario) Gomez. Dia pemain muda yang enerjik. Apalagi crossingnya dari sayap bagus, dan punya kecepatan juga, ungkap asisten pelatih Arema, Charis Yulianto kepada WEAREMANIA.

Mariando Djonak Uropmabin Menyusul

Pandi Lestaluhu bukanlah satu-satunya pemain sayap yang dikabarkan diincar tim pelatih Arema. Nama lain yang muncul adalah winger Semen Padang, Mariando Djonak Uropmabin.

General Manager Arema, Ruddy Widodo sempat tertarik mendatangkan dua pemain sayap dari dua klub degradasi musim ini. Bisa jadi, kedua pemain itu memang benar Pandi dan Mariando, karena klub keduanya turun kasta ke Liga 2 musim depan.

Dari sisi non-teknis pemain-pemain dari klub yang terdegradasi memang gampang dirayu untuk keluar, karena mereka mungkin masih ingin bermain di kasta tertinggi. Kami akan memanfaatkan hal ini. Kalau soal siapa-siapa pemainnya, tunggu saja dulu, tegas manajer berkaca mata ini.