Andai Subsidi Naik, Gaji Turun, Arema Tetap Rugi

Arema Yakinkan PT LIB Malang Aman Digelar Sepak Bola
Ruddy Widodo (C) DANI KRISTIAN

Andaikan PSSI menaikkan subsidi untuk klub jika Liga 1 2020 dilanjutkan, dan mengizinkan klub melakukan rasionalisasi nilai gaji pelatih dan pemainnya, tak serta merta membuat klub untung. General Manager Arema, Ruddy Widodo menyebut Arema tetap rugi.

Sebelumnya, manajamen klub berjuluk Singo Edan itu mengajukan dua syarat tersebut jika PSSI ingin melanjutkan Liga 1 2020 di masa new normal. Ruddy menyebut, dua hal itu akan sangat membantu klub.

Seperti diketahui, sejak kompetisi dihentikan sementara karena pandemi covid-19, klub-klub peserta Liga 1 2020 mengalami kesulitan finansial. Mereka kebingungan mencari uang untuk membayar gaji pelatih, pemain, offisial, karyawan, sedangkan pemasukan dari sponsor dan tiket tidak ada.

“Tolonglah jangan berpikir dengan meminta kenaikan nilai subsidi untuk menambah income, tetapi gaji pelatih dan pemain dikurangi untuk mengurangi pengeluaran, lantas Arema untung. Tidak, kami tetap rugi. Tujuan kami mengajukan dua syarat itu bukan untuk mencari untung, melainkan mengurangi kerugian, agar kami tidak terlalu rugi,” kata Ruddy.

Alasan Arema Tetap Rugi Meski Subsidi Naik dan Gaji Turun

Ruddy Widodo menyebut, meski Liga 1 2020 dilanjutkan, pemasukan klub dari sponsorship dan tiket tak bisa maksimal. Makanya, kenaikan jumlah subsidi dan menurunkan gaji pelatih dan pemain akan sangat membantu.

Menurut prediksinya, tiga bulan pertama ketika Liga 1 2020 dilanjutkan, stadion tidak akan penuh oleh suporter seperti sebelum ada pandemi covid-19. Salah satunya karena protokol kesehatan yang mengatur kapasitas stadion tidak bisa dimaksimalkan.

“Selain itu, sekarang ini kondisi ekonomi masyarakat tengah terpuruk karena pandemi. Diakui atau tidak, pasti ada ketakutan pula di hati suporter untuk masuk stadion di tengah pandemi. Padahal, sektor tiket ini menjadi salah satu sumber pendapatan klub, termasuk Arema,” tandasnya.