Subsidi Juli-Agustus Abu-abu, Manajemen Arema Putar Otak

Subsidi Juli-Agustus Abu-abu, Manajemen Arema Putar Otak

Manajemen Arema putar otak jaga-jaga siapa tahu subsidi Juli-Agustus dari PT Liga Indonesia Baru (LIB) untuk klub Liga 1 2020 tidak cair. Mereka memikirkan kemungkinan terburuk tersebut, mengingat bulan Juli sudah hampir lewat.

General Manager Arema, Ruddy Widodo menyebut, sempat ada wacana subsidi sebesar 500 juta rupiah untuk klub-klub Liga 1 2020. Meski sempat dibahas dalam beberapa virtual meeting, termasuk Jumat (17/7/2020) lalu, tetapi belum ada kepastiannya lebih lanjut dari PT LIB.

Yang diketahui manajer asal Madiun itu, PT LIB baru akan mencairkan subsidi pada bulan September, sebulan jelang Liga 1 2020 diputar lagi. Besaran subsidi itu kabarnya mencapai 800 juta rupiah untuk masing-masing klub.

“Subsidi 800 juta itu diberikan mulai September hingga Februari 2021 atau akhir kompetisi. Jadi, untuk bulan Juli dan Agustus masih abu-abu, kata LIB sedang diupayakan. Namun, bagi Arema, kami anggap tidak ada subsidi, karena belum ada kejelasan,” kata Ruddy.

Masih Berharap Subsidi Juli-Agustus Cair

Karena sudah menjadi makanan pokok di tengah pandemi covid-19, Ruddy Widodo blak-blakan sangat berharap pada subsidi tersebut. Sebab, uang itu bakal sangat membantu keuangan klub, utamanya untuk memenuhi gaji pelatih, pemain, ofisial dan karyawan Arema.

Meski nominal gaji pelatih dan pemain untuk Juli-Agustus sudah ditetapkan PSSI sebesar 25%, Arema harus merogoh kocek hampir 600 juta rupiah. Jika ada subsidi sebesar 500 juta saja, menurutnya lumayan, meski Arema masih nombok.

“Tentu harapannya subsidi itu bisa dicairkan. Ini menjadi tantangan tersendiri bagi LIB. Saya pikir bukan cuma Arema, tapi klub-klub Liga 1 lainnya juga punya harapan yang sama,” imbuh pria berusia 48 tahun itu.

Langkah Arema Jika Subsidi Benar-benar Tidak Cair

Ruddy Widodo sudah menyusun sejumlah langkah jika subsidi dari PT LIB itu benar-benar tidak cair. Pihaknya bakal memaksimalkan kinerja Divisi Bisnis dan Marketing yang dimiliki Arema.

“Pertama, kami akan menagih uang kepada pihak sponsor, ini tugas Divisi Bisnis dan Marketing Arema. Mereka harus lebih kreatif, pokoknya bagaimana tetap dapat uang saat berkompetisi di tengah pandemi ini. Kalau sudah mentok, baru pakai uang owner, entah nanti harus menggadaikan apa lagi,” pungkasnya.

 

Subscribe channel Youtube kami, ikuti kami di Instagram dan gabunglah bersama kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Arema dan Aremania.