Cerita Arema mendatangkan pemain asing mengungkap proses panjang di balik perekrutan legiun impor untuk Super League 2026-2027. Sekretaris Tim (Sektim) Arema menjelaskan setiap tahapan administrasi harus berjalan sesuai regulasi sebelum pemain bisa bergabung.
Musim ini, Arema merekrut empat pemain asing baru, yakni Diego Landis, Careca, Marcos Vinicius, dan Gustavo Henrique. Manajemen juga menambah satu staf pelatih anyar, Matheus Lacerda, sebagai analis tim.
Rahmat Taufiq Hentihu sebagai Sektim Arema mengurus seluruh proses administrasi pemain dan pelatih asing sejak lama. Pria yang akrab disapa Oyek itu memastikan setiap dokumen memenuhi ketentuan dari instansi terkait.
Oyek menjelaskan perubahan regulasi membuat proses perekrutan pemain asing kini jauh lebih kompleks. Dahulu, klub masih memanfaatkan Visa on Arrival (VOA), sedangkan sekarang seluruh tenaga asing wajib menggunakan Visa Kerja atau Visa C18 sebelum bekerja di Indonesia.
“Durasi mengurus dokumen administrasi ini berbeda-beda tiap individu. Selama ini mulai satu sampai tiga bulan, tergantung banyak faktor. Namun, alhamdulillah, untuk musim ini pengurusan dokumen untuk empat pemain asing anyar kami berjalan lancar. Prosesnya sudah kami lakukan sejak akhir musim kemarin, karena pemainnya sudah deal lebih dulu. Tantangannya mungkin hanya di penjadwalan kedatangan mereka saja yang agak sedikit molor karena fluktuasi harga tiket pesawat,” kata Oyek kepada WEAREMANIA.
Cerita Arema Mendatangkan Pemain Asing Lewati Tahapan Administrasi Berlapis
Cerita Arema mendatangkan pemain/pelatih asing juga mencakup sejumlah tahapan administratif setelah Visa Kerja terbit. Klub kemudian mengajukan dokumen Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA) kepada Kementerian Ketenagakerjaan.
Pihak klub menjalani proses wawancara sebagai penjamin dalam pengajuan RPTKA tersebut. Sesudah seluruh tahapan selesai, Direktorat Jenderal Imigrasi menerbitkan Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS).
KITAS memungkinkan pemain maupun pelatih asing datang ke Indonesia untuk menandatangani kontrak. Setiap tahapan membutuhkan waktu berbeda karena bergantung pada kelengkapan dokumen dan proses administrasi.
Oyek menegaskan Arema selalu memilih mematuhi seluruh regulasi yang berlaku. Manajemen menjalankan ketentuan dari PSSI, I-League, Direktorat Jenderal Imigrasi, dan Kementerian Ketenagakerjaan demi memberikan kepastian hukum kepada seluruh tenaga asing.
“Arema memilih mengikuti seluruh regulasi yang berlaku meski proses imigrasi sedang lebih ketat. Cara itu merupakan pilihan yang paling aman,” jelasnya.
Manajemen sebenarnya dapat menyerahkan pengurusan dokumen kepada agen pemain. Namun, klub tetap memikul tanggung jawab sebagai pihak penjamin atas seluruh proses administrasi.
“Bisa saja ke agen, tetapi pasti ada biaya tambahan yang harus dikeluarkan klub, hasilnya juga belum tentu lebih cepat. Makanya, Arema lebih memilih mengurus sendiri agar memahami seluruh proses, meski lebih merepotkan,” pungkas pria asal Maluku itu.
