Sempat Tertunda, Arema Segera Resmikan Bruno Smith

Sempat Tertunda, Arema Segera Resmikan Bruno Smith
Bruno Smith (C) DANI KRISTIAN

Manajemen Arema segera resmikan Bruno Smith sebagai pemain anyar untuk lanjutan Liga 1 2020. Prosesi teken kontrak pemain asal Brasil itu sebelumnya sempat tertunda.

Bruno tiba di Malang sejak Sabtu (3/10/2020), dan sudah menjalani latihan perdananya, Senin (5/10/2020) lalu. Namun, setelah kedapatan positif covid-19 berdasarkan swab test yang dijalaninya, gelandang berusia 28 tahun itu harus menjalani isolasi mandiri minimal 10 hari.

Pada sesi latihan Senin (19/10/2020) sore, Bruno kembali bergabung dengan tim. Selasa (20/10/2020) atau sehari setelahnya, Bruno dijadwalkan bakal menandatangani draft kontrak dengan Arema.

“Kalau tidak Selasa ya Rabu, Bruno akan teken kontrak. Memang sempat tertunda karena masalah covid-19 kemarin. Tapi, sekarang sudah tidak ada masalah lagi. Untuk segala macam yang berkaitan dengan kontrak sudah beres,” kata General Manager Arema, Ruddy Widodo kepada WEAREMANIA.

Arema Segera Resmikan Bruno Smith, Atas Rekomendasi Tim Pelatih

Selain kesepakatan nilai kontrak, Ruddy Widodo juga memastikan bakal mengontrak Bruno Smit atas rekomendasi tim pelatih. Pemain yang akan diplot sebagai playmaker itu akan meneken kontrak hingga akhir musim Liga 1 2020.

Hasil tes medisnya yang tak ada masalah juga menjadi pertimbangan Ruddy. Untuk kemampuan teknis, manajer berkaca mata itu memercayakan sepenuhnya pada tim pelatih Arema.

“Sudah tidak ada masalah, tim pelatih juga sudah merekomendasikannya. Nilai kontrak juga sudah lama deal. Dia akan dikontrak sampai akhir musim, dengan opsi perpanjangan jika memenuhi sejumlah persyaratan. Pada prinsipnya memang tinggal teken saja,” imbuhnya.

Tak Khawatir Statusnya yang Mantan Pengidap Covid-19

Berdasarkan diskusi dengan dokter tim, Nanang Tri Wahyudi, Ruddy Widodo mengaku tak khawatir dengan status Bruno Smith yang pernah bertatus positif covid-19. Pasalnya, virus yang ada di dalam tubuh si pemain sudah tak lagi aktif.

“Memang, belum ada alat yang mampu mendeteksi aktif atau tidaknya virus itu dalam tubuh manusia. Tapi, asal dia sudah menjalani isolasi minimal 10 hari dan tak ada gejala lagi, dokter bilang virus itu sudah mati. Terlebih, atlet itu rata-rata imunnya lebih tinggi, kalau ada yang positif, istirahat lima hari cukup kata dokter,” pungkas manajer asal Madiun tersebut.

 

Subscribe channel Youtube kami, ikuti kami di Instagram dan gabunglah bersama kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Arema dan Aremania.